Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Tidak Akan!


__ADS_3

Sesampainya di rumah keluarga Monaco, Imelda segera meraih pergelangan tangan Reymond dan menyeretnya untuk masuk ke dalam kamar mereka.


Wanita itu tak peduli pada tatapan mata Raga dan juga sang ayah, Theo. Yang dia inginkan sekarang adalah memperingati suaminya.


Imelda menghempaskan cekalan tangannya dengan kasar, kemudian dia menatap Reymond dengan tajam. Kedua tangan wanita itu melipat di depan dada, seolah menunjukkan kuasanya.


Ada kesenjangan waktu di antara keduanya untuk menarik nafas dan membuangnya.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Reymond!" cetus Imelda dengan jari telunjuk yang mengarah pada wajah suaminya.


Seketika Reymond mengangkat kepalanya, dan membalas tatapan mata Imelda yang masih menatapnya dengan penuh amarah.


Pria paruh baya itu menghela nafas kasar.


"Imelda, jangan bicara sembarangan. Apa maksudmu seperti ini? Aku tidak berpikir apapun," balas Reymond dengan nada yang cukup tenang.


Mendengar itu, Imelda justru semakin berdecih. Bersama pria ini selama 20 tahun, Reymond pikir Imelda tidak bisa membaca gelagat suaminya sendiri?


Kedua manik mata wanita itu semakin menungkik tajam. "Tidak berpikir apapun? Lalu untuk apa kamu bersikap seperti tadi? Jangan harap kamu bisa melakukan apapun semaumu!"


"Ya Tuhan... Mel, sampai kapan kamu akan terus seperti ini? Aku hanya_"


"Hanya apa? Awas kamu sampai berani membohongiku, Rey!" potong Imelda cepat, sebelum Reymond kembali beralasan ini dan itu.


"Mel, tapi bagaimana dengan Raga? Bagaimana jika Raga benar-benar mencintai gadis itu?" tanya Reymond dengan alis yang terangkat.


Mau bagaimana pun, dia bisa membaca interaksi Raga dengan Zoya. Perhatian putranya itu, bukanlah perhatian biasa. Seperti ada sebuah rasa di dalamnya.


"Tidak akan! Aku pastikan Raga tidak akan pernah mempunyai perasaan itu, dia akan mendapatkan wanita yang lebih baik, bukan anak jalaang seperti gadis itu!" cetus Imelda menggebu.


Dia tidak mungkin lupa bagaimana status Zoya di rumah Ken, anak angkat calon menantunya dari wanita simpanannya, Maurin.

__ADS_1


Reymond mendesah kesal, ingin menyahuti ucapan Imelda pun rasanya dia tak sanggup, karena pasti akan kalah lagi. Hingga akhirnya, dia pasrah, Reymond menarik dasinya yang terasa kencang dan membanting tubuhnya di sofa.


Sementara Imelda melengang ke arah lemari pakaian, mengambil satu baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan sang suami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, Ken baru saja sampai di mansion miliknya, dia masuk bersama Zoya yang masih tertawa-tawa.


Menertawakan Ken yang baru saja dia suruh membeli celana dalaam wanita, di pasar malam yang tak sengaja mereka lewati, dan wajah Ken yang merah padam membuat Zoya terkekeh geli.


Tidak pernah Ken bayangkan, nasibnya akan seperti ini, tetapi melihat Zoya tertawa hatinya pun ikut merasa senang. Dia gemas melihat gadis itu menunjukkan tawa riang di depannya, hingga Ken menarik hidung Zoya sampai memerah.


"Daddy sakit!" keluh gadis itu sambil mengusap-usap hidungnya.


Namun, Ken tak peduli, seolah dunia hanya milik berdua dia justru mengangkat tubuh Zoya, dan mengayunkannya ke udara.


"Daddy, stop! Zoya takut," pekik Zoya sambil memeluk erat leher Ken, dan pria matang itu terkekeh semakin keras.


Nora yang tidak pulang malam ini, dan memilih tidur di restoran miliknya, membuat Ken dan Zoya bergerak leluasa. Ken menggendong Zoya naik ke atas tangga, setiap satu tangga Zoya wajib memberi ciuman, agar naik ke atas tangga berikutnya.


"Ini bukan curang, Sayang. Tapi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan," balas Ken.


Mendengar itu, Zoya mendengus kasar. Membuat Ken menggigit dagu gadis itu, dan lekas membawanya masuk ke dalam kamar.


"Dad, kenapa ke kamarmu?" tanya Zoya dengan kening yang mengernyit heran.


Ken menyeringai penuh. Pasti ada udang dibalik batu, batunya hilang gajahnya datang. "Kita coba suasana yang baru." Bisik Ken mendayu.


"Suasana apa?" Zoya berlagak so polos, padahal sudah hafal akal bulus pria yang sedang menggendongnya.


"Ah sudahlah, jangan banyak bertanya. Nanti kamu juga tahu saat pintu ini sudah tertutup dengan sempurna."

__ADS_1


Brak!


"Aaaaa.... Daddy ular pythonnya!!!"


*


*


*


Uler si Daddy lepas kayaknya omegotttt😭😭😭 Siapa tahu nanti Dateng ke rumah kalian hubungi nomor di bawah ini ya, dicariin Dede ngothor yang nganu ini.


Salam Anu 👑


🐍🐍🐍🐍🐍


Daddy : Gosah trepeling liat gue🙄


Ngothor : Dih geer bat si lu, Dad. Gue lebih trepeling uler python lu.


Daddy : Ngapain? Udah milik neng joya, lu kaga usah ngarep Thor.


Ngothor : Aelah, nanti gue bilang neng joya, nyicip pucuknya aja😏


Daddy : Kalo itu, emak-emak yang baca juga boleh lah.


Ngothor : Dihh najiiss betdah kelakuannya 🙄


Daddy : Gue kan anak Sholeh lu Thor.


Ngothor : Anak Sholeh mata lu. Pokoknya yang mau icip python lu mintain kembang sama kopi Nyang banyak.

__ADS_1


Daddy : Aaaaaasiap🐍



__ADS_2