Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Kedatangan Reymond dan Raga


__ADS_3

Deg!


Zoya terkejut saat melihat kehadiran Reymond yang begitu tiba-tiba, begitu pun dengan seorang pria yang berada di belakang tubuh sang ayah.


Raga—adik kandung yang seusia dengannya.


Tatapan Zoya dan Raga bertemu, dan ini untuk tiga tahun pertama mereka, setelah lama berpisah.


"OPA!!!" teriak keempat bocah tampan yang sedari tadi membuat gaduh, mereka kompak menghambur ke arah Reymond dan memeluk kaki pria paruh baya itu dengan hangat.


Bahkan El yang sudah digendong kakek Abian kini meminta turun. Barbie cantik itu tak lagi menangis, El malah menarik tangan Caka untuk menemui kakeknya yang sudah lama tidak datang.


Karena setelah Zoya melahirkan, Reymond memutuskan untuk tinggal di luar negeri bersama dengan Raga. Sementara Nora tetap tinggal di negara ini bersama dengan suaminya. Karena selain sudah menikah, Nora tidak mau meninggalkan Imelda yang sampai saat ini berada di rumah sakit jiwa.


Bukannya sembuh, dari tahun ke tahun kondisi Imelda malah semakin memburuk. Bahkan ia pernah kabur dan dalam satu kali dua puluh empat jam, akhirnya wanita gila itu ditemukan, dan kembali dikurung di sebuah ruangan.


Zoya tersenyum tipis lalu menghampiri Reymond. Dia menyalimi tangan sang ayah dan juga Raga. Meski sedikit canggung, tetapi Zoya ingin menepis semua rasa itu. Semuanya hanya masa lalu, bahkan sekarang mereka adalah saudara satu ayah, jadi Zoya tidak bisa memungkiri semuanya.


"Pa, kenapa tidak bilang mau ke mari?" tanya Zoya basa-basi, dia meminta salah satu baby sitternya membuat minuman untuk Reymond dan juga Raga. Mereka melangkah ke ruang keluarga, bersama dengan kakek Abian yang memimpin di depan.

__ADS_1


"Lho, Papa ini sedang buat kejutan, Zoya. Lihat cucu-cucu Papa. Wuah, tidak lama bertemu kalian jadi gendut semua yah?" jawab Reymond seraya mengajak keenam bocah yang mengikuti langkah kakinya, bahkan berebut ingin pegangan tangan. Namun, karena tangan Reymond hanya ada dua, beberapa mengalah dengan menggandeng tangan Raga dan Zoya.


"Ayo Caca, ita cama Uncle Laga acah," ucap El dengan senyum kegenitan. Dia mengajak Caka untuk berjalan bersama dengan Raga. Membuat pria tampan itu mengulum senyum, merasa gemas sendiri dengan tingkah ponakannya ini.


Jangan tanya siapa yang berpegang teguh dengan tangan Zoya. Sudah pasti si sulung, bahkan ia meminta digendong karena tidak mau ibunya berbagi dengan siapapun.


"Oh ya, Opa bawa oleh-oleh lho buat kalian, biar Nanny suruh ambil yah di mobil. Di sana ada supir," ujar Reymond begitu mereka semua sudah duduk di ruang keluarga.


Rathi dan Nova dengan sigap menerima perintah dari Reymond. Mereka keluar untuk mengambil buah tangan yang dibawa oleh pria paruh baya itu. Sementara semua anak-anak ular bersorak kegirangan.


"Bagaimana kabarmu, Rey?" tanya kakek Abian membuka suara. Bagaimana pun mereka sudah mengenal sejak lama, karena Reymond adalah menantu satu-satunya di keluarga Monaco.


"Ya seperti yang Tuan Abian lihat, aku sangat sehat. Apalagi setelah melihat semua cucu kesayanganku," jawab Reymond sambil tersenyum sumringah, memperhatikan si kembar yang asyik dengan celoteh mereka.


"Syukurlah, bagaimana dengan, Nak Raga? Apa kuliahnya lancar?"


Raga mengangkat kepala dan menatap kakek Abian yang bertanya padanya. Di pangkuan pria itu El tengah ajol-ajolan, sementara Caka menempel di punggung. Dua bocah itu terkekeh bersama padahal tidak ada yang lucu.


Siska bahkan sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya. Kalau sudah bersama El, susah sekali untuk diajak pulang ke rumah.

__ADS_1


"Aku juga baik, Kek. Sebentar lagi aku akan lulus, nanti kalian datang yah di acara wisudaku. Bawa si kembar, aku pasti akan sangat senang," jawab Raga seraya menatap Zoya. Tak dipungkiri hingga sampai tiga tahun dia mencoba menghapus bayang-bayang itu, nyatanya Zoya masih membekas di hatinya.


Namun, dia tidak mungkin bisa merombak takdir yang sudah digariskan oleh tangan Tuhan. Bahwa Zoya adalah kakaknya. Bukan seseorang yang harus mendampingi sisa hidupnya.


"Tuh, An, mau ikut tidak di acara Uncle Raga?" tanya Zoya kepada si sulung yang berada di pangkuannya. Pria kecil itu menggulung-gulung kalung yang Zoya pakai, juga baju wanita itu.


"Cama Mommy?"


"Iya, Nak."


"Cama Daddy juga?"


Zoya manggut-manggut.


"Tapi Uncle Laga nya puna cemangka ndak?"


Zoya mengernyit begitu pun dengan semua orang yang mendengarkan obrolan itu dengan seksama. Reymond sampai terkekeh, karena tak paham dengan apa yang dibicarakan cucunya.


"Punya dong," jawab Raga membuat Aneeq menoleh ke arah pria tampan itu. Alis Aneeq naik satu, seolah penasaran.

__ADS_1


"Becal ndak?"


**


__ADS_2