Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Masakan Nora


__ADS_3

Pulang dari perusahaan Ken langsung masuk ke dalam kamarnya, setelah melepas Zoya dengan ciuman bertubi-tubi di bibir gadis itu.


Namun, sebelum benar-benar masuk, dia lebih dulu bertemu dengan Nora yang sudah berdiri seolah menyambut kehadirannya.


Wanita tersenyum manis, memberikan ukiran terbaik bibirnya untuk Ken. "Kamu sudah pulang, Kak?" tanyanya.


Ken menghembuskan nafas. "Kamu lihatnya bagaimana? Kalau aku masuk ke kamar ya artinya aku sudah pulang, begitu saja pakai ditanya." Cetus pria itu.


Ucapan Ken tak berarti apa-apa, karena Nora masih senantiasa seperti itu. "Iya maaf, aku hanya ingin bertanya. Kak Ken mau makan apa nanti malam? Biar aku masakan."


Ken nampak berpikir sejenak, dia sedang ingin sesuatu yang berkuah. Biasanya dulu Maurin yang akan bertanya seperti ini padanya, tetapi setelah wanita itu pergi, kini baru ada lagi, dan orang itu adalah Nora.


"Buatkan aku sup iga saja, aku sedang menginginkannya," jawab Ken.


Membuat senyum Nora semakin mengembang. Dan interaksi mereka tertangkap oleh kedua netra Zoya yang baru saja naik ke atas tangga.


Dia menatap Ken dan Nora bergantian, wanita itu nampak tersenyum ceria, membuat hati Zoya merasa terusik.


"Zoy, kamu juga baru pulang?" tanya Nora, memecah lamunan gadis itu.


Membuat Zoya tersentak dan akhirnya tersenyum kikuk. "Ah iya, Kak. Tadi ada tugas tambahan, makanya aku pulang kesorean."


Ken ikut menatap ke arah Zoya, dia mengedipkan sebelah matanya genit, lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Ya sudah lebih baik kamu cepat bersihkan tubuhmu, aku akan memasak sup kesukaan Kak Ken, kamu mau request juga nggak?"


Mendengar itu, jantung Zoya seperti tersengat, jadi itu penyebab Nora tersenyum seceria ini? Sepertinya Nora benar-benar menyukai Ken. Itu lah yang ada dalam otak Zoya sekarang.

__ADS_1


Zoya menggeleng pelan. "Tidak, Kak. Aku makan yang ada saja."


"Baiklah kalau begitu, aku turun dulu ya, Zoy," pamit Nora pada gadis itu.


"Ya, Kak. Hati-hati, nanti aku nyusul buat bantu-bantu."


Dan Nora hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapi ucapan Zoya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini Nora begitu senang, karena melihat Ken yang menghabiskan makanannya. Itu artinya, pria itu menyukai masakan yang dia buat bukan?


"Bagaimana, Kak? Apa makanannya enak?" tanyanya berharap mulut Ken melemparkan pujian-pujian untuknya.


Namun, harapan itu harus pupus karena Ken hanya bergumam, "hemm." Dan memasang wajah datar, meski lidahnya merasa termanjakan oleh sup buatan Nora.


"Mau tambah?" tanyanya lagi, dan Ken langsung menggelengkan kepala.


"Dad, Kak. Zoya sudah selesai, Zoya naik dulu," pamit Zoya seraya bangkit dari kursinya, ingin segera meninggalkan meja makan yang terasa tak nyaman untuknya.


"Iya, Zoy. Selamat malam, semoga tidurmu nyenyak," balas Nora.


Sementara Ken bergeming, malam ini dia tidak bisa langsung tidur. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Hingga akhirnya, setelah makan malam Ken kembali mengurung dirinya di ruang kerja.


Sementara di luar sana, Nora tengah membuat secangkir kopi untuk Ken. Dia sempat berganti pakaian sebelum dia kembali bertemu dengan pria itu.

__ADS_1


Pakaian yang cukup seksii, hingga kedua bulatan itu menyembul sedikit, pun dengan kedua pahanya yang terpampang nyata. Dia memberanikan diri untuk melakukan ini semua, agar Ken mau sedikit saja melihat ke arahnya.



Dan dia berharap malam ini dia akan berhasil. Nora melangkah dengan perasaan gugup, jantungnya berdebar kencang dan tidak karuan.


Hingga dia sampai di depan ruang kerja Ken, rasa nervous itu semakin melanda. Dia terus meneguk ludahnya, dan mencoba untuk berani.


Sedangkan di dalam ruang kerjanya, Ken fokus pada layar yang menyala di depannya. Otaknya berputar, dan jarinya tak berhenti untuk berselancar di atas keyboard.


Dan sebuah ketukan pintu, membuat semuanya berhenti. Ken melayangkan tatapannya ke arah benda persegi panjang itu. "Masuk!" ucapnya setengah berteriak.


Mendengar itu, Nora seperti akan berhadapan dengan orang yang paling menyeramkan. Namun, sialnya orang menyeramkan itu adalah pria yang dicintainya.


Nora menarik nafas dan menghembuskannya bergantian, dan satu tangannya meraih handle pintu.


Ceklek!


Wanita itu membukanya pelan-pelan, hingga pintu itu terbuka lebar. Ken menatap ke arahnya, pun dengan Nora yang menatap Ken. Membuat kedua pasang netra itu bertemu dalam satu garis lurus.


Glek!


*


*


*

__ADS_1


Haiya iya iya, lu mau apa Dad?


Jangan lupa ritual jempolnya guysss💃💃💃


__ADS_2