Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Menonton Bioskop


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang, di salah satu restoran seafood. Zoya kembali mengajak pria matang itu untuk menjelajah, kali ini Zoya menarik lengan Ken menuju gedung bioskop.


Karena Ken dan Zoya sudah sepakat akan menonton film berdua. Sesuatu yang baru pernah Zoya rasakan, berkencan bersama prianya.


Di sana, ada banyak pasangan muda-mudi pula yang sedang berkencan, mereka saling bergandengan tangan, membuat Ken merasa tidak percaya diri, karena berdiri ditengah-tengah bocah remaja yang usianya tak jauh dari Zoya.


"Daddy kita mau menonton film apa? Aku yang pilih aja yah?" tanya gadis itu dengan wajahnya yang selalu terlihat ceria.


"Ada film dewasa tidak?" bisik Ken bertanya.


Mendengar itu, Zoya langsung mendelik dan mencubit perut Ken hingga pria tampan itu mengaduh. "Aw! Baby, kenapa mencubitku?" Keluhnya menahan panas akibat cubitan maut Zoya.


"Lagian Daddy ini pikirannya itu, dan itu terus." Gerutu Zoya.


"Karena itu satu-satunya film yang tidak membosankan, Sayang. Bahkan kita bisa langsung mempraktekkannya."


Zoya semakin melotot. "Jika Daddy bicara lagi, jangan harap ada jatah malam ini!" cetus gadis itu dengan wajah judesnya, senjata yang paling ampuh untuk membuat Ken mengunci mulut lemesnya.


Pria matang itu meneguk ludahnya kasar, dan menghela nafas panjang. Namun, perdebatan mereka tak berakhir begitu saja.


Zoya kembali dibuat tak habis pikir, karena Ken membeli seluruh tiket kursi di sampingnya, membuat barisan kursi itu kosong, dan hanya terisi oleh mereka berdua.


Kali ini Zoya yang pasrah, membawa embel-embel cemburu dan tidak mau Zoya duduk di samping orang lain, menjadi alasan terbesar yang membuat gadis itu memaklumi sikap sang pacar.


Suara gelegar di dalam satu ruangan temaram itu menggema. Semua orang fokus pada layar besar di depan sana, layar menyala yang tengah menampilkan adegan sang aktor ditinggal mati oleh kekasihnya.


Beberapa orang menangis, ada juga yang hanya berkaca-kaca, menatap iba pada sang aktor, yang telah kehilangan cintanya untuk selama-lamanya. Mereka semua hanyut dalam drama.


Termasuk Zoya, air matanya menderas sebelum tangan besar tiba-tiba masuk ke dalam bajunya. Gadis itu mengusap kasar air matanya dan menatap ke samping, di mana si pelaku berada.


"Ngapain?" tanya Zoya, celingukan ke bawah takut ada yang melihat aksi gila Ken.

__ADS_1


Ken tersenyum lebar, menampilkan wajah tanpa dosa. "Daddy sudah bilang, Baby. Filmnya membosankan, tidak ada yang membuat Daddy merinding kecuali kamu."


"Iya tapi Daddy harus ingat tempat juga, bagaimana kalau mereka melihatnya?" Berusaha mengeluarkan tangan Ken, menepuk-nepuknya keras, tetapi tetap tak membuat Ken goyah.


Tangan kekar itu seperti besi yang tak dapat dipatahkan, hingga Zoya kesulitan untuk mengeluarkannya, dia kalah tenaga.


"Tidak mungkin mereka melihat kita, mereka itu sedang fokus, Sayang. Lagi pula aku kan sudah bilang ini semua tidak gratis, kamu harus mencicilnya mulai sekarang," jelas Ken, berbisik di telinga Zoya.


Dia sengaja pula menghembuskan nafasnya di sana.


"Shhh... Dad!" Tubuh Zoya menegang, saat tangan Ken sudah masuk ke dalam braanya. Seperti seekor kupu-kupu yang hinggap di atas bunga yang merekah.


Detik selanjutnya, Ken memainkan pucuk itu dengan lihainya, benjolan kecil milik Zoya diputar-putar sesuka hati membuat si empunya meremang seketika.


"Dad, Zoya ingin fokus menonton film. Jadi hentikan aksi gilamu ini!" ucap Zoya sedikit menekan, lantas dia menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesaah.


"Fokuslah, Sayang. Daddy sudah bosan melihat ke depan, Daddy ingin melihat yang lain."


"Daddy, mana bisa seperti inihh? Akuhhh_"


Kalimat Zoya terpotong, saat pucuk dadanya basah oleh air liur Ken. Raga kekar di sebelahnya benar-benar tahu titik lemahnya, menjadikan dia sebagai tawanan di atas tubuh yang lebih memiliki kuasa.


Dan selama film itu diputar, yang Ken lakukan hanyalah membuat gadis di sampingnya mendesaah tertahan, meremang-remang tidak karuan, menekan kepalanya, atau bahkan menjambak rambutnya.


Ken tetap tidak peduli, dia malah semakin tertantang untuk membuat Zoya tidak berdaya, dan menunjukkan wajah sensualnya. Hanya di depannya.


Hingga Zoya ikut menjerit, pas sekali di depan sana film tengah menampilkan adegan kecelakaan. Sementara di kursi belakang, Ken menggigit pucuk dada Zoya membuat suara lenguhan itu lepas.


Ken benar-benar gila.


"I am sorry, Baby. Aku membuatmu basah."

__ADS_1


Dan yang bisa Zoya lakukan adalah berdecak kesal dan menghembuskan nafasnya yang menderu hebat, dengan hasrat yang membuncang.


*


*


*



Ngothor : Dad!


Daddy : Hemm


Ngothor : Itu kenapa dikit doang?


Daddy : Apanya Thor?


Ngothor : Itu tangan nuruninnya, kenapa kagak sekalian?


Daddy : Yaelah itumah maunya elu. Lagian lu nyebarin foto-foto gue Mulu si, aib gue lagi mangap lu kasih tahu, parah betdah.


Ngothor : Biar mereka trepelingnya sempurna, Dad. lu kata anak Soleh gue.


Daddy : Serah elu dah.


Ngothor : Yaudah itu turunan dikit, uler python sesek itu.


Daddy : Idih, enak aja. Sorry-sorry tusey ya Thor gue tahu akal bulus lu! Bye, gue mau nyusuuuu.


Ngothor : Dih dasar anak durhakim, udah susah2 gue gedein.

__ADS_1


Gedein pythonnya maksudnya 😭😭😭


__ADS_2