
Sejak hari itu, Reymond tidak lagi tinggal bersama Imelda. Dia bahkan sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Sesuai dengan tekadnya yang sudah tidak bisa dia ubah.
Dan semenjak hari itu pula. Kejiwaan Imelda semakin terganggu, dia kerap menangis sendiri, bicara sendiri, tertawa sendiri, marah-marah sendiri, pokoknya semua yang dia lakukan serba sendiri. Seperti judul lagu.
Dan hal itu membuat Nora dan Raga merasa prihatin. Terkadang mereka ikut menangis, menyaksikan tingkah Imelda. Keluarga mereka seperti dihancurkan oleh boom atom yang memiliki kekuatan besar, sekali dijatuhkan semuanya langsung berantakan.
Dari semua kejadian ini, sedikit demi sedikit pikiran Nora mulai terbuka. Sebuah obsesi dan ambisi untuk memiliki Ken perlahan sirna, karena kini di sampingnya ada pula seorang pria yang senantiasa menemaninya, dan menjadi tempat Nora mencurahkan segalanya.
Dia adalah dokter yang kala itu memeriksa Zoya. Arsen namanya, dia adalah teman dekat Nora dari semenjak mereka SMA.
Mendapati Imelda yang semakin hari kondisinya semakin buruk. Nora tak bisa tinggal diam. Akhirnya Nora pun menghubungi Reymond. Dia meminta bantuan sang ayah untuk menangani ibunya.
Dan akhirnya semua orang sepakat, untuk membawa Imelda ke rumah sakit jiwa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari Ken dan Zoya semakin terasa indah, karena hari pernikahan mereka sudah ada di depan mata. Dan selama itu pula, mereka tidak pernah lagi mencapai nirwana, mereka seolah tengah mengumpulkan tenaga untuk malam pertama mereka.
Tepat hari ini, pernikahan Zoya dan Ken akan dilangsungkan. Seketika semua orang dibuat sibuk, karena membantu tim wedding organizer menyulap mansion menjadi tempat yang indah, bak istana.
Semua persiapan sudah matang, undangan sudah disebarluaskan. Pernikahan mereka benar-benar diadakan besar-besaran. Dan itu semua adalah permintaan Kakek Abian.
Ken tidak menolak, karena dia pun ingin memberikan yang terbaik untuk calon permaisurinya. Bidadari tak bersayap yang menolong hidupnya. Zoya.
Selama seharian ini, Zoya dan Ken dilarang bertemu. Larangan itu turun langsung dari mulut kakek Abian. Dan didukung oleh para asisten rumah tangga, juga para pengawal.
Namun, bukan Ken namanya jika patuh pada ucapan pria tua itu. Selamanya, pria nakal ini hanya akan patuh pada ucapan Zoya. Itu juga kalau Zoya sedang marah.
Ceklek!
Pintu kamar Zoya terbuka dan langsung ditutup kembali oleh orang yang baru saja masuk. Bahkan dikunci, dan kunci tersebut dimasukan ke dalam saku.
Dan hal itu sukses membuat Zoya yang kala itu baru saja menyelesaikan mandi, membelalakkan matanya. Dia reflek memegangi handuknya.
"Hubby, kamu mau apa? Bukannya kita tidak boleh bertemu?" tanya Zoya dengan raut wajah cemas.
Pasalnya tim MUA sudah datang, dan menyuruhnya untuk bersiap-siap. Namun, Ken tidak mendengar alasan apapun, dia malah mendekat dan mengunci tubuh gadis itu di lemari pakaian.
"Dari pagi aku belum melihat wajahmu, Sayang. Aku sudah rindu," rengek pria yang tidak kenal umur itu.
Sementara Zoya hanya bisa menelan ludahnya kasar, sambil memegangi handuknya kuat-kuat agar tidak merosot. Bisa gawat kalau Ken melihatnya telanjang.
__ADS_1
"Tapi sebentar lagi juga kita bertemu, Hubby. Bahkan nanti malam kita...."
Zoya menggantung ucapannya kala melihat Ken sudah menyeringai tipis. Hih, dia tidak bisa membayangkan bagaimana buasnya Ken nanti malam. Apa ranjang ini akan benar-benar ambruk oleh pria tampan ini?
"Nanti malam apa?" tanya Ken, menggoda Zoya yang mulai merona. Dia mendekatkan wajahnya hingga pucuk hidung itu saling beradu.
Zoya bisa merasakan hembusan nafas Ken menerpa wajahnya, membuat bulu romanya terbangun seketika.
"Hubby jangan menggodaku, sudah sana keluar. Nanti tim MUA mau datang. Hubby juga harus bersiap-siap, kalau kita bertemu seperti ini, nanti aku tidak bisa membedakan wajahmu. Wajahmu jadi tetap sama seperti hari-hari sebelumnya," cetus Zoya ingin Ken segera menyingkir dari hadapannya.
Sebelum semuanya terlambat, karena dia tahu bagaimana pria itu. Seperti seekor kucing yang diberi ikan asin, Ken pasti akan langsung menyergapnya.
"Memangnya setiap hari aku seperti apa? Bukankah aku selalu terlihat tampan, Baby?" tanya Ken dengan penuh percaya diri, bahkan dia memainkan kedua alisnya, naik turun, atas bawah.
"Iya-iya, sudah sana cepat keluar!" Zoya mendorong dada Ken, tetapi bukan dia yang terlepas dari kurungan pria itu. Melainkan handuknya.
Ya handuknya terlepas begitu saja.
"Oh my God, Baby. Kenapa kamu malah menggodaku?" Ken pura-pura terkejut dan menutup matanya dengan kedua tangan. Sementara celah-celah jari itu terbuka lebar.
Wajah Zoya merah padam, dengan gerakan cepat dia mengambil handuknya yang jatuh ke lantai, tetapi secepat itu pula tangan Ken menahan dan menguncinya.
Kini, Zoya tidak bisa lagi untuk menolak, ataupun menghentikan aksi gila Ken. Karena kedua tangannya sudah dikunci di atas kepala. Sementara bibirnya langsung disesap oleh pria tampan itu.
Hingga sebuah suara gagang pintu yang digerakkan dari luar, membuat Zoya membelalakkan mata. Namun, seolah hanya Zoya yang mendengar itu semua, karena Ken masih asyik dengan aksinya.
"Hubby, di luar ada orang!" ucap Zoya sambil menahan desaah. Karena Ken tengah mengecupi lehernya. Hanya sebuah ciuman, tetapi benar-benar mematikan.
"Nona, apa anda masih mandi?" tanya salah satu tim MUA.
Mendengar itu, Zoya tak bisa menjawab, dia malah semakin menggigit bibir bawahnya, dengan wajah yang memerah, bak kepiting rebus. Sial, Ken selalu membuatnya tak berdaya.
Cup!
Kecupan terakhir Ken berikan dipucuk yang sebentar lagi akan menjadi miliknya itu. Pria ini tersenyum sumringah, merasa puas karena telah mendapat suntikan tenaga, yang akan membuatnya terus tersenyum sumringah di sepanjang acara.
"Thank you, Baby. Kamu memang yang terbaik," ucap Ken sambil melepaskan tangan Zoya. Dia mengambil handuk, lalu memakaikannya di tubuh sang gadis.
Dan setelah itu, baru dia keluar dari kamar Zoya. Sebelum benar-benar pergi, Ken memberikan ciuman virtual, dan Zoya hanya mampu terdiam dengan ledakan dahsyat di dadanya.
Sial, aku basah.
__ADS_1
*
*
*
Gue nggak mau ngoceh, ntar diketawain 😏😏😏
Note : Tersenyum sumringah ngusel-ngusel ngothor.
Daddy : Thor gue mau nikah!!!
Ngothor : Bodo amat!!!
Daddy : Lu kagak seneng amat kayaknya kalo gue buka puasa🙄
Ngothor : Ya terus gue kudu apa? Nyiapin kemenyan sambil megangin kamera? Ya kali lu nya mau syuting pilem emah-emahan😏
Daddy : Ya kagak gitu juga, maksud gue, suruh mereka kirim hadiah ke, apake.
Ngothor : Ya lu lah yang minta.
Daddy : Yah gue mah cuma minta satu aja.
Ngothor : Apaan?
Daddy : Doa gue semoga neng joya kagak palang merah.
Ngothor : Wah bagus juga tuh Edi lu.
Daddy : Weh Edi apaan?
Ngothor : ......
Daddy : Weh, Thor. Jangan macem-macem lu.
Ngothor : .....
Daddy : Ishhh, Thorrrrrr.
__ADS_1
Ngothor : ......
Daddy : Yah beneran. Nih mulut pake acara keceplosan. Awas lu pada Aminin. Python gue kagak bakal nongol😏😏😏 (Frustasi) 🐍🐍🐍