
Tak berapa lama kemudian, akhirnya mereka sampai di salah satu rumah sakit ternama di ibu kota. Ken segera memarkirkan mobilnya, dan mengajak sang istri untuk turun.
Sebelum benar-benar keluar dari mobil, Ken lebih dulu menghadiahkan kecupan manis di puncak kepala Zoya.
Lalu mengeratkan genggamannya. Ken mengulum senyum tipis. "Wanita cantikku harus dijaga dengan baik, aku takut ada yang menggodamu, jadi pegang erat tanganku!" Ujar Ken.
Namun, bukannya menurut Zoya justru terkekeh geli dan mencubit perut Ken hingga pria itu mengaduh. "Aw! Baby, kenapa kamu malah mencubitku?" Protes Ken dengan bibir mencebik, pura-pura marah.
"Mana mungkin ada yang menggodaku, sedangkan di sampingku saja ada python buas sepertimu," cetus Zoya, membuat Ken langsung melebarkan senyumnya.
Dengan gerakan cepat Ken mencium bibir merah merekah itu. Lalu mengusakkan pucuk hidung mereka berdua, beradu dengan gemas dan manja.
Lantas setelah itu mereka masuk ke dalam gedung rumah sakit. Tepatnya ke ruangan dokter kandungan, tak sampai lama mereka masuk ke dalam sana, mereka bertemu dengan dokter Susan.
Wanita itu tersenyum ramah, dan dibalas tak kalah ramah oleh Zoya, sementara Ken hanya memasang wajah datar, wajah yang dia tunjukkan kalau ada orang lain di antara dirinya dan Zoya.
"Tuan, ini siapanya Nona Zoya?" tanya dokter Susan, saat kedua orang itu sudah duduk.
Mendengar itu, Ken langsung memicing tajam. Bahkan kedua alisnya bertautan. "Tentu saja aku suaminya, memangnya Dokter pikir aku siapa?" Cetus pria matang itu, tak habis pikir dengan pertanyaan wanita yang ada di depannya.
Zoya menatap ke samping, dia mengelus lengan Ken dengan lembut. "Hubby, kenapa nada bicaramu seperti itu? Dokternya kan hanya bertanya."
"Bertanya sih bertanya, tapi yang wajar saja, jelas-jelas aku yang mengantarmu, kalau bukan suamimu lalu aku ini siapa?" timpal Ken masih tidak terima.
Dokter Susan sampai dibuat gelagapan, ingin bicara tapi tidak jadi-jadi karena disela terus oleh ocehan Ken.
__ADS_1
Akhirnya wanita itu meminta maaf, dan tersenyum kikuk, terjebak dengan pertanyaannya sendiri yang mengira Ken adalah paman atau bahkan mungkin ayah dari gadis muda yang ingin berkonsultasi dengannya.
Ken hanya mendengus, entah kenapa dia jadi sensitif sekarang, jangan dipikir dia tidak tahu apa maksud pertanyaan dokter Susan. Pasti wanita itu mengira hubungannya dengan Zoya bukan hubungan suami-istri.
Apa dia setua itu, sampai-sampai dia tidak pantas disebut sebagai suami Zoya?
Selesai berdebat hanya karena pertanyaan pembuka itu, Ken dan Zoya langsung membahas perencanaan mereka yang ingin segera memiliki momongan.
Dan tentang Ken yang pernah melakukan KB vasektomi, tidak ada yang ditutup-tutupi, Ken menjelaskannya secara gamblang, karena tidak mau mempersulit proses perencanaan mereka.
"Apa, Tuan, sudah melakukan tes analisis spermaa?" tanya dokter Susan, dan Ken langsung menganggukkan kepalanya.
"Tapi hasilnya belum turun, karena perlu menunggu beberapa bulan," jelas pria tampan itu.
Apalagi Zoya di dalam masa suburnya. Saat ini adalah waktu paling pas untuk melakukan hubungan, agar proses pembuahan itu terjadi dalam waktu dekat.
"Apa ada batasan untuk kita melakukannya?Misal sehari berapa kali, atau gaya yang paling bagus supaya benihku cepat jadi?" tanya Ken tanpa ragu, sementara di sampingnya Zoya langsung mendelik.
"Hubby, kamu_"
"Sayang, ini perlu kita pertanyakan, supaya aku memberi batasan, kamu kan tahu sendiri bagaimana aku kalau sudah berdua di kamar bersamamu," potong Ken cepat dengan mulutnya yang tidak memiliki rem.
Zoya mengatupkan bibirnya, dan menatap Ken dengan mata yang menajam. Sementara di tempatnya dokter Susan sudah senyum-senyum, membuat wajah Zoya seketika merah padam.
"Tapi_"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Nona. Itu pertanyaan wajar yang dilontarkan pasangan yang baru menikah dan ingin segera memiliki anak. Tuan dan Nona bisa melakukannya sesuai kebutuhan, dan pakailah gaya yang aman, supaya pasangan kita sama-sama senang dan nyaman," jelas dokter Susan dengan gamblang. Dia ikut memotong ucapan Zoya, karena dia paham bagaimana malunya wanita muda itu.
Sementara di samping Zoya, Ken langsung melebarkan senyumnya dengan sempurna, dia menatap ke arah sang istri dengan wajah yang benar-benar sumringah.
"Ayo kita pulang, supaya bisa cepat-cepat membuatnya ada," bisik Ken menggoda.
*
*
*
Ngothor : Dah kaya minum obat aja lu, nanya sehari berapa kali🙄
Daddy : Apan biar anak python gue cepet jadi, Thor 😌
Ngothor : Yakin banget lu bibitnya bisa bikin neng joyaa melendung.
Daddy : Ya yakinlah, kan gue udah kerja keras, banting sana, banting sini, hajar ini itu. Masa iya bibit premium gue kagak ada yang nyangkol?
Ngothor : Ya udah, gue mau nanya dulu ini sama reader anuable, anak-anak python gue nyang bae ati. Lu pada setujunya si python punya anak berapa? Soalnya mau gue rundingin ini ntar sama para kecebong, siape-siape yang jadi😌
Note : Nyang mau liat bapaknya python, bisa follow akun sosmed ngothor ye, ada pembersihan soalnye, supaya poto si python juga kagak bertebaran dimane-mane🥱
Salam anu👑
__ADS_1