Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Semuanya Menangis


__ADS_3

Benar-benar seperti dugaan Zoya. Baru saja Ken mendapatkan pelepasannya, pintu kamar mereka sudah diketuk dari luar. Zoya memasang telinga, memastikan bahwa dia tidak salah dengar.


"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa malah melamun?" tanya Ken, mengganggu Zoya yang sedang fokus, dia kembali meraih tangan Zoya untuk menggenggam kembali pythonnya.


Zoya menepis tangan Ken dengan sedikit keras, hingga tangan Ken terlepas. "Hubby, sebentar, di luar ada orang. Apa kamu tidak dengar?"


"Siapa sih, Baby? Bukankah setelah mandi anak-anak akan tidur? Kamu juga sudah melakukan pumping, 'kan?"


"Iya, Hubby. Tapi sepertinya di luar memang ada orang, dia terus mengetuk pintu kamar kita," ujar Zoya, dia kembali memasang telinga, dan benar saja, suara ketukan itu semakin keras, sampai Ken pun mendengarnya.


Keduanya saling pandang, Ken menghela nafas, sementara Zoya langsung menyambar handuk kimono. "Hubby, aku keluar sebentar."


Sebelum benar-benar keluar, Ken menarik tangan Zoya, dia langsung mencuri kecupan di bibir wanita itu dengan cepat. "Jangan lama-lama, aku masih ingin." Rengek si pemilik python gondal-gandul itu.


Zoya hanya mengangguk, mengiyakan ucapan Ken. Setelah itu dia melangkah menuju pintu, dan tanpa pikir panjang, dia langsung membuka benda persegi panjang itu.


Zoya sedikit tersentak saat mendapati Tari berwajah cemas, tetapi langsung berganti sumringah saat bersitatap dengan dirinya.


"Tar, ada apa?" tanya Zoya dengan kening yang berlipat-lipat.


Tari menundukkan kepalanya, sementara kedua tangan wanita itu saling bertautan. "Maaf, Nyonya. Baby A menangis lagi seperti tadi pagi, dan sekarang Baby El juga ikut-ikutan, mereka tidak mau tidur, padahal sudah kami beri susu seperti biasa."

__ADS_1


Mendengar itu, kedua netra langsung membola, lengkap dengan mulut yang menganga. Benar-benar tidak bisa dianggap remeh, anak sulungnya itu sungguh sangat peka. Pasti bayi itu merasakan makanan favoritnya kembali dicuri oleh sang ayah.


"Ya, sudah, aku pakai baju dulu yah. Nanti aku menyusul."


Tari langsung mengangguk, dia kembali ke kamar baby ABCDE. Sementara Zoya kembali ke kamar mandi, dia melihat Ken yang masih bertelanjang bulat, pria itu terlihat menyambut kedatangannya dengan tangan yang terbuka.


"Hubby, tidak ada waktu untuk mesra-mesraan. Anak-anakmu menangis!" Cetus Zoya sambil menyambar handuk, dan menyerahkannya pada Ken.


"What? Menangis? Kan ada baby sitter, Sayang."


"Masalahnya hanya anak sulung dan anak bungsumu yang menangis. Ini semua gara-gara kamu, sekarang Baby El juga ikut-ikutan, ayo kita lihat mereka!"


"Tapi, Baby_"


Tep!


Mulut Ken langsung kicep, mendengar ancaman Zoya, kalau sudah menyangkut kesejahteraan pythonnya, dia sudah tidak bisa melawan apapun ucapan istrinya. Ken hanya mengekor pada langkah Zoya menuju lemari pakaian lalu mereka berganti dengan cepat, ingin segera melihat keadaan dua bayi mereka.


Begitu keduanya sampai di kamar Baby ABCDE, semua baby sitter terlihat cemas, karena semua bayi kini menangis. Zoya dan Ken saling pandang, wanita beranak lima itu segera mendekat ke arah Baby A, sementara Ken menelan ludahnya.


Benar-benar repot ternyata.

__ADS_1


"Sejak kapan dia menangis?" tanya Zoya, melihat wajah anaknya kini sudah memerah, tanpa menunggu jawaban Nova, Zoya sudah membuka braa miliknya, braa yang dirancang untuk ibu-ibu menyusui, hingga Zoya tidak perlu lagi membuka semuanya.


Dan secepat itu pula Baby A melahap pucuk dada ibunya. Ajaib, tangis bayi yang semakin gembul itu langsung mereda, sementara Nova mulai buka suara, menceritakan bahwa Baby A menangis tak lama setelah kepergian Ken dan Zoya.


Zoya semakin yakin, ikatan batin tentang Baby A dan dirinya sudah semakin kuat. Buktinya bayi tampan ini bisa merasakan apa yang belum dia lihat.


Sambil menyusui Baby A, Zoya juga mengelus kepala anaknya yang lain. Beruntung mereka semua tidak terlalu susah, sementara Ken sedang menimang-nimang Baby El dengan menepuk-nepuk pantat bayi cantik itu.


"Hah, Baby, sepertinya dia juga cemburu padamu. Lihat, dia langsung diam begitu digendong olehku," ujar Ken merasa tak percaya, bahwa anak-anaknya mulai pilih-pilih ingin diperhatikan oleh siapa.


"Betul, Daddy. Jadi jangan berpikir untuk menambah anak lagi, atau besok kamu tidak akan kebagian jatah ASI," cetus Zoya, yang membuat Ken langsung mengangkat kedua alisnya.


Berabe ini urusannya.


*


*


*


Susah bayi lu yang atu ini mah, Neng Njoyyy 😂😂😂

__ADS_1



__ADS_2