
Seperti malam sebelumnya, Ken akan menyelinap masuk ke dalam kamar Zoya saat semua orang sudah terlelap, termasuk gadis itu sendiri.
Dan beruntungnya kali ini tidak ada kesialan untuk mencari kunci.
Karena Zoya membiarkan pintu itu terbuka dengan mudahnya. Menyadari itu, Ken langsung tersenyum senang, dan akhirnya dia yang mengunci pintu itu, saat dia sudah berhasil masuk ke dalam.
Ken melangkah pelan-pelan dan segera naik ke atas ranjang di mana Zoya berada, dia langsung melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping gadis itu, dan menghirup aroma tubuh Zoya dalam-dalam.
Aroma yang menenangkan dan akan selalu menjadi candunya.
Tak hanya itu, tangan Ken yang nakal juga langsung menelusup dibalik tank top Zoya, dan meraih satu bulatan kesukaannya.
Sumber kehidupannya.
Seperti hama yang menghancurkan tanaman, Ken pun berusaha menghancurkan tidur Zoya. Dia dengan tingkah usilnya menilin-nilin pucuk bulatan itu bergantian sambil menyesap tengkuk Zoya.
Namun, sejauh ini masih aman. Karena Zoya hanya sesekali bergumam, dan tak peduli dengan tindakan Ken.
Membuat pria matang dengan sejuta kemesuman itu terkekeh pelan, merasa gemas dengan Zoya.
"Baby, you are so cute," bisik Ken tepat di telinga Zoya cekikikan.
Dia bahkan meniup pelan lubang telinga itu, membuat Zoya menggerakkan kepalanya merasa kegelian dengan netra yang senantiasa terpejam.
__ADS_1
Lagi-lagi Ken tersenyum melihat Zoya yang tahan dengan aksinya, hingga dia mendekatkan kembali wajahnya ke telinga gadis itu.
Kali ini Ken memberikan sentuhan lidah, menjilati daun telinga itu hingga basah terkena air liurnya.
Dan hal itu berhasil membuat sang pemilik tubuh bergerak, memberi reaksi atas kelakuan Ken. Zoya menggeliat dan berbalik, memiringkan tubuhnya.
Membuat mereka saling berhadapan, netra Zoya menyipit di antara cahaya yang remang-remang dan memastikan bahwa apa yang dilihatnya adalah sesuatu yang nyata.
Ken kembali menyelinap ke kamarnya.
"Dad, apa yang kamu lakukan?" tanya Zoya dengan suara yang nyaris parau sambil mengucek salah satu matanya.
Ken tersenyum tipis, menarik pinggang Zoya agar merapat dengan tubuhnya. "Aku selalu tidak bisa tidur, Sayang. Jika tidak memelukmu." keluh Ken manja.
"Aku tidak bohong, Baby. Aku juga khawatir denganmu." Ken merapikan anak rambut Zoya ke belakang telinga, dan mengelus kepala itu dengan lembut.
"Apa yang Daddy khawatir kan tentangku? Do not lie, please!" ujar Zoya, tak menepis semua perlakuan manis Ken padanya.
Ken menatap netra itu, entah kenapa dia ikut merasa sakit saat Zoya menunjukkan kesedihan di depannya.
"Daddy tidak suka melihatmu sedih seperti tadi siang, Baby."
Mendengar itu, Zoya membalas tatapan mata Ken.
__ADS_1
Apakah Daddy benar-benar peduli padaku? Do you care about me?
Dengan tangan yang masih mengusap kepala Zoya, Ken kembali bersuara.
"Daddy harap kamu tidak perlu pedulikan perkataan orang-orang, cukup percaya pada Daddy. Karena Daddy akan selalu menjaga kamu. Only trust me, okey?"
Zoya bergeming sambil menunduk, dia tak menjawab sepatah katapun ucapan Ken yang berusaha menenangkannya.
Apalagi saat pria itu mengucapkan kalimat yang begitu manis di telinganya. "Daddy menyayangimu, Zoy. Bukan sebagai seorang putri, tapi sebagai seorang wanita dewasa. Daddy tidak tahu ini perasaan apa. But, i love you. I love you so much, Zoya." Ujar Ken sungguh-sungguh.
Mendengar itu, tak dipungkiri, hati Zoya kembali terusik dan berdenyut, ada desiran aneh di dalam sana. Meskipun dia tidak tahu, semua itu sebuah kebenaran atau bukan.
Sungguh Zoya tidak tahu, dia hanya mencoba untuk percaya, bahwa Ken akan terus menjaganya.
Hingga dia begitu pasrah saat Ken mengikis jarak untuk mengecup bibirnya.
"I need you, Baby. Don't leave me."
*
*
*
__ADS_1
Merduuuuuu bangetttt suara setannnn🤣🤣🤣 Kita usir setannya dengan kembang tujuh rupa gaysssss 🤣🤣🤣