Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #33


__ADS_3

Pria tampan itu belum mau beranjak dari tempatnya berdiri. Padahal ada banyak kamar di mansion ini, tetapi entah kenapa sedikitpun Ken tidak ingin meninggalkan kamar yang biasa dia tempati dengan sang istri.


Mengisyaratkan bahwa dia tidak akan bisa tidur dengan tenang, jika dia tidak memeluk tubuh ibu hamil itu. Ken akhirnya menghamparkan selimut tepat di depan pintu, mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Siapa tahu tiba-tiba Zoya berubah pikiran dan membiarkan dia masuk. Ken mulai memejamkan matanya, untuk beberapa saat tidak ada suara apapun. Semuanya terasa hening.


Namun, tiba-tiba terdengar sebuah isak tangis yang membuat Ken terhenyak. Dia langsung membuka kedua matanya dan menatap ke daun pintu, sepertinya suara isak tangis itu berasal dari dalam. Apa benar kini Zoya sedang menangis?


Ken bangkit dan mencoba mengetuk pintu pelan-pelan.


Tok Tok Tok...


"Sayang...," panggilnya dengan lembut, tetapi bukannya mendapat jawaban. Suara tangis itu justru terdengar semakin kencang.


"Zoy, kamu kenapa, Sayang? Kamu menangis? Buka pintunya dulu, biarkan aku masuk," ucap Ken lagi masih mencoba membujuk Zoya agar mau membuka pintu kamar mereka.


Waktu menunjukkan pukul 3 pagi, dan Zoya yang masih berada di dalam ambang batas keras kepalanya. "Kenapa kamu diem aja? Kenapa nggak berusaha bujuk aku?" jawabnya dengan sesenggukan.


Apalagi ini Ya Tuhan? Ken melongo mendengar ucapan Zoya dari dalam sana. Jelas-jelas wanita itu yang tak memperbolehkannya masuk? Bagaimana bisa dia membujuk?


"Asal kamu tahu? Aku jadi nggak bisa tidur," ucap Zoya lagi sambil memeluk lututnya. Sedari tadi dia tidak tidur, dia ingin Ken berusaha membujuknya, tetapi sampai dia merasa kesal sendiri, tidak ada reaksi apapun dari pria itu.

__ADS_1


Apa yang dia tunggu tak kunjung datang, hingga akhirnya yang bisa dia lakukan hanyalah menangis. Dia ingin tidur dipeluk oleh pria itu, atau sekedar diusap perut maupun punggungnya.


Ken menghela nafas panjang, dia tahu mau bagaimana pun posisinya akan tetap salah. Jadi sebaiknya dia mengalah sebelum singa betina semakin bertambah marah.


"Aku minta maaf, Sayang. Sekarang buka pintunya yah? Kita bicara baik-baik," bujuk Ken.


"Dulu tanpa aku harus buka pintu kamu juga bisa masuk? Sekarang kenapa nggak gitu? Kamu udah nggak sayang yah sama aku?"


Lho, lho! Makin melantur saja ucapan ibu hamil itu. Dan bodohnya Ken tidak berpikir sampai ke sana. Dia kan memiliki duplikat kunci pintu kamar mereka, kenapa pula susah-susah membujuk Zoya.


Ken memijat pelipisnya yang terasa berdenyut karena sampai saat ini urat-urat dalam kepalanya terus menegang. Pria tampan itu segera membuka pintu, dan dalam ruangan yang temaram itu dia bisa melihat Zoya yang meringkuk di atas ranjang.


Ken melangkah pelan mendekati istrinya, dia hendak menyentuh tubuh Zoya tetapi secepat itu pula Zoya menepis tangan Ken. "Cuci tangan dulu!" Ketusnya.


Kemudian setelah itu, Ken keluar dan menyalakan lampu. Melihat Zoya yang sudah merubah posisi dengan berbaring. Tanpa membuang waktu Ken segera naik ke atas ranjang, dan memeluk tubuh wanita itu dari belakang. "Maafkan aku, Sayang. Aku kurang peka sama kamu."


Zoya masih sesenggukan. "Harusnya kamu ngerti dong, aku cemburu, aku nggak suka liat kamu sama perempuan lain. Kamunya malah begitu, diem aja."


"Iya-iya, aku salah. Aku minta maaf yah." Ken mencoba membalik tubuh Zoya agar menghadap ke arahnya, dan Zoya menurut dia mengubah posisi hingga dia bisa melihat wajah sang suami, dia mengepalkan tangannya dan memukul dada Ken.


"Inget, aku lagi hamil, dan kamu yang bikin aku kayak gini." Wanita itu masih menguapkan kekesalannya, dan Ken hanya bisa menerima perlakuan Zoya di atas tubuhnya. Biarkan saja, selama ini dia yang selalu bersikap semena-mena, sekarang giliran Zoya yang menyiksanya.

__ADS_1


"Jangan diem aja!" cetus Zoya, melihat Ken pasrah.


Hah! Sebenarnya dia harus bagaimana? Melawan? Begitu maksudnya?


"Aku harus apa, Sayang? Aku tidak mungkin melawanmu, 'kan? Yang ada kamu makin kesal padaku," ucap Ken dengan wajah yang sudah tidak bisa didefinisikan bentuknya.


"Ish, Hubby nggak ngerti-ngerti!"


"Aku bukannya tidak mengerti, Sayang. Tapi kamu mau apa, ayo bicara!"


"Aku mau ini!" jerit Zoya sambil menggenggam python milik suaminya.


Eh?


Ken keder jadinya.


*


*


*

__ADS_1


Ari neng njoyyy damang?🤣🤣🤣


__ADS_2