Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Pelepas Lelah


__ADS_3

Setelah makan malam, seperti biasa Ken akan menidurkan si Barbie El terlebih dahulu. Tak begitu sulit, asal ada susu dan boneka ular kesayangannya, El pasti akan cepat tertidur. Sementara yang lain sudah terlelap dalam box masing-masing.


Lain halnya dengan Aneeq. Bocah tampan itu memang paling sulit untuk dikendalikan. Zoya sudah membawa bocah yang mendekap buah semangka itu ke dalam kamar mereka. Akhirnya setelah mengecup satu persatu kening anaknya, Ken menyusul.


Ya, tadi sore Ken membawa anak-anaknya ke supermarket hanya untuk membeli buah semangka juga boneka kesayangan El yang dirusak oleh Aneeq. Alhasil sekarang semangka besar itu terus didekap oleh sang anak, entah apa daya tariknya hingga bocah tampan itu sangat menyukai buah semangka.


Ken masuk ke dalam kamar, dan dia langsung disuguhi pemandangan si kecil yang sedang menyusu pada ibunya. Kalau tidak begitu, yang ada Aneeq kecil tidak akan tidur, dan rewel semalaman.


Ken ikut naik ke atas ranjang, hingga tubuh mereka berhadapan. Zoya mengangkat kepalanya, melihat Ken dengan tersenyum tipis. "Anakmu, Dad. Tidak ada yang dibuang."


Ken terkekeh kecil, dia mengusap puncak kepala Zoya. Tak dipungkiri Aneeq memang anak yang paling mirip dengannya, tak hanya wajah, kelakuan bocah tampan itu juga tidak bisa diragukan.


"Kan dia memang anakku, Sayang. Kalau aku tidak mengakuinya, nanti kamu marah," ledek Ken sambil menjawil pucuk hidung Zoya. Wanita beranak lima itu mengerucutkan bibirnya, sebal kalau Ken masih mempertanyakan anak mereka.


Mendengar ayah dan ibunya bicara, Aneeq mengangkat kepala. Tangan mungil Aneeq terulur ke arah wajah Zoya, dan tak membiarkan sang ibu terus-menerus menatap sang ayah.

__ADS_1


"Ada apa, Sayang?" tanya Zoya, Aneeq langsung menggelengkan kepala, tanda ia tak mengizinkan Zoya untuk bicara dengan Ken, cukup perhatikan dia saja. Sementara mulut Aneeq tak berhenti untuk menghisap apa yang menjadi kesukaannya.


"Mommy tidak boleh bicara dengan Daddy?" Tanya Zoya memperjelas kelakuan Aneeq. Pria kecil itu langsung mengangguk dan tersenyum. Ia juga mengangkat kakinya dengan satu tangan.


Melihat itu, Zoya terkekeh merasa lucu. Sementara Ken sudah mendengus kasar, dia langsung mengarahkan wajahnya ke punggung Aneeq, dan mengusak-ngusak hingga Aneeq kegelian.


Alhasil pria kecil itu tertawa girang dengan tubuh yang menggelinjaang.


"Dasar pelit kamu yah, anak siapa sih ini, hem? Sukanya sama semangka, Mommy juga tidak boleh direbut, maunya mimik terus," ucap Ken sambil merengkuh pinggang mungil Aneeq, tangan kekar pria tampan itu melingkar sementara wajahnya terus membuat Aneeq kegelian.


Pria kecil itu melepas susuannya, dia meronta mencoba melepaskan diri dari rengkuhan sang ayah dan berganti memeluk tubuh Zoya.


"Anyak Mommy," ucap Aneeq menjawab pertanyaan Ken. Dia mengusal dan membuat Zoya gelagapan. Ken tidak membiarkan itu, dia kembali menarik tubuh Aneeq, dan pura-pura menggigit perut bocah tampan itu.


Pelepas segala rasa lelah, ya ini dia. Melihat senyum Zoya dan melihat anak-anak pythonnya tertawa.

__ADS_1


"Oh jadi An bukan anak Daddy?" tanya Ken, dan Aneeq langsung menggeleng sambil tertawa, menunjukkan gigi-giginya yang serba mungil.


"Awas yah kalau nanti minta semangka, Daddy nggak bakal kasih."


Aneeq melirik Zoya, dan memeluk leher wanita itu. "Nyanti minta cama Mommy."


Ken tidak membiarkan itu, dia kembali merengkuh tubuh kecil Aneeq dan menghempaskannya di ranjang, Ken gemas sekali kalau bocah-bocah ini sudah bicara. Bawaannya ingin mengusak-ngusak pipi gembul dan perutnya yang menggelembung.


"Enyutnya siapa ini yang endut?"


"Hehehehe." Aneeq tertawa sambil menatap wajah sang ayah yang sudah sangat gemas padanya. Dia hendak bangkit, tetapi Ken tidak mau melepaskannya. Aneeq terus tertawa sambil memegangi kepala Ken yang bersarang di perutnya.


Sementara Zoya hanya bisa menonton pemandangan manis itu dengan tersenyum, dia sama sekali tak menutup buah dadanya, sebab Aneeq pasti akan langsung menangis, dan tak memedulikan sang ayah.


"Gantian yah, mimiknya buat Daddy?" ucap Ken, dan Aneeq langsung merangkak cepat ke arah Zoya, kembali meraup benda kesukaannya, karena takut direbut oleh sang ayah.

__ADS_1


Melihat itu, Ken dan Zoya terkekeh bersama.


__ADS_2