Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Special Moment


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, perputarannya tak terasa hingga tiba-tiba Ken dan Zoya sudah benar-benar akan menjadi orang tua bagi kelima bayinya.


Usia kandungan Zoya sudah masuk 8 bulan, perut wanita itu terlihat jauh lebih besar dari kebanyakan wanita hamil, karena jumlah anak yang ada di dalam rahimnya.


Dan hal tersebut membuat Ken terkadang merasa tak tega, apalagi Zoya kerap mengeluh ini itu. Pria itu tak lagi mengizinkan Zoya untuk pergi ke mana-mana, dia khawatir istrinya akan kenapa-kenapa.


Ken juga sudah memperkerjakan lima baby sitter sekaligus, karena masing-masing akan mengasuh satu bayi, dia akan memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anaknya, tetapi meski begitu, Ken akan selalu siap sedia menjadi ayah yang siaga untuk mereka.


Harusnya Zoya yang lebih cemas dengan kelahiran anak mereka. Harusnya Zoya yang merasa was-was, takut terjadi sesuatu kepadanya, atau bahkan pada kelima anaknya saat persalinan nanti. Akan tetapi di sini justru Ken yang terlihat sangat frustasi.


Wajah pria tampan itu semakin pias, di saat hari persalinan Zoya sudah ditentukan oleh dokter Susan. Dan tepat pada hari ini, wanita itu sudah masuk rumah sakit dengan ditemani olehnya.


"Sayang, aku di sini, aku akan selalu menemanimu," ucap Ken di saat Zoya didorong masuk ke dalam ruangan operasi. Ya, karena jumlah bayi mereka yang begitu banyak, dokter Susan memajukan persalinan, dan memakai prosedur operasi caesar.


Pria itu sudah memberitahu hal tersebut pada kakek Abian dan juga Reymond. Dua pria tua itu juga turut hadir, memberi semangat, bahkan Reymond sempat memeluk Zoya di saat wanita itu masih berada di ruangannya.


"Semangat anak Papa. Semoga operasinya berjalan dengan lancar. Kamu dan bayimu juga selamat, tidak kurang suatu apapun. Papa akan menunggumu dengan banyak doa, jadi jangan buat Papa, Kakek Abian, dan suamimu cemas. I love you, my princess."


Itulah ucapan semangat dari Reymond yang membuat Zoya menitikan air mata. Namun, karena mendengar itu semua, semangat dalam jiwanya justru semakin hidup, karena dia yakin ada banyak orang di sekelilingnya, orang-orang yang menyayanginya.


Jarum infus sudah sudah menancap di tangan Zoya. Sementara di sampingnya ada seorang pria yang begitu mencintainya. Ken dengan setia menemani Zoya, dan menciumi puncak kepala wanita itu.


"Berjanjilah untuk baik-baik saja, Baby. Jangan buat aku takut, jangan buat aku khawatir, jangan buat aku gelisah, ku mohon jangan terluka," ucap Ken dengan suaranya yang parau.


Entah sudah sebanyak apa Ken bicara seperti itu, dia hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Dia tidak ingin Zoya-nya kenapa-kenapa.


Wanita itu mengulum senyum tipis sambil mengusap lembut pipi Ken. "Hubby, jangan khawatirkan apapun. Aku pasti tidak akan kenapa-kenapa, percayalah aku akan baik-baik saja. Kita hanya perlu berdo'a. Selebihnya kita serahkan pada dokter."


Ken mengangguk meski dadanya tak berhenti bergemuruh hebat. Dia semakin mengeratkan genggaman tangannya, mengalirkan cinta dan kekuatan untuk Zoya. "I love you, Zoy. Berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku." Ken mengecup dalam puncak kepala istrinya, dan Zoya hanya bisa menikmati semua itu dengan uluman senyum.


Tak berapa lama kemudian, sayatan pisau kecil sudah menggores kulit Zoya. Meski wanita itu sudah dibius, tetap saja membuat Ken merasa ngilu, dia bahkan tidak sanggup untuk melihat itu semua, dia memalingkan wajahnya, hingga terdengar suara gelak tangis bayi yang begitu menggema.


Air mata Ken langsung luruh, dia melihat bayi mungil yang baru saja berhasil dikeluarkan. Dia mengecup kembali kening Zoya, dengan air mata yang terus merembes menyebrangi pipinya.


Bayi pertama berjenis kelamin laki-laki, dokter terus mengeluarkan bayi-bayi selanjutnya, sampai empat bayi jenis kelamin mereka tetap sama. Hingga saat bayi terakhir, sang dokter tersenyum. Karena satu diantaranya, ada pula bayi perempuan.

__ADS_1


Jadi terhitung dari jumlahnya. Anak Ken dan Zoya memiliki jenis kelamin empat laki-laki dan satu perempuan. Dan semuanya tidak kekurangan sesuatu apapun, tetapi karena terlahir prematur, mereka harus dipindahkan ke ruangan khusus, di mana bayi-bayi tersebut akan masuk ke dalam inkubator. Guna menjaga kesehatan tubuh mereka di awal kehidupannya.


Suara tangis bayi bersahut-sahutan, Ken memeluk bahu Zoya memberikan ucapan terima kasih untuk segalanya. "Sayang, terima kasih banyak, terima kasih sudah memberiku anugerah seperti mereka. Aku mencintaimu, Zoya. Sangat, sangat mencintaimu."


Zoya tak kalah bahagianya, dia terus mengulum senyum dengan tangis yang ikut mendera. Kebahagiaan keduanya semakin terasa sempurna, dengan kelahiran kelima buah hati mereka.


Setelah behasil mendapatkan jahitan, Zoya dipindahkan ke ruangan VVIP yang sudah Ken pesan dari jauh-jauh hari. Sementara anak-anak mereka masuk ke dalam ruangan inkubator, yang biasanya tersedia di unit perawatan intensif neonatal atau neonatal intensive care unit (NICU).


Di ruangan Zoya, Ken sama sekali tidak pernah jauh dari wanita itu. Dia terus berada di samping Zoya dan memeluknya dengan posesif.


Kakek Abian dan Reymond mendekat, untuk memberikan ucapan selamat.


"Nak, selamat yah. Semoga kalian terus bahagia, dan bisa membesarkan anak-anak kalian sama-sama. Kakek akan selalu mendoakan kalian semua," ucap kakek Abian sambil mengusap puncak kepala Zoya.


"Terima kasih, Kek. Kakek juga harus sehat, supaya bisa bermain dengan mereka. Cicit Kakek menggemaskan lho, seperti Daddy-nya," balas Zoya dengan terkekeh di ujung kalimatnya.


"Tentu saja, Baby. Kan aku yang membuatnya, kalau menyebalkan pasti mirip Kakek."


Dan satu cubitan langsung melandas di perutnya yang sedikit membuncit, karena selama Zoya hamil, Ken akan selalu menjadi tempat penampungan, di saat makanan yang Zoya inginkan tidak dihabiskan.


Kakek Abian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan cucunya. Sementara Reymond tersenyum lebar, dan mendekat kembali ke arah Zoya.


"Ken, Zoya, selamat ya, Nak. Papa tidak tahu lagi harus berbicara bagaimana, yang jelas Papa bahagia, karena sekarang Papa sudah menjadi seorang Kakek. Berbahagialah kalian," ucap Reymond tulus, Zoya tersenyum dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang ayah.


"Terima kasih juga sudah menemani Zoya di sini. Kami semua akan terus bahagia, seperti apa yang Papa bilang. Maafkan semua kesalahan Zoya yah, Pa. Mulai sekarang, jangan sungkan untuk datang, temui cucu-cucu Papa. Mereka juga pasti akan senang."


Kedua mata Reymond berkaca-kaca. Merasa haru dengan balasan Zoya. Dia mengangguk sambil membatin, mengucapkan terima kasih pada Elina yang sudah berada di surga.


Terima kasih, El. Sekarang kita sudah punya cucu, cucu dari putri kita, Zoya.


Setelah suasana haru biru itu, Kakek Abian langsung menyeletuk. "Kamu sudah menyiapkan nama untuk anak-anakmu, Ken? Kalau belum, biar Kakek yang memberikan nama untuk mereka."


"Enak saja, tidak boleh! Aku kan Daddy-nya. Jadi aku yang berhak memberikan nama untuk mereka. Bahkan aku sudah menyiapkannya dari jauh-jauh hari," cetus Ken.


Padahal kakek Abian hanya bertanya, tetapi pria satu ini malah marah-marah tidak jelas, seolah kakek Abian ingin merebut posisinya.

__ADS_1


Kakek Abian menghela nafas panjang. Dan Zoya hanya bisa tersenyum miring mendapati kelakuan suaminya.


"Ya sudah, siapa nama anakmu. Bila perlu dicatat supaya tidak lupa!" ujar kakek Abian, mengalah pada si Cassanudin yang selalu menolak tua, padahal sekarang anaknya sudah lima.


Ken mulai menyebutkan nama-nama anaknya. Karena anaknya ada lima, seperti balonku yang rupa-rupa warnanya. Ken membuat urutan, dari abjad A sampai E. Jadi anaknya adalah Baby ABCDE.


Anak pertama, Ken memberi nama Aneeq Conda Tanson. Anak kedua, Bizard Welling Tanson. Anak ketiga, Chow Branson King Tan. Anak keempat, Derrick Mojave Tanson. Dan yang terakhir, karena mengingat mendiang ibu kandung Zoya, Ken memberinya nama Eliana Sancha Tannia.


Pria tampan itu senantiasa tersenyum lebar saat menyebutkan nama anak-anaknya. Namun, Kakek Abian dan Reymond justru saling pandang.


"Kok nama anak-anakmu agak aneh yah?" cetus Reymond yang merasa janggal dengan nama-nama cucunya.


Ken mendengus. "Itu sudah paling bagus Ayah Mertua."


"Yuk kita nyanyi sama-sama."


*


*


*


Pythonku ada lima...


Rupa-rupa jenisnya...


Aneeq Conda, Welling, Chow Bra...


Derrick dan juga Sancha...


Melembung perut Mommy (Zoy)...


Daddy Ken sangat bahagia... Pythonnya jadi lima, ngalahin cacing Alaska...


Ayeh, ayeh...👏👏👏

__ADS_1


Ayo Baby ABCDE, kita palak mereka, biar lu pada disirem kopi sama ditaburin kembang. Supaya nggak gendeng kaya Daddy kalian 😌😌😌


__ADS_2