Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #21


__ADS_3

Pagi harinya.


Ken bangun terlambat karena dia tidur kembali setelah puas bercinta dengan Zoya. Dia segera bergegas menyiapkan kebutuhannya sendiri, karena sang istri masih nyenyak dalam pembaringannya.


Dia tidak akan menyalahkan Zoya. Toh yang membuat istrinya seperti itu adalah dirinya. Dia memasang jas di tubuh kekarnya, menyisir rambut dengan asal lalu melangkah ke dekat pembaringan sambil menyambar tas kerjanya.


Cup!


"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu yah. Maaf tidak menyiapkan sarapan untukmu, aku sedang buru-buru," ucap Ken setelah mencium sekilas pipi Zoya.


Dia mengusap wajah cantik wanita itu dengan uluman senyum. Lantas setelah itu dia melangkah keluar dan turun ke bawah sana.


Di meja makan, kakek Abian sudah duduk dan memakan makanannya lebih dulu. Menunggu Ken hanya akan membuat maagnya kambuh karena pasti dia akan telat makan.


Baru saja datang, Ken langsung menyambar sandwich lalu meraih tangan kakek Abian untuk diciumnya. "Kek, aku langsung berangkat." Ucap Ken dengan sedikit tergesa.


Sebelum Ken kembali melangkah, kakek Abian lebih dulu bersuara. "Heh, bocah nakal! Makan sambil berjalan, duduk dulu dan habiskan sarapanmu!" Tegur pria tua itu.


Ken menoleh. "Aku sudah terlambat, Kek. Aku makan di jalan saja sambil menyetir." Jawabnya lalu kembali melangkah, tetapi lagi-lagi kakek Abian mengajaknya bicara.


"Lagian kamu ini kenapa bisa terlambat begitu?"


Ken menghela nafas, pria tua ini benar-benar memancing kesabarannya. "Semalam aku kebanyakan menyusu!" Cetusnya yang membuat kakek Abian langsung tersedak.


Uhuk!


Namun, bukannya menolong sang kakek, Ken malah menarik satu sudut bibirnya ke atas. "Makanya kurang-kurangi keinginan tahuanmu, Kek. Menyesalkan mendengar cucumu kebanyakan minum susu?"


Ken terkekeh pelan, tanpa menunggu jawaban sang kakek dia langsung melenggang keluar. Sementara Bi Lila yang melihat itu langsung menyambar air putih dan memberikannya pada kakek Abian.


"Ck, dasar cucu kurang ajar!"

__ADS_1


*


*


*


Setelah pulang kuliah, Zoya tidak langsung pulang. Dia sudah berjanji untuk datang ke kantor suaminya, dengan membawa makan siang.


Saking sibuknya karena sang asisten tidak ada. Ken tidak bisa makan siang di luar, alhasil Zoya yang membawa makanan tersebut untuk suaminya.


Tak sampai lama Zoya akhirnya sampai di depan perusahaan milik Ken. Terakhir kali dia ke tempat ini, saat dia dan Ken baru saja resmi berpacaran. Dan sekarang, dia malah sudah menjadi nyonya di keluarga Tan.


Zoya melangkah dengan riang, tak harus menunggu Zoya langsung naik ke ruangan Ken. Dia memakai lift khusus karyawan, dan mengantri seperti yang lain, tetapi orang-orang yang ada di sekitarnya merasa segan.


"Kenapa kalian menghindari aku? Ayo masuk sama-sama," ajak Zoya yang melihat semua orang kompak mundur ke belakang, dan menyisakan dirinya saja saat pintu lift itu terbuka.


"Nona duluan saja, kami bisa menunggu antrian selanjutnya," jawab salah satu dari mereka dengan tersenyum ramah.


Para pria langsung kembali menunduk karena masih sayang dengan kepala mereka.


Anak kecil apanya? Bahkan posisimu lebih tinggi dari kami, kalau kami sampai membuatmu tidak nyaman, posisi kami pasti langsung terancam.


"Tapi, Nona_"


"Ayo cepat! Pintu liftnya sudah mau tertutup." Zoya menarik lengan salah satu karyawan wanita. Dan akhirnya semua ikut masuk ke dalam lift tersebut.


Jantung wanita itu dibuat berdebar, saking terkejutnya. Namun, yang menarik justru tidak merasa bersalah sedikitpun, dan bersikap biasa-biasa saja.


Zoya berdiri dengan tenang sambil memeluk bekal makanan yang dia bawa untuk suaminya. Terlihat jelas, wajah Zoya yang tampak begitu ceria.


Apa menariknya gadis ini? Apa benar dia bisa memuaskan Tuan Ken di atas ranjang?

__ADS_1


Dan detik selanjutnya dia merutuki pertanyaan-pertanyaan yang bersarang di otaknya. Atas dasar apa dia bertanya seperti itu? Hih, kalau pria itu sampai tahu isi pikirannya, pasti dia sudah dipecat saat itu juga.


Tak sampai lama, akhirnya Zoya sampai di ruangan tertinggi yang ada di gedung ini, dia segera melangkah dan tanpa meminta izin Zoya langsung membuka pintu ruangan Ken.


"I am coming, Hubby, (Aku datang, Sayang," pekik Zoya sambil melangkah dan langsung menghambur ke arah Ken, wanita itu duduk di pangkuan suaminya tanpa dipinta, dan semua itu membuat Ken merasa bahagia.


"Katanya kamu sampai dari tadi kenapa lama? Apa ada yang mengganggumu?" tanya Ken sambil merapikan anak rambut Zoya.


"Tidak, aku tadi ikut mengantri naik lift dengan yang lain jadi lama," jawab Zoya apa adanya.


Dia melingkarkan tangan di sepanjang leher Ken, dan mengusak pucuk hidung mereka. Entah kenapa dia jadi manja sekali dengan suaminya.


"Lain kali kamu pakai lift yang biasa aku gunakan saja," ujar Ken, ikut melingkarkan tangannya pula di pinggang wanita itu, menjadikan posisi mereka semakin intim.


"Iya-iya, ya sudah kita makan siang dulu," ajak Zoya, dia memutar tubuhnya dan mengambil paper bag yang tadi dia bawa.


"Memangnya kamu bawa lauk apa?" tanya Ken berantusias.


Zoya menegakan badannya, dan mengeluarkan semua yang ada di dalam kotak bekalnya. "Tadaaaa!!!"


Melihat itu, senyum Ken yang tadinya sangat sumringah, langsung menyurut seketika. "Tauge? Lagi?" Tanyanya.


"Hehe iya, kan supaya kecebong python jadi lima."


*


*


*


Wkwkwk biar lu kagak kebagian, Dad🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2