
Untuk mendiamkan si bungsu titisan ratu ular, akhirnya Ken mengajak seluruh anaknya untuk mengantar Zoya kuliah.
Tak ketinggalan Aneeq yang saat itu masih terlelap langsung ikut terbangun, karena mendengar keributan yang tak habis-habis.
"Mommy," panggil Aneeq dengan bola mata menyipit, dia langsung merengek ingin digendong oleh Zoya.
Sementara saudaranya yang lain sudah mulai turun ke bawah dengan bergerak kegirangan. Mereka langsung menuju mobil Ken, padahal mereka sama sekali belum menyentuh kamar mandi, bahkan Bee hanya memakai pampers, karena bocah tampan itu menolak untuk dipakaikan baju.
Ken menggendong El yang masih menangis sesenggukan, karena melihat sang ayah yang menggendong kakaknya. Sementara Zoya menggendong Aneeq, bocah tampan itu terlihat lemas sebab baru sekali bangun tidur.
"Kita ke sekolah, Mommy. An mau ikut?"
"Itut, Mom," jawab Aneeq, lalu Zoya mengecup pipi gembul anaknya. Dia melangkah mengekor pada Ken untuk turun ke bawah, tetapi Aneeq malah merengek.
Bocah tampan itu menggerak-gerakkan kakinya dan meliuk-liuk. "Mommy ...."
"Apa, Sayang? An mau jalan?"
Aneeq menggeleng, dia terus merengek dan menunjuk-nunjuk box tidurnya.
"Kenapa, Nak? An mau di rumah aja?" tanya Zoya sekali lagi, sebab ia tidak mengerti apa yang diinginkan sang anak.
Aneeq terlihat kesal, bibirnya mengerucut dengan bola mata yang sudah berkaca-kaca. Dia ingin semua orang mengerti tanpa harus ia bicara.
"Mommy!" Aneeq merajuk, dia sedikit mengeraskan suaranya. Namun, sumpah demi apapun Zoya tidak mengerti apa yang Aneeq maksud. Bocah ini mau apa?
"Iya, An, mau apa? Ayo coba bicara."
"Cemangka An ginggalan, Mommy!"
__ADS_1
Astaga! Zoya hanya bisa menganga, tak berbeda jauh dengan Ken yang sudah sampai di puncak pintu. Kedua orang itu saling pandang, dan Zoya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Lantas setelah itu, Nova langsung mengambil semangka yang ada di box tidur Aneeq. Ternyata pria kecil itu tidak ingin buah kesukaannya ditinggal sendirian.
Zoya pasrah, selagi sang anak tidak rewel, dia tidak akan melarangnya. Akhirnya mereka turun tanpa ada drama apapun lagi. Ken langsung menggandeng tangan Zoya untuk melangkah ke arah mobil.
Pria gagah itu duduk di kursi kemudi, sementara di sampingnya sudah ada si cantik El, karena bocah perempuan itu tidak ingin Zoya dekat-dekat dengan Ken.
Alhasil sang ibu duduk di kursi belakang bersama dengan keempat putranya. Mereka semua duduk dengan tenang sesuai dengan petuah sang ratu ular.
"Mommy, tenapa Mommy tetolah?" tanya Bee.
"Supaya Mommy pintar dong, nanti kalau kalian sudah pas 3 tahun, mau Mommy daftarkan sekolah, kalian mau tidak?"
"Ndak au!" kompak mereka semua. Menolak rencana Zoya, membuat wanita yang semula tersenyum itu berubah cemberut.
"Kok tidak mau?"
"Choco juda aunya Mommy jadi guyu. Bial ndak natal."
"Ya tidak bisa begitu dong, Sayang. Lagi pula ibu gurunya itu baik, tidak ada ibu guru nakal."
"Betul itu, Nak. Ibu gurunya nanti akan mengajari kalian berhitung, membaca, dan menyanyi, pasti sangat seru," timpal Ken, meyakinkan bahwa apa yang diucapkan Zoya adalah benar adanya.
Namun, sang putri yang duduk di sampingnya langsung melotot tajam. "Tetty, no! Ndak buweh ngomong cama Mommy."
"Kan kita sedang membahas sekolah, El."
Gadis cilik itu terus menggeleng dan merengek. "Ndak buweh, Tetty!"
__ADS_1
Ken menghembuskan nafasnya hingga kedua bahu itu sedikit merosot. Dia melirik Zoya yang terlihat mengulum senyum. Wanita beranak lima itu sudah paham, pasti sang anak melarang Ken untuk bicara dengannya.
"Ndak ucah cenyum-cenyum, Tetty!" teriak El, semakin mengerucutkan bibir, tanda bahwa dia benar-benar cemburu. Ken menoleh ke samping lalu mengusap puncak kepala El dengan gemas.
"Iya-iya, Sayang."
Sementara di belakang masih ribut tentang sekolahan. Keempat bocah tampan itu tetap menolak meski Zoya sudah bercerita tentang kelebihan-kelebihan yang ada di sekolah. Pokoknya mereka tidak mau, kalau ibu gurunya bukan Zoya.
Hah, Zoya akhirnya mengalah. Dia tidak bisa bicara lagi dan memilih untuk diam hingga mobil Ken sampai di halaman kampus.
Sebelum turun, keempat putranya langsung mengulurkan pipi, tanda mereka ingin dicium. Tanpa banyak bicara Zoya langsung mengabulkan apa yang diinginkan mereka semua.
Tak ketinggalan, Ken juga ikut menoleh ke belakang. "Mommy, Daddy juga mau."
Mendengar itu, El langsung menatap Ken, pria itu lupa bahwa di sampingnya ada sang titisan yang tidak akan membiarkan dia dekat dengan Zoya.
"No, no, Tetty!"
Ken melirik El dan langsung mengangkat kedua jarinya yang membentuk huruf v, tetapi detik selanjutnya dia menutup mata bocah cantik itu dan menyuruh Zoya agar cepat-cepat menciumnya.
Namun, ternyata hal itu tidak berhasil juga, sebab Zoya langsung ditarik oleh keempat putranya.
"NO, MOMMY!"
***
Ngothor : Dah sini, bapaknya para uler gue aja yang nyium.
Daddy : Dih ogah, najisss tralala!
__ADS_1
Ngothor : Minta diselepet nih yah bapack-bapack😤 Dari dulu gada nurut-nurutnya.
Daddy : 😝😝😝