
Akhirnya Ken memutuskan untuk menggendong anak sulungnya lebih dulu. Dia akan mengurutkan dari Baby A sampai Baby E. Pria tampan yang sedikit frustasi itu menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan.
Dia mengambil Baby A dari gendongan Nova, baby sitter yang ditugaskan untuk menjaga bayi tampan itu, hingga kini baby A menangis dalam gendongannya.
Ken menepuk-nepuk pantat baby A agar bayi tampan itu sedikit lebih tenang, karena dia suka melihat Zoya melakukan hal itu pada anak-anaknya.
"Cup... Cup... Anak tampan masa menangis, lihat Daddy, Daddy yang tampannya di atas rata-rata saja tidak menangis," ucap Ken untuk menenangkan sang anak, padahal dia tengah memuji dirinya sendiri.
Para baby sitter yang ada di sana sontak menahan tawa dengan melipat bibir ke dalam, takut tawa mereka pecah, akibat mendengar ucapan sang tuan yang tingkat kepercayaan dirinya melebihi tingginya angkasa.
Namun, bukannya tenang, baby A malah semakin menangis kencang, dia menggeliat mencari sesuatu yang bisa digapai oleh mulutnya. Dan hal itu membuat Ken gelagapan.
Tak hanya Baby A, semua bayi yang ada di kamar itu menangis bersahut-sahutan. Ayah lima anak ini semakin ketar-ketir, dia mengusap kepala baby A juga yang lainnya secara bergantian.
"Lho, kok malah semakin menangis, jangan menangis lagi dong, Mommy sedang capek, Sayang," ucap Ken, bayi-bayi itu mana mengerti orang tuanya sedang lelah atau tidak, karena yang bisa mereka rasakan hanya haus dan lapar.
"Tuan, biar saya ambil susu dulu untuk mereka, mungkin mereka lapar," ucap Nova untuk pamit.
"Aduh, kenapa tidak dari tadi. Ya sudah sana." Ken langsung mengusir wanita itu dengan tangannya. Lalu kembali menimang-nimang putranya.
Wanita itu berlalu dari kamar tersebut untuk mengambil susu yang pastinya sudah tersedia di dalam kulkas. Dia tinggal menghangatkannya saja, dalam satu waktu Nova mengambil lima botol susu untuk masing-masing bayi, lalu mengisinya dengan cairan putih tersebut.
__ADS_1
Sementara di dalam kamar, baby A tetap tak mau diam. Akhirnya Ken mencoba menggendong bayi-bayi lainnya, dan sialnya sampai baby D, tidak ada yang mau diam sama sekali, kini giliran baby E, dan tepat pada saat itu Nova kembali dengan satu nampan yang berisi lima botol susu.
Lain dari pada yang lain, tangis baby E justru langsung mereda, dan hal itu membuat Ken sedikit merasa lega, dia mengukir senyum kecil, lalu menimang-nimang putrinya. "Kemari, aku minta susu untuk El." Ucap Ken sambil mengulurkan tangannya.
"Putri Daddy yang pintar," puji pria tampan itu, apalagi melihat El langsung lahap menyusu.
Namun, PR-nya tak berhenti sampai di sana, karena ke empat putranya tetap tak mau tidur, meski sudah diberi susu ataupun digendong. Sementara El sudah kembali terlelap, tetapi tak ingin lepas dari gendongannya.
"Hah, kenapa rasanya pusing sekali? Yang satu tidur, tapi tidak mau lepas dari gendonganku, dan yang lain malah melek terus, padahal sudah diberi susu, kalian mau apa sebenarnya?" gerutu Ken, dengan bola matanya yang sayu, karena dia sama sekali belum bisa istirahat.
Tak jauh berbeda dengan para baby sitter, mereka terus menguap, tetapi sama sekali tidak melepas botol susu, agar senantiasa dihisap oleh bayi-bayi yang mereka jaga.
Padahal berdasarkan pengalamannya bersama Zoya, mereka akan langsung diam dan kembali tertidur setelah perut mereka kenyang. Namun, sampai botol susu itu kosong, mata jernih baby ABCD justru terbuka lebar.
Melihat itu, Ken langsung mengusap wajahnya gusar. "Astaga, kalian benar-benar ingin menyiksa Daddy yah?"
Dan tepat setelah itu, ada yang masuk ke dalam kamar itu, Zoya menatap suaminya yang berdiri di samping tempat tidur baby E, wanita itu mengulum senyum, bersama pandangannya yang bertemu dengan netra sayu milik Ken.
"Sayang, kenapa kamu bangun?" tanya Ken, sambil menggendong kembali baby E yang sedari tak mau diam.
"Mana mungkin aku tidur nyenyak, sementara kamu tidak ada di sampingku," jawab Zoya, dia melangkah mendekat, dan melihat bayi-bayinya masih terjaga.
__ADS_1
"Aku sengaja tidak membangunkanmu, Sayang. Takut kamu lelah," ujar Ken, mengecup puncak kepala Zoya sekilas.
Ibu muda itu memang terlihat kelelahan, tetapi dia benar-benar tak bisa menyerahkan tugas mengurus bayi pada semua baby sitter-nya.
Zoya ikut turun tangan, mengelus satu persatu punggung anaknya, hingga mereka terlelap. Dan Ken menatap itu dengan takjub, seperti sebuah keajaiban, bayi-bayi itu langsung memejamkan mata, begitu merasai sentuhan ibunya.
"Sayang kamu hebat," puji Ken. Namun, baru saja mengatakan itu, baby A kembali terbangun. "Lho, dia bangun lagi."
"Kebiasaan," ucap Zoya.
Ken menatap istrinya dengan mengerutkan dahi. "Kebiasaan apa, Baby?"
Zoya menghela nafas. "Dia tidak akan tidur sebelum minum susu langsung dari sumbernya."
"Cih, dia benar-benar anakku."
*
*
*
__ADS_1
Ya anak lu, emang anak sape 🤣🤣🤣
Maaf ya, up-nya agak jarang, aku usahain crazy up di sebelah soalnya. Jangan lupa mampir "MY SEXY SECRETARY" kisahnya Aneeq sama neng jandaaa🍉🐍