
Joseph memegangi dadanya yang terasa nyeri. "Apa maksud ini semua Angel?"
"Maafkan aku, aku khilaf, ku mohon maafkan aku, Mas. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi," ujar wanita itu dengan tangis yang semakin pecah.
Mendengar itu, Laura melengoskan wajahnya. Sementara Joseph langsung berdiri, dan menatap sang istri dengan nanar. "Kamu benar-benar berselingkuh di belakangku?" tanyanya dengan sorot mata tak percaya.
Kesetiaannya, usahanya, kerja kerasnya, dibalas dengan luka, yang bahkan tidak ada obatnya.
Angel menggeleng samar. "Aku tidak sengaja, Mas."
Dada Joseph semakin terasa sesak, jantungnya seperti diremas-remass oleh tangan besar, dan menghasilkan rasa sakit yang begitu luar biasa.
"Jawab yang benar! Jadi kamu selingkuh di belakangku?"
Angel semakin sesenggukan mendengar bentakan itu, dan akhirnya dia mengangguk kecil. "Tapi aku janji, aku tidak akan seperti itu lagi."
"Hah!" Joseph mendesah kecil. "Sejak kapan kamu mengkhianatiku? Dan katakan, apa kurangnya aku, hah? Apa? Apa aku kurang memberimu uang? Apa aku kurang memberimu fasilitas? Atau kamu kurang puas bermain di atas ranjang? Katakan jalaang sialan!"
Joseph mengambil vas bunga dan melemparkannya ke sembarang arah, untuk menguapkan kekesalannya.
Hingga serpihan vas itu bertaburan di mana-mana, hancur seperti hati pria itu.
"Maafkan aku, Mas. Maaf." Angel mengatupkan kedua tangannya, dengan air mata yang bercucuran.
Nafas Joseph memburu, pikirannya mulai tak bisa dikondisikan, dan emosinya tak lagi terkontrol, dia segera menarik tangan Angel agar wanita itu berdiri.
"Katakan apa yang membuatmu berpaling dariku? Kamu ingin aku selalu memuaskanmu? Kemari! Aku puaskan kamu sekarang!"
"Tidak, Mas."
__ADS_1
Joseph membanting tubuh Angel di salah satu sofa panjang. Sementara Laura melengos, dia segera berlalu dari sana, tidak ingin melihat lebih jauh pertengkaran kedua orang tuanya.
Joseph membuka sabuk pinggangnya dengan tidak sabaran, melihat itu Angel semakin menangis dan menggelengkan kepalanya.
"Apa maksudmu seperti itu? Kamu tidak mau melayani suamimu? Sementara di luar sana, kamu menjual tubuhmu? Dasar sialan!"
Pria itu segera membuka resleting celananya, dan menampilkan pusakanya yang masih terlelap. Dia mendekati Angel yang sudah berbaring di atas sofa.
"Buka mulutmu!" pekik Joseph dengan mata yang memerah.
Angel menggeleng. "Tidak mau, Mas. Ku mohon jangan seperti ini, aku mohon."
Namun, bukannya mendengar Joseph justru mendengus, dan mencengkram rahang Angel. "Open your mouth!" Suara Joseph semakin menggema di ruangan itu.
Dan Angel masih tetap kukuh, tidak mau menuruti permintaan suaminya yang sedang dilanda emosi itu.
Apa yang dia perbuat sedang dia tuai. Membuat Joseph marah adalah kesalahan yang paling besar baginya. Karena selama ini, pria itu selalu mengalah padanya.
Tetapi sekalinya marah, maka habis sudah semuanya.
Joseph memaju mundurkan tubuhnya, memancing tubuhnya agar siap untuk memuaskan wanita yang berada dalam kendalinya.
Hingga sedikit demi sedikit pusaka itu menegang. "Bagaimana Angel? Seperti ini kah yang kamu lakukan di luar sana?"
Setelah benda panjang itu berdiri tegak dengan sempurna, Joseph mengeluarkannya dari mulut Angel.
Pria itu segera menyingkap dress yang dikenakan oleh istrinya. Dan menarik secarik kain yang menempel di inti tubuh wanita itu.
"Mas, jangan seperti ini. Kita bicarakan semuanya baik-baik," mohon Angel.
__ADS_1
"Apa yang perlu kita bicarakan? Bukankah kamu hanya ingin sebuah kepuasan? Aku akan segera memuaskanmu Angel!"
Tanpa segan lagi, Joseph langsung mengoyak batas nirwana milik Angel. Dia bermain dengan kasar, seolah menunjukkan kemarahannya.
"Apa kamu suka?" tanya Joseph.
Dan Angel hanya bisa merintih, karena Joseph melakukannya nyaris tanpa pemanasan, membuat intinya terasa ngilu.
Hingga tak berapa lama kemudian, akhirnya Joseph mendapat pelepasan. Dia sedikit menekan miliknya, lalu menarik diri dari tubuh Angel.
Nafas keduanya memburu, tetapi pelepasan itu sama sekali tak membuat amarah Joseph mereda.
"Bersihkan tubuh kotormu, dan angkut semua barang-barangmu dari sini, karena mulai hari ini, kamu bukan istriku lagi! Besok aku akan mengurus surat perceraian kita!"
Deg!
"Mas! Aku tidak mau bercerai, Mas!"
"Aku tidak peduli!"
*
*
*
Mbak Angel lain kali, kalo udah punya suami baik, kaya, suka ngalah. Dah nggak usah banyak bertingkah ngapa sih. Bersyukur gitu lho, malah nyarinya Ken, si bedegul🤣🤣🤣
Jangan lupa taburan kembang bergoyangnya😘😘😘
__ADS_1