Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Tapi Aku Mau


__ADS_3

Hari itu Ken kembali menunjukkan perubahannya. Saat sang klien menawarinya sebuah rokok setelah mereka makan siang, Ken dengan cepat menolaknya.


"Maaf, Tuan Andreas. Aku sudah berhenti merokok," ucapnya sambil tersenyum tipis.


Dan hal itu semakin membuat Ron terperangah, merasa tak percaya. Sepertinya Ken sudah benar-benar jatuh cinta pada Zoya, karena semua ini pasti atas perintah gadis itu.


"Wah hebat sekali, bagaimana anda bisa terlepas dari gulungan nikmat ini, Tuan Ken? Apa diam-diam anda sudah menikah?" Pria dengan tubuh tambun itu menggoda Ken, apalagi dengan jelas dia melihat tanda percintaan di leher kliennya.


Mendengar itu, Ken terkekeh kecil. "Ya, gadisku melarangnya. Katanya dia tidak suka aku merokok, jadi aku tidak bisa membantah."


"Sepertinya anda ciri-ciri suami takut istri ya. Wanita di sisi anda juga pasti sangat hebat, karena bisa merubah anda dalam sekejap." Godaan itu membuat Ken terkekeh, dia sama sekali tidak marah, dan justru senang mendengarnya.


Dia terus membayangkan wajah Zoya di setiap obrolan kecil itu. Wajah manis yang membuat dia selalu mabuk kepayang, dan selalu merasa ingin terbang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba.


Zoya tidak turun untuk makan malam dengan alasan sakit. Dan akhirnya Nora hanya makan malam sendiri di meja makan. Karena Ken pun tidak ada di sini, dia tahu itu dari BI Lila, karena Ken tidak memberi kabar apa-apa.


"Bi, biar aku saja yang antar makanan ke kamar Zoya," ucap Nora, saat dia melihat Bi Lila membawa nampan berisi makanan, yang pasti akan dia antar ke atas.


"Baik, Nyonya," balas Bi Lila patuh lalu kembali meletakkan nampan itu di atas meja.


Nora cepat-cepat menyelesaikan makan malamnya. Untuk mengantar makanan itu pada Zoya.


Sementara di atas sana, lagi-lagi Ken membuat panggilan video dengan gadisnya, waktu kosong selalu dia gunakan untuk menghubungi Zoya.


"Sayang, katanya janji mau lihat buah lagi malam ini," ucap Ken menagih ucapan Zoya tadi siang, padahal gadis itu hanya mengiyakan saja semua perkataan Ken, tanpa berjanji apapun.


Tetapi dasarnya Ken itu otak mesum, pria itu akan cepat mengingat jika tentang hal-hal begitu.


"Apa sih, Daddy? Mintanya itu terus!" cetus Zoya.


Kini Ken juga tengah berbaring, bahkan bertelanjang dada, dia baru saja selesai mandi dan makan malam. Namun, tetap saja akan merengek walaupun perutnya sudah kenyang. Karena belum mendapatkan jatah malam.


__ADS_1


"Tadi siang tidak puas, Baby. Sekarang aku sudah tidak ada pekerjaan. Ayolah, biar tidurku nyenyak."


Zoya menghela nafas panjang, dari pada pusing mendengar rengekan Ken yang tak sudah-sudah, lebih baik dia memberikan apa yang pria itu mau.


Gadis itu hanya menaikan tank topnya, kebiasaan tak memakai braa membuat dia langsung bisa menampilkan dua bulatan indah kesukaan Ken.


"Sudah, jangan minta yang macam-macam lagi!"


Di ujung sana, Ken terkekeh keras. Membuat gerakan gemas, ingin meremass dan menggigit pegunungan itu dengan mulutnya. "Baby, kamu mau lihat ular pythonku tidak?" tawar Ken.


Zoya mendelik dan langsung menggeleng. "Tidak mau! Untuk apa aku melihatnya, ular python Daddy hampir membunuhku tadi pagi, aku tersedak sampai muntah." Gerutu Zoya, mengingat kejadian tadi pagi, saat Ken memasukan senjata itu ke dalam mulutnya.


Ken tergelak semakin kencang, bahkan dia memegangi perutnya, mengingat kejadian itu bukannya kasihan, Ken malah merasa sangat lucu.


"Maaf, Sayang. Aku memasukkannya terlalu dalam."


"Cih, Daddy pasti sengaja!"


"No, Baby. Itu semua karena kedua mulutmu berhasil memanjakanku. Nah, sekarang aku perlihatkan lagi yah ular pythonnya, dia mau bertemu kamu."


"Hih, aku bilang tidak mau!"


Membuat kepala Zoya berdenyut seketika.


"Hih, terserah Daddy sajalah. Tapi aku mau diam saja."


Ken tersenyum smirk, dia segera membuat tubuhnya polos, dan dengan bangganya menunjukkan itu semua pada Zoya.


Gadis itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya, saat Ken menunjukkan ular python buas itu dari balik kamera.


"Besar kan, Sayang?" tanyanya.


Cih, bukan besar lagi tapi sangat, sangat besar.


Dan suara ketukan pintu dari arah luar, memutus obrolan mereka, apalagi terdengar suara Nora yang memanggil nama Zoya.


Kedua netra gadis itu melebar, dia buru-buru bangkit sambil menurunkan tank topnya, dan menyembunyikan ponsel itu di bawah bantal, dengan panggilan Ken yang masih terhubung.

__ADS_1


"Zoy, Kakak bawa makan malam buat kamu," ucap Nora dengan sedikit berteriak.


Mendengar itu, Zoya turun dari atas ranjang, melangkah menuju pintu, dan membukanya. Benar saja, Nora telah membawa nampan berisi makanan yang sudah ditata oleh Bi Lila.


"Ya ampun, Kak. Kenapa repot-repot, seharusnya biar Bi Lila saja." Zoya mengambil alih nampan itu, dan meletakkannya di atas nakas.


Kemudian kedua wanita itu duduk di sisi ranjang, Nora lebih dulu mengulum senyum. "Nggak apa-apa, Zoy. Kakak sekalian mau lihat keadaan kamu. Katanya kamu sakit." Balas Nora.


"Ah, itu aku hanya meriang, Kak. Sudah minum obat juga, jadi sudah lebih baik," jelas Zoya beralibi, padahal dia tidak minum obat apa-apa, seharian ini dia hanya berbaring.


"Syukurlah, oh iya Kakak juga mau ngasih tahu kamu, nanti lusa Kakekku akan mengundang kita makan malam, kamu ikut yah, nanti aku kenalin sama Mama dan Papanya Raga."


"Ah, nggak perlu, Kak. Itu pasti acaramu dan Daddy, biar aku di rumah saja."


Nora menggeleng tidak setuju. "Pokoknya kamu harus ikut, dandan yang cantik, biar Raga makin terpesona."


"Tapi, Kak_"


"No, tapi-tapi, Zoy."


Nora memotong cepat ucapan gadis itu, bahkan segera bangkit dari ranjang, membuat Zoya tak bisa lagi untuk membantah. Gadis itu menghela nafas pasrah, dan entah kenapa perasaannya jadi gundah.


Seolah ada sesuatu yang akan terjadi di hari itu.


"Baiklah, nanti aku ikut ke acara makan malam itu," ujar Zoya, membuat Nora langsung tersenyum sumringah.


Setelah itu, baru Nora keluar dari kamar Zoya. Dan gadis itu langsung mengunci kembali pintu itu, lalu mengambil kembali ponselnya yang dia sembunyikan dibalik bantal.


Ken masih di sana, dengan tubuh polos dan posisi yang sama.


"Hai, Sayang. Ular python sudah menunggumu."


*


*


*

__ADS_1


Nih yang kemaren tanya visual uler python Daddy. Othor cariin, apasih yang nggak buat kalian 🤣🤣🤣



__ADS_2