
Ken langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, karena pria itu mendadak muntah-muntah. Rasa yang bergejolak dalam perutnya tak dapat lagi ditahan, hingga dia mengeluarkan semuanya.
Tubuhnya terasa lemas dengan pusing yang mendera. Belum lagi aroma yang masuk ke dalam indera penciumannya. Membuat dia ingin memaki tetapi tidak cukup memiliki tenaga.
Di sampingnya Zoya dibuat kalang kabut. Dia terlihat begitu cemas dengan kondisi Ken, selama mereka hidup bersama, tidak sekalipun Ken sakit sampai seperti ini. Biasanya Ken hanya demam, tetapi begitu Zoya menempelkan telapak tangannya, kening Ken berada di suhu yang sama.
Normal.
Zoya menghela nafas panjang, dalam hatinya dia berdoa semoga Ken baik-baik saja.
"Hubby, sabar yah," ucap Zoya sambil memeluk kepala Ken di dadanya. Kini, Ken tidak menyahut. Dia hanya diam dan merasakan tubuhnya yang semakin tersiksa.
Ron menancap gas hingga akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit. Ken langsung masuk ke ruang pemeriksaan dan mendapat penanganan.
Sementara Zoya dan Ron setia menunggu pria itu dengan harap-harap cemas. Zoya melihat jam di pergelangan tangannya, sepertinya dia akan telat masuk kuliah. Akan tetapi itu tidak lagi terasa penting, yang dia pikirkan sekarang hanya kesehatan suaminya.
Tak berapa lama kemudian, seorang suster keluar memanggil keluarga pasien. Ron dan Zoya kompak masuk ke dalam sana, melihat kondisi Ken yang masih terkulai lemas di atas brankar.
"Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Zoya sambil mendekat dan menggenggam erat tangan Ken, hingga pria itu pelan-pelan membuka mata.
__ADS_1
Dia menatap Zoya dengan tatapan mata sayu, satu tangan Zoya mengusap wajah Ken, meyakinkan pria itu bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Sementara sang dokter justru mengulum senyum tipis. "Maaf, Nyonya, sepertinya anda juga perlu melakukan pemeriksaan. Supaya kita tahu apa yang sedang dialami oleh Tuan Ken. Karena sejauh saya periksa, kondisi Tuan Ken baik-baik saja."
Tak hanya Zoya dan Ken yang mengeryitkan dahi, tetapi juga Ron. Kenapa malah Zoya yang harus diperiksa, dokter ini kadang-kadang aneh deh.
"Yang muntah-muntah kan suami saya, Dok? Kenapa malah saya yang ikut-ikutan diperiksa?" tanya Zoya tak habis pikir.
"Iya, Dok. Kenapa istri saya juga harus diperiksa?" timpal Ken sedikit protes seraya bangkit dari pembaringannya, dia memegang kepalanya yang masih terasa berdenyut.
Lagi-lagi dokter tersebut tersenyum. "Karena berdasarkan analisis saya, sepertinya sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah. Kalian belum punya anak, 'kan?" Melihat Zoya yang terlihat masih sangat muda, pun dengan gejala yang Ken alami, dokter tersebut yakin, kalau wanita satu ini belum pernah hamil.
"Saya akan menjadi seorang ayah? Jadi saya hamil, Dok?" tanya Ken secara spontan, membuat sang dokter terkekeh-kekeh.
Sementara Zoya langsung mencubit perut Ken. Padahal pria itu tidak sadar dengan ucapannya. Dia teramat bahagia, hingga mengutarakan pertanyaan yang salah.
"Yang hamil ya istri anda, Tuan. Mana mungkin anda hamil," ujar sang dokter sambil geleng-geleng kepala.
Sementara Ken langsung tersadar, dia menatap ke samping dengan sorot mata yang berbinar bahagia. Dia sampai lupa dengan rasa mualnya, karena begitu berharap tebakan dokter tersebut benar adanya.
__ADS_1
Tak berbeda dengan Ken, Zoya pun mengulum senyum tipis. Akhirnya usaha mereka tidak sia-sia, semua rasa lelah dengan berbagai gaya, akhirnya terbalas sudah. Semoga, semoga, semoga memang ada anak python di perutnya.
"Sayang, aku akan jadi seorang ayah," ucap Ken girang dengan bibir yang bergetar, jantungnya berdebar tak menentu karena merasa begitu bahagia dengan kabar baik ini.
Zoya mengangguk. "Kalau begitu ayo temani aku periksa, semoga saja bayi pythonmu memang sudah ada. Tidak sia-sia aku memberimu makan tauge setiap hari." Ucap wanita itu sambil terkekeh.
Ken menangkup sisi wajah Zoya, menarik wanita itu dan secepat kilat memberikan kecupan beberapa kali di bibir. "Terima kasih, Baby. Terima kasih, and i love you so much."
Uh!
Sang dokter dan Ron langsung menjadi patung tak bernyawa.
*
*
*
Gue juga, gue selalu diem di pojokan kalo mereka anu🙄
__ADS_1