Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
I Just Wanna Be With You


__ADS_3

Ken memuntahkan lahar hangat itu dibalik selimut yang dia pakai berdua dengan Zoya, membiarkan tubuhnya tersengat, menikmati sensasi luar biasa yang tak pernah dia dapatkan sebelumnya.


Bersama Zoya benar-benar membuat dia selalu bergairah. Dengan membayangkan wajah gadis itu saja, rasanya dia ingin cepat-cepat bercinta.


Keduanya segera merapikan pakaian sebelum masuk ke area kampus. Ken menyambar tisu yang sudah tersedia di tengah-tengah mereka.


Mengelap miliknya dari sisa-sisa cairan yang membuncah, lalu kembali memasukan ular pyton itu ke dalam sangkarnya.


"Sayang, biar aku saja. Kamu diam," ujar Ken saat melihat Zoya pun ikut mengelap inti dan juga buah kesukaan Ken dari bekas saliva pria itu.


Patuh, Zoya kembali bergeming. Dan membiarkan Ken yang melakukannya. Sebelum benar-benar mengembalikan benda kenyal itu pada penyanggahnya, Ken menyempatkan diri untuk menciumnya, menyesap kuat hingga menyisakan bekas kemerahan.


"Finish," ucap Ken sambil mengulum senyum.


Dia membuang bekas tisu itu dengan asal. Karena seperti biasa, akan ada orang yang membereskanya, dan yang penting orang itu bukanlah Ron.


"Aku akan selalu merindukanmu, Baby. Rasanya aku tidak sanggup berjauhan terus seperti ini," sambung pria itu. Setelah mengecup dalam bibir Zoya.


Dia menangkup satu sisi wajah gadis itu dengan tangan kekarnya, dan Zoya memberikan inisiatif untuk menggenggam tangan Ken, lalu mengecupnya sekilas.


"Sabar, lagi pula ini semua salah Daddy sendiri. Kenapa ingin terus bersama Zoya, padahal ada wanita yang mencintai Daddy dengan tulus," jawab Zoya sambil memalingkan wajahnya.


Mengingat Nora sebenarnya membuat hatinya merasa gundah. Setiap kali berada di mansion, wanita itu selalu mencari celah untuk menunjukkan rasa cintanya pada Ken, dan hal itu tidak bisa membuat Zoya merasa baik-baik saja.


Sementara Ken yang mendengar itu, merasa tak suka. Dia memegang dagu Zoya dan membuat wajah itu kembali menghadap ke arahnya.

__ADS_1


"Hey, Baby. Kenapa bicara seperti itu? Kamu tahu alasannya, i just wanna be with you."


"Omong kosong!" Zoya mengibaskan wajahnya hingga tangan Ken terlepas dari dagunya, dan dia menatap ke arah lain. Tiba-tiba dia merasa kesal sendiri.


"Baby!"


"Sudahlah, Zoya mau turun. Zoya pamit kuliah dulu," setelah mengatakan itu Zoya segera turun dari mobil Ken dengan terburu-buru.


Dan pria itu tidak bisa menahan Zoya. Karena pagi ini ada meeting penting yang harus dia hadiri.


Ken menjambak rambutnya frustasi. "Ck, sialan!" umpatnya merasa kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jadwal mata kuliah terakhir di kelas Zoya kosong, karena sang dosen yang absen hari ini. Namun, walaupun seperti itu, mereka tetap diberi tugas secara kelompok, dengan satu judul bahan pematerian.


"Ga, kita mau kerjain di mana?" tanya satu teman wanita Raga yang bernama Sinta.


"Eum, gimana kalo kita kerjain tugas ini di restoran kakakku, sambil makan siang gitu," balas Raga memberi ide.


Menatap dua gadis yang saling bergandengan, dan juga Zoya berada tepat di sebelahnya.


"Tapi Ga...."


"Ini kan masih jam kuliah, Zoy. Kamu tenang aja, nanti pas pulang aku anterin ke kampus lagi. Biar Daddy kamu nggak curiga, gimana?"

__ADS_1


Raga menjelaskan panjang lebar, karena dia tahu apa yang Zoya pikirkan. Hingga akhirnya gadis itu menghela nafas dan mengangguk setuju, mereka semua memutuskan untuk mengikuti saran Raga.


Dengan mengendarai kijang besi milik pemuda itu. Kini mereka sampai di sebuah restoran yang tak kalah mewah, seperti restoran yang Zoya dan Ken singgahi waktu itu.


"Ga, ini beneran restoran kakak kamu?" lagi-lagi Sinta bertanya, dengan menatap girang ke arah sahabatnya Mila.


Kedua gadis itu menatap takjub bangunan yang mereka singgahi. Benar-benar mewah, dan pastinya gratis kan? Karena mereka tidak perlu membayar.


Kan Raga yang mengajak mereka ke sini.


Pemuda itu mengangguk sambil mengulum senyum, tetapi manik matanya senantiasa memperhatikan Zoya.


Hingga tiba-tiba seorang wanita cantik menghampiri keempat orang itu. Membuat fokus mereka semua teralihkan seketika.


"Hai, Ga. Kalian sudah lama menunggu di sini?" tanya wanita itu.


Dan Zoya dibuat terkejut. Karena begitu dia berbalik, sudah ada Nora di belakang tubuhnya. Kedua netra mereka bertemu, sama-sama membola dengan sempurna.


"Lho, Zoya?" tunjuk Nora tak percaya.


"Kak Nora?" lirih Zoya.


*


*

__ADS_1


*


Mpotttt kembang nya jangan lupa guyssss 🔥🔥🔥


__ADS_2