
Ron melebarkan kedua matanya dan mendengus kasar membaca tulisan besar yang tertera di gantungan kunci tersebut. Hampir saja dia membuangnya, tetapi setelah dia membaca lebih teliti, ternyata di sana ada sebuah tulisan kecil berisi alamat rumah.
Sementara kunci yang satu diberi sebuah gantungan yang memiliki gambar mobil mewah berwarna merah.
Dan di dalam gantungan itu masing-masing memiliki kartu ucapan dari orang yang memberi hadiah.
From : KenZo (Mr. Python & Mrs. Python)
To : Aaron & Siska (HAPPY WEDDING)
Ken sengaja memberi harga setengah gedung ini, agar Ron memiliki rasa tanggung jawab terhadap pernikahannya. Namun, mengenai kado pernikahan. Pria tampan itu tak lagi main-main.
Ken memberikan satu rumah di kawasan yang tak jauh dari mansionnya dan satu mobil mewah atas nama Ron, mobil yang dia berikan secara pribadi. Bukan lagi kendaraan inventaris yang sewaktu-waktu harus dikembalikan ke perusahaan.
Menyadari itu semua, seketika senyum Ron langsung mengembang dengan sempurna. Rasanya dia benar-benar ingin menjerit, dia tentu tahu berapa harga yang harus dikeluarkan oleh bos gilanya.
Ah, tidak! Hari ini dia tidak mau mengatai Ken gila, karena Ken sudah terlalu baik padanya.
"Kenapa sih, Kak?" tanya Siska penasaran, sedari tadi dia memperhatikan Ron, awalnya seolah merasa kesal, tetapi tak lama kemudian suaminya ini malah terlihat kegirangan.
Ron menoleh ke samping di mana istrinya berada. Dan tanpa diduga, Ron langsung menghambur memeluk Siska. "Kita kaya tanpa harus bekerja, Sayang." Bisik Ron dengan nada yang terdengar sangat bahagia.
Siska masih tidak mengerti, dia melipat keningnya, sedangkan otaknya berputar-putar mencerna pernyataan suaminya. "Kaya bagaimana maksudnya?" Tanya Siska.
__ADS_1
Ron melepaskan pelukannya dan menatap Siska dengan uluman senyum. "Kita tidak jadi ke neraka. Tapi kita akan menikmati surga, surga dunia. Tuan Ken memberi hadiah pada kita rumah dan mobil mewah."
Mendengar itu, Siska ikut-ikutan melebarkan kelopak matanya. "Benarkah?" Tanyanya tak percaya, dan Ron langsung mengangguk, menjawab pertanyaan istrinya.
Detik selanjutnya, Siska yang lebih dulu menghambur memeluk suaminya. Bahkan sangat erat, bukannya risih dan sebagainya, Ron justru merasa bahagia, karena dapat merasakan belahan dada Siska yang menempel pada dadanya.
Sementara di bawah sana, setelah memberi ucapan selamat Ken dan Zoya mulai menikmati pesta. Kedua orang itu duduk tak jauh dari pelaminan dan menikmati hidangan.
Sedari tadi Ken bolak-balik mengambil makanan atas permintaan istrinya. Meski merasa sedikit aneh karena Zoya yang tiba-tiba banyak makan, Ken tidak bisa berkomentar apa-apa.
Dia hanya mampu menurut, atau jatahnya akan berkurang karena membantah ucapan istrinya. Singa jantan yang biasa mengaum, akan selalu menjadi kucing kecil yang manis bila sudah berhadapan dengan Zoya.
"Sayang, mau itu lagi," ucap Zoya yang meminta diambilkan puding coklat yang baru saja tandas dari piring kecilnya. Ini yang sudah ketiga kali Zoya meminta makanan tersebut.
"Sayang, kamu sudah makan banyak, benar masih mau lagi?" tanya Ken dengan kening yang mengernyit. Dan Zoya langsung mengangguk imut.
Ken terlihat garuk-garuk kepala. Mau bicara takut salah, hingga akhirnya dia hanya bisa mengangguk, mengiyakan semua ucapan Zoya. "Iya, Sayang. Ya sudah aku ambil dulu yah. Ingat jangan ke mana-mana."
"Siap, aku setia menunggu Hubby," balas Zoya dengan begitu manja.
Saat Ken pergi mengambil puding, di pelaminan terlihat heboh, karena sang pengantin wanita akan melemparkan bunga. Para wanita lajang sontak mengambil posisi, hendak saling berebut bunga tersebut.
Zoya melihat keramaian itu, dia ikut merasa gugup, kira-kira siapa yang akan dapat di acara pernikahan kali ini, kalau dulu Siska yang mendapatkannya, dan terbukti Siska dan Ron dalam waktu dekat ini langsung menikah.
__ADS_1
"Aku lempar yah, satu, dua, tiga!" Siska mengangkat tangannya tinggi-tinggi hingga buket bunga itu melayang di udara.
Para wanita yang berkerumun sontak saling berebut, ingin mendapatkan buket bunga. Namun, siapa sangka kalau ternyata buket bunga itu jatuh pada wanita yang tengah duduk menunggu pudinganya.
Zoya langsung melebarkan kelopak matanya, dan sorot matanya tak sengaja bertemu dengan kedua netra Ken yang ternyata sudah berdiri tak jauh darinya, wajah pria tampan itu langsung berubah memerah.
"Sayang, aku tidak ikut-ikutan," ucap Zoya terbata. Bahkan dia langsung mengangkat kedua tangannya.
Ken tak peduli pada ucapan istrinya, dia melangkah dengan kaki lebar, dan meraih pergelangan tangan Zoya. "Kita pulang!" Tegas pria tampan itu.
"Tapikan_"
"Tidak ada tapi-tapian, aku akan membuatmu kenyang sembilan bulan!"
Duar!
*
*
*
Gue mau ngakak kalo si python uring-uringan 🤣🤣🤣 Dosa nggak sih?
__ADS_1
Oh iya satu lagi gue ingetin yeh, jangan cari faedah di nupel ini, karena nggak ada faedahnya 🙏🤣🤣🤣
Itu kata temen seanu gue😌