Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Kegemaran Baru


__ADS_3

Sejak hari itu, Zoya dan Ken benar-benar memberi jarak di hubungan mereka yang terbilang cukup rumit.


Padahal tinggal bilang saja pada Kakek Abian, bahwa dirinya ingin menikah dengan Zoya, maka semua urusan selesai.


Namun, tidak semudah itu fergusoooo. Apa yang telah terjadi di masa lalu, pun dengan statusnya membuat Ken tidak semudah itu menerima pernikahan.


Dia menginginkan Zoya, tapi di samping itu, dia juga tidak ingin terikat hubungan apapun. Padahal kini jelas, semua perhatian pria itu teralihkan hanya untuk gadisnya.


Rasanya memiliki Zoya seperti ini, sudah sangat cukup. Zoya bertahan di sisinya, dia pun akan selalu ada untuk gadis itu.


Ciuman dan permainan kecil di mobil, saat mengantar Zoya kuliah, adalah waktu yang paling Ken tunggu-tunggu.


Membiarkan Ron terus dibuat panas dingin dengan suara-suara aneh di kursi belakang, kini menjadi kegemaran baru Ken.


Seperti saat ini, baru masuk ke dalam mobil. Ron langsung diminta untuk memutar spion tengah, agar tidak mengarah pada Ken dan Zoya.


"Ron, ingat! Jangan pernah lihat ke belakang kalau kamu tidak mau mati!" cetus pria itu tak main-main, mengingatkan sang asisten untuk yang kesekian kali.


"Baik, Tuan," balas Ron patuh sambil menelan ludahnya kasar.


Dia buru-buru memasang earphone sebelum semuanya terlambat. Sebisa mungkin dia hanya fokus pada jalanan. Meski di belakang masih terdengar uh ah ih yang begitu jelas.


Sialan, sialan, sialan!

__ADS_1


Ron hanya bisa mengumpat dalam hati. Otaknya dibuat penasaran, tetapi ingin mengintip pun rasanya tak mampu, karena dia begitu takut dengan ancaman Ken yang akan memotong gajinya.


"Jangan pernah pakai pakaian yang susah dibuka seperti ini lagi, Baby. Aku jadi tidak leluasa," Ken merengek karena Zoya memakai celana jeans.


Tangan nakalnya tak bisa merayap dengan mudah, karena celana itu terlalu sempit. Tapi, Ken tetaplah Ken, dia akan terus berusaha menembus liang milik Zoya sampai berhasil.


"Iya, Dad uhhhh," lenguh gadis itu, saat satu jari Ken sudah berhasil masuk ke dalam intinya. Bersemayam dan tak kenal kata diam.


Sekarang di mobil itu tersedia selimut, untuk menutupi kelakuan Ken yang terlanjur mesum nauzubillah.


Dia selalu menggunakan benda itu untuk menutupi tubuh Zoya, saat dia bermain dengan dua bulatan kesukaannya.


Tak hanya Zoya yang dia puaskan. Dia pun ingin sebuah kenikmatan, selagi tangannya dengan lihai menusuk-nusuk inti Zoya, pun dengan tangan Zoya yang sudah mencengkram miliknya.


Dua kursi tengah kini menjadi penghalang antara Ken, Zoya dan juga Ron. Hingga pria yang setiap hari mengantar jemput tuannya itu, hanya bisa mendengar suara yang menusuk gendang telinganya.


Sementara yang di belakang sana, terus mencari kepuasan dari permainan tangan satu sama lain. Mulut Ken tak tinggal diam, dia terus menyusu pada salah satu bulatan yang sudah dia keluarkan dari penyanggahnya.


Sumpah demi apapun, ini gila!


"Ah, Sayang. Sebentar lagi aku akan meledak," rancau Ken, lalu kembali menekan wajahnya di benda kenyal dan tidak bertulang itu.


Zoya terus menggerakkan tangannya, sampai dia merasa pegal, tetapi lahar hangat dari pusat tubuh Ken tak kunjung keluar.

__ADS_1


"Mana Daddy? Kenapa nggak keluar-keluar?" tanya Zoya, dia sedikit mengangkat pinggulnya, masih merasakan gerakan jari Ken.


"Sebentar lagi, Sayang. Percepat gerakanmu," balas pria itu lengkap dengan wajah sensual.


"Tapi tanganku pegal," cetus Zoya, dan genggamannya yang terasa melemah. Pun dengan wajahnya yang sudah masam.


"Ayolah, Baby. Sebentar lagi, janji," balas Ken, dia menatap wajah itu, lalu memberinya beberapa kecupan.


Hingga akhirnya Zoya menghembuskan nafasnya kasar, dan kembali menggerakkan tangannya, Ken mendesis nikmat. Lantas dia mengikis jarak dan menyambar bibir ranum itu.


Permainan gila dan panas, membuat Ron yang di depan sana merinding disko. Bulu-bulu halusnya meremang, dengan sesuatu yang tiba-tiba menggeliat. Mau juga.


Haishhh...


Apa aku menikah saja yah? Batin Ron berteriak.


*


*


*


Sekali lagi aku tekankan ya cintaku, sayangku, yang anuanu. Ken itu Casanova, gelar itu buat dia nggak mau terikat, dia nggak suka nikehh, tapi sukanya ikehh-ikehh, ala-ala kimochiii. Jadi buat kalian yang nanya kenapa nggak nikah aja? Ya itu tadi alasannya, kebiasaan nggak bisa kita rubah dalam waktu singkat, butuh waktu buat pendekatan, nah ini kan lagi proses bucin-bucinnya si Daddy, jadi nikmati aja prosesnya yah. Kalo emang dia mau nikah mah gampang, duit banyak, sukses, ganteng, mateng, kuat lagi, tibang bayar KUA 600 rebuuu mah atuh cil iwil iwil banget. Mangap othor ngoceh di pagi hari, ini sekedar pengen kalian vote ceritanya tuh, mumpung senin 🤪

__ADS_1


SALAM ANU👑


__ADS_2