
Setelah malam itu, Ron benar-benar mengurus pernikahannya, sebuah pernikahan dadakan yang tidak pernah terbayangkan olehnya.
Apalagi semalam dia dan Siska sudah terpergok karena main cacing-cacingan di kamar wanita itu. Meski ayah Siska tidak bicara secara gamblang, Ron yakin keempat orang paruh baya itu tahu, apa yang telah dia lakukan bersama Siska.
Hari ini Ron langsung meminta cuti pada Ken, tetapi pria tampan itu tidak bisa memberi izin terlalu lama. Tiga hari, Ken memberi waktu pada Ron untuk menikmati pernikahannya.
Karena dia pasti akan keteteran, terlebih Ron menikah dengan Siska, yakni sekretarisnya. Bisa kacau kalau kedua orang itu tidak masuk bekerja.
Waktunya bersama Zoya pasti akan terkikis karena dia lebih mementingkan pekerjaannya. Dan secara otomatis, pythonnya akan terbengkalai, jarang terasah.
"Jangan lebih dari waktu yang telah aku tentukan, atau setelah menikah kamu akan menjadi pengangguran!" cetus Ken dengan sorot matanya yang tak main-main.
Mendengar itu, Ron menelan ludahnya kasar, lebih baik seperti itu. Dari pada dia harus menahan hasratnya sampai bulan depan.
Masalah bulan madu, masih bisa dibicarakan. Yang penting sekarang, dia dan Siska halal, dan cacingnya bisa bermain dengan leluasa tanpa ada halangan.
"Baik, Tuan," jawab Ron sambil menganggukkan kepalanya.
*
*
*
Waktu berlalu begitu cepat, tepat hari ini Ron dan Siska akan melangsungkan pernikahan mereka di salah satu ballroom hotel milik Tan group.
Ron menyewanya dengan setengah harga, sebagai hadiah dari Ken, karena selama ini pria itu sudah mengabdi padanya.
Tepat jam 10 pagi nanti, pernikahan itu akan dilangsungkan. Semua keluarga sudah bersiap-siap. Bahkan kini Siska sudah dirias oleh tim MUA profesional.
Seluruh keluarga Siska menggunakan baju warna senada, begitupun juga dengan keluarga Ron. Mereka memang sudah mempersiapkan semuanya, meski terkesan dadakan, tapi mereka tetap ingin terlihat sempurna.
Di tempatnya, Ron masih terlihat santai. Sama sekali tidak merasakan gugup seperti kebanyakan para pengantin.
Hah, ya karena dia masih berada di kamarnya, belum saja saat di hadapan semua orang, pasti Ron akan merasa tegang.
__ADS_1
"Aku harus terlihat sempurna di mata Siska, tidak boleh ada kekurangan sedikitpun," gumam Ron sambil membenahi dasi kupu-kupunya.
Dia melihat jam di pergelangan tangannya, Ron mengulum senyum tipis, sebentar lagi tepat jam 10, itu tandanya pernikahan mereka akan segera dimulai.
Sementara di lain sisi, Zoya mencebik kesal, karena Ken tidak memperbolehkannya memakai baju yang sudah dia siapkan.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi pernikahan Ron dan Siska, wanita cantik itu senantiasa mengerucutkan bibirnya.
"Baby, sudah dong. Jangan ngambek terus, nanti wajahmu jadi tidak cantik," ucap Ken, masih membujuk Zoya yang akhir-akhir ini mudah sekali untuk marah.
Zoya mendengus kasar, dia melipat tangannya di depan dada, tidak peduli dengan ucapan suaminya. "Biarkan saja! Lagi pula ini semua salah Hubby." Cerocosnya.
Ken melirik sekilas ke arah Zoya, satu tangannya mencubit dagu wanita cantik itu. "Sayang, bajumu terlalu terbuka. Aku tidak suka melihatnya."
"Terlalu terbuka bagaimana? Bahkan semua baju yang aku coba sebelumnya Hubby bilang tidak cocok! Aku malah disuruh pakai baju seperti karung beras begini!" cetus Zoya tidak terima.
Dia melihat dirinya sendiri yang terlihat seperti kue lemper yang dibungkus daun pisang. Belum lagi permintaan Ken yang memintanya agar menggunakan masker di sepanjang acara.
"Iya, karena kamu terlihat lebih cantik saat memakai itu semua. Aku jadi tidak rela, Baby. Kamu kan cuma milikku, hanya aku yang boleh melihat kecantikanmu, keindahanmu, lekuk tubuhmu. Semuanya, only me!" timpal Ken dengan mimik wajah sungguh-sungguh.
"But, not like this, Hubby! (Tapi, tidak begini, Sayang!)" cetus Zoya, bahkan sampai memakai lipstik pun, lagi-lagi Ken merusaknya dengan ciuman bibir mereka.
Kali ini Zoya diam. Dia tidak menimpali ucapan Ken. Percuma saja bicara dengan pria over posesif ini, dari dulu Ken memang tidak pernah berubah.
Hingga akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju. Ken memarkirkan mobilnya di samping mobil yang berderet dengan rapih di basemen tersebut.
Pria tampan itu melirik Zoya, Zoya masih setia memasang wajah masam. Dan Ken tidak suka melihat itu.
Dia membuka sabuk pengaman, lalu keluar dari mobil. Dia juga membuka pintu untuk Zoya, lalu menggenggam pergelangan tangan istrinya. "Kalau kamu tidak suka memakai baju ini, ayo aku bantu membukanya!"
Deg!
Zoya langsung mengangkat kepalanya, menatap Ken yang memasang wajah serius.
*
__ADS_1
*
*
Ngothor : Ape kabar anak-anak python? Sehat kah tiap hari trepelingin si python sama cacing Alaska?😌
Deterjen : Kagak, Thor. Gara-gara lu, siang malem kita pada panas dingin🙄
Ngothor : Ya maap😌 Soalnya gue doyan anu-anu, nggak nganu nggak mantep. Oiya sekalian nanya kabar, gue juga mau kasih kabar.
Deterjen : Kasih kabar apaan, Thor?
Ngothor : Mulai hari ini, sampe akhir bulan, gue adain give away kecil-kecilan, buat lu pada yang pengen ikut caranya gampang bingit, tinggal kasih vote, hadiah, like dan komen sebanyak-banyaknya aja buat si python. Nanti pemenangnye gue ambil dari ranking umum tiga orang, ranking mingguan satu orang.
Di atas itu rangking sementara, kita lihat sampai akhir bulan, tanggal 1 April pengumumannye ye. Dan satu lagi jangan lupa buat follow akun sosmed serta akun noveltoon ngothor.
Ig @nitamelia_05
FB @Nita Amelia
🏆🏆🏆
Python 1 - Pulsa 35k
Python 2 - Pulsa 25k
Python 3 - Pulsa 25k
Cacing Alaska - 25k
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sekian terima gajiiii🐍
Salam anu👑