Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #2


__ADS_3

Pesta selesai.


Dan hal itu membuat Ken langsung bernafas dengan sangat lega. Dia melirik ke arah Zoya yang sudah begitu kelelahan karena meladeni banyak tamu. Namun, akan dia pastikan Zoya akan lebih lelah saat meladeni dirinya.


Tanpa banyak kata, Ken langsung menggendong sang pengantin wanita. Membuat Zoya terkejut dan langsung mengalungkan tangannya di leher Ken. Satu kecupan melandas di bibir gadis itu, membuat Zoya mencubit pelan dada suaminya.


Ken terkekeh kecil, lalu mulai melangkah menuju kamar mereka. Sepasang pengantin itu, akan menempati kamar utama milik Ken. Kamar yang jauh lebih luas dari yang lainnya.


"Kek, aku dan Zoya pamit lebih dulu yah. Dan Ron, selamat bekerja. Aku juga akan lembur malam ini seperti dirimu," ucap Ken sambil mengedipkan sebelah matanya.


Meledek Ron yang pastinya akan membereskan sisa-sisa pesta. Hah, benar. Pria itu pun akan ikut lembur. Lembur yang melelahkan maksudnya. Berbeda dengan lemburnya sepasang pengantin yang kini tengah menapaki anak tangga.


"Baby, kiss me! (Sayang, cium aku!)" pinta Ken, di anak tangga pertama.


Zoya mengernyit. "What did you say? Do you want kiss? (Apa yang kamu katakan? Kamu mau cium?) Hubby, kamu tidak lihat di sini itu banyak hmppttt!"


Mulut Zoya yang hampir saja merancau ke mana-mana, segera dibungkam oleh bibir Ken. Tak peduli sekitar, yang penting akitivitas ini menyenangkan dan pastinya membuat mereka memiliki kenangan.


Tsk.


"Lakukan seperti waktu itu, Sayang. Aku akan naik ke tangga berikutnya, jika kamu memberiku ciuman. Dan aku tidak menerima penolakan," cetus Ken dengan senyumnya yang menggoda.


"It's oke, Mr. Python."


Cup!


Ken terkekeh keras. Wajah marah Zoya benar-benar membuat gairahnya semakin membludak hebat. Hingga dengan rasa tak sabar, dia langsung melangkah melewati dua anak tangga yang tersisa.


Lantas mengayunkan kakinya hingga dengan cepat mereka sudah berada di depan kamar pengantin yang dihiasi bunga mawar merah.


"Are you ready to play with me, Mrs. Tan? (Apakah kamu siap untuk bermain denganku, Nyonya Tan?)" tanya Ken, dengan manik mata yang saling tatap.


Kini Zoya yang terkekeh, dia menggigit bibir bawahnya seksi menggoda pria matang ini. "Yeah, of course. Let's play, Hubby. (Ya, tentu saja. Ayo bermain, Sayang)"

__ADS_1


Brak!


Ken langsung menendang pintu, tak peduli akan rusak atau tidak, yang penting sekarang adalah waktu bagi dia untuk menghabisi wanita yang ada dalam gendongannya.


Suasana temaram di dalam sana membuat mereka kembali melebarkan senyum, belum lagi aroma bunga mawar yang ditebar di mana-mana. Memenuhi setiap inchi lantai.


"Kapan mereka menyiapkan ini semua? Oh no, Baby. Aku benar-benar akan memakanmu sampai pagi. Jangan mengeluh dan memintaku untuk berhenti, okey?"


Ken menghempaskan pantatnya di sisi ranjang dengan memangku Zoya. Dia segera melucuti baju pengantin sang wanita dengan gerakan tanpa rasa sabar. Sementara bibirnya mulai memangkas jarak, menjangkau benda ranum di depannya.


Benda yang sudah dia sesap entah berapa kali jumlahnya. Namun, rasanya masih sama. Manis dan mampu melumpuhkan kesadarannya.


Secepat kilat, gaun indah itu teronggok di lantai. Dan Zoya takkan tinggal diam. Tak hanya ingin Ken yang mengambil kendali, dia pun ikut melucuti pakaian sang pria, hingga dada bidang itu terekspos bebas memanjakan matanya.


Bau keringat seolah tak menjadi masalah. Bahkan rasanya aroma ini begitu candu bagi Ken yang hendak mengajak Zoya untuk terbang ke nirwana.


Tubuh Ken jatuh atas ranjang dengan Zoya berada di atas tubuhnya. Pagutan itu sama sekali tak terlepas. Menyisakan Zoya yang mulai bergerak lincah.


"Ah, Hubby. Kita mandi dulu," ucap Zoya menghentikan kegilaan mereka yang hampir saja lepas landas.


"No, Baby. Aku sudah menginginkannya," balas Ken yang sudah merasa sesak dengan miliknya. Ular pythonnya sudah ingin terbebas, menemui sarang kesukaannya.


Dia menyerang tubuh Zoya. Tetapi seketika Zoya menghentikannya. "Hubby, aku ingin melakukannya dengan nyaman. Ini adalah malam istimewa. Aku ingin sesuatu yang berkesan. Come on, kita mandi dulu."


Ken menghela nafas. Mau tidak mau dia harus menuruti Zoya. Walaupun sebenarnya apapun keadaan mereka itu tidak masalah.


Zoya bangkit dari atas tubuh Ken, sebelum ke kamar mandi dia terlebih dahulu melepas penutup di kedua intinya.


Melihat itu, Ken menarik bibirnya ke atas. Secepat kilat dia meraih pinggang sang istri dan menggendongnya masuk ke dalam kamar mandi.


"Ah, Hubby!" pekik Zoya, saat Ken kembali menguasai dirinya, di dalam bathtub sudah tersedia busa-busa dengan campuran bunga. Dan Ken membawa wanitanya ke dalam sana.


__ADS_1


Dia tidak butuh waktu selama itu untuk membersihkan tubuh, waktunya bersama Zoya terlalu berharga untuk itu.


Ken merapatkan tubuh mereka, berbeda dengan Zoya yang sudah polos, Ken masih memakai celana panjangnya. Namun, kain itu tak bisa menjadi penghalang Zoya untuk merasakan python yang mulai bangkit dari tidurnya.


Namun, lagi-lagi Zoya menghentikan kegiatan mereka dengan mendorong dada Ken kuat-kuat. "Stop, Hubby!"


Nafas keduanya beradu, seolah mereka baru saja menyelesaikan lari maraton. "Why, Baby? Ada apa lagi?"


Zoya menelan ludahnya kasar. Dan Ken benar-benar sudah tidak memiliki rasa sabar. Kepalanya bergerak ke arah ceruk leher Zoya. "Hubby, stop! Sepertinya ada yang keluar dari dalam tubuhku."


"What? Apa itu, Sayang?"


"Maafkan aku, Hubby. Sepertinya...." Zoya menggigit bibir bawahnya cemas. " Sepertinya aku datang bulan."


Mulut Ken langsung menganga lebar.


*


*


*


Ngothor : Mampussss lu🤣🤣🤣


Seneng banget dah gua🤣🤣🤣


Daddy : Bener-bener lu ya Thor minta dilelepin😤


Ngothor : Bodo amat, yang penting gue seneng 🤣🤣🤣


Daddy : Lu sih pada doain yang kagak-kagak, ah elah mana bentar lagi. Frustasi gue frustasi 😩😩😩


__ADS_1


__ADS_2