
Semenjak kelahiran buah hatinya, Ken tidak pernah lagi mengambil lembur, jika memang ada pekerjaan, dia akan langsung menyerahkan itu semua pada Ron dan juga sekretaris barunya, yakni Mariska—wanita yang kerap dipanggil—Marry.
Seperti sore ini, pria tampan itu keluar dari mobil yang dikendarai oleh supir yang dia hubungi sejam sebelum pulang. Langkahnya selalu tergesa bila sudah sampai di mansion, menyiratkan rasa tak sabar ingin bertemu anak dan istrinya.
"Sayang," panggil Ken seraya menaiki anak tangga, tak peduli pada semua orang yang mendengar suaranya yang begitu menggema, dia terus melangkah mencari keberadaan Zoya.
Ken membuka pintu kamar, dia masuk dan mengedarkan pandangan matanya ke seluruh penjuru arah. Dia melempar tas dan juga jas ke ranjang. "Sayang, kamu di mana?"
Tidak ada yang menyahut, juga tidak ada suara apapun dari dalam kamar mandi, menandakan kalau Zoya tidak ada di sana.
Ken mendesah kecil, pikirannya langsung tertuju pada kamar anak-anaknya, pasti Zoya berada di sana. Pria tampan itu segera berlalu, dan berganti masuk ke dalam kamar Baby ABCDE.
Begitu tubuhnya masuk ke dalam kamar itu, dia langsung disuguhi tawa Zoya, juga suara air yang sedang ditepuk-tepuk. Senyum Ken langsung mengembang, dia pun menyusul ke kamar mandi.
"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Ken di ambang pintu, mendengar suara suaminya, Zoya langsung mengangkat kepala, sementara di tangannya Baby D sedang dia mandikan.
"Aku sedang memandikan anak kita, Sayang. Lihat, dia memegang tanganku sangat kuat, dia pasti takut jatuh," jawab Zoya sambil terkekeh gemas. Semua yang berhubungan dengan anak-anaknya, Zoya sangat menyukainya.
"Hati-hati, Baby. Ingat tidak, kemarin aku memandikan An, dia malah mau melompat, dia sudah seperti belut, licin sekali," ujar Ken mengeluh, mengingat momen di saat ia memandikan salah satu anaknya.
__ADS_1
Zoya terkekeh lalu mengangguk, semua bayi pun sudah selesai dimandikan. Zoya menyerahkan Baby D pada Rathi, karena tangannya sudah digoyang-goyang oleh Ken.
"Sabar, Daddy," ucap Zoya.
"Aku sudah tidak sabar ingin dimandikan olehmu juga, Baby," timpal Ken yang membuat Zoya langsung mendelik, Ken tidak peduli, dia malah mencium bibir istrinya, lalu mengangkat tubuh Zoya untuk keluar.
"Anak-anak, Daddy pinjam Mommy dulu," ucap Ken seraya melangkah, Zoya ingin meronta tetapi nyatanya tidak bisa, dia mencubit dada Ken, dan pria itu hanya terkekeh geli.
"Kenapa kamu tidak pernah mau mengalah?" tanya Zoya.
"Mengalah dalam konteks apa?"
"Kamu sudah punya anak, Hubby. Jangan cemburuan terus."
Seperti sudah kebiasaannya, Ken tak hanya menendang pintu kamar, tetapi dia juga menendang pintu kamar mandi, Ken menurunkan Zoya, dan membiarkan wanita itu mengurus dirinya.
Zoya benar-benar seperti pengasuh bayi besar sekarang, dia membuka seluruh pakaian Ken, dan menyalakan shower. Sementara Ken langsung meraih pinggang ramping Zoya, membawa wanita itu bersamanya, hingga tubuh Zoya ikut basah.
Sebelum Zoya memprotes, Ken lebih dulu membuat wanita itu bungkam. Sebuah ciuman melandas, terasa kuat dan dalam. Ken mengangkat tubuh Zoya setelah melucuti pakaian wanita itu, hingga Zoya hanya mengenakan ****** ******** yang tak seberapa.
__ADS_1
Ciuman Ken semakin turun, sebentar lagi mulut pria itu akan mencapai puncak dada istrinya, tetapi sebelum itu terjadi Zoya menahan kepala Ken. "Dad, hati-hati. Baby A bisa merasakannya."
Ken mengangkat kepala, menatap Zoya dengan wajahnya yang basah, bermandikan hasrat bercampur air yang sedang menerjang tubuhnya. "Kita coba sekali lagi, Baby. Kalau dia menangis lagi, sudah fiks dia akan menjadi rivalku untuk urusan yang satu ini."
Mendengar itu, Zoya mencebik dia menarik hidung Ken, tetapi setelahnya Zoya membiarkan pria itu melakukan apapun yang dia suka.
Zoya hanya bisa menjerit dan menjambak rambut Ken dengan keras. Setelah ini dia yakin, tidak akan hanya ada mandi biasa, karena Zoya sudah merasakan sesuatu yang mulai bangkit di bawah sana.
"Baby, kita harus bekerja sama."
"Bekerja sama apa?"
Ken menurunkan tubuh Zoya, dan membuat acara genggam-menggenggam. "Bantu aku menidurkan dia, bayimu tidak bisa melakukannya sendirian."
"Ck." Zoya berdecak, tetapi suara berikutnya langsung didominasi oleh desahaan mereka berdua.
*
*
__ADS_1
*
Baby A jangan sampe kecolongan, Bapak lu lebih licin soalnya 🤣🤣🤣