
Dibalik kebahagiaan sepasang pengantin. Ada dua hati pula yang terpukul, menahan sesak di dada masing-masing melihat kebahagiaan yang terpahat di wajah Ken dan Zoya.
Padahal mereka tidak berhadapan langsung dengan kedua orang itu. Tetapi rasa yang menghujam saat melihat senyum mereka dari kejauhan, membuat sayatan itu terasa terpatri di hati Raga dan Nora.
Saat itu, Raga datang sendiri dan hanya berakhir di ambang pintu masuk, melihat Zoya yang tengah memeluk Reymond ada sudut hati kecilnya yang merasa haru.
Namun, di samping itu. Rasa sakit jauh lebih mendominasi, saat dia melihat siapa yang bersanding dengan wanita dicintainya. Sekaligus wanita yang ternyata adalah saudara kandungnya.
Merasa tak sanggup, Raga akhirnya pergi tanpa sepatah kata pun. Tidak ada ucapan selamat berbahagia atau kalimat selamat tinggal untuk gadis cantik itu.
Sama halnya dengan Nora, dia bahkan tak bisa membendung laju air matanya. Memberanikan diri datang bersama Arsen, nyatanya tak membuat hatinya setegar karang.
Setelah melihat Ken yang tersenyum sumringah, berdiri dan memeluk Zoya. Membuat sudut hatinya terasa nyeri, beberapa tahun dia menunggu pria itu, nyatanya tak membuahkan hasil apa-apa.
Inikah karma dari perbuatan ibunya yang telah merebut suami orang? Yakni ibu dari wanita yang menjadi istri pria yang dicintainya.
"Ra, cukup! Kamu masih punya masa depan yang lebih indah dari ini. Aku ada buat kamu," ucap Arsen yang kala itu menenangkan Nora.
Di dalam mobil milik pria itu, Arsen memberanikan diri memeluk Nora yang sesenggukan. Dan Nora tidak menolak perlakuan manis itu.
"Tapi hati aku sakit, Ar," balas Nora dengan isak yang terdengar semakin kencang. Dia membalas pelukan Arsen, menumpahkan segala rasa sesaknya di dada bidang pria itu. Hingga kemeja Arsen terlihat basah.
Arsen memejamkan matanya sejenak, melihat Nora yang seperti ini membuat dia pun ikut merasa terenyuh.
"Ra, kalau kamu izinkan aku. Aku mau menyembuhkannya. Aku yang akan menyembuhkan lukamu," balas Arsen sungguh-sungguh, membuat tangis Nora langsung berhenti seketika.
__ADS_1
Arsen sudah memikirkan semuanya. Berhubungan baik selama bertahun-tahun dengan Nora, membuatnya hafal bagaimana sifat wanita ini, Nora adalah wanita yang baik. Dan dia menyukai itu.
Karena tak memiliki keberanian apapun, Arsen tidak pernah mengungkapkan perasaannya.
Dan sepertinya malam ini adalah waktu yang tepat untuknya memberitahu Nora, bagaimana dia mengangumi Nora sebagai sosok seorang wanita.
"Ar," panggil Nora dengan suaranya yang serak sambil menengadah. Hingga pandangan dua orang itu bertemu, Arsen menatap wanita yang ada dalam dekapannya dengan sorot mata teduh.
Sementara Nora menunggu kejelasan dari pernyataan Arsen yang baru saja terlontar. Arsen meneguk ludahnya kasar, lalu tangannya membenahi rambut Nora yang menjuntai tak beraturan.
Dan yang dilakukan Nora hanyalah diam.
"Aku mau menggantikannya. Aku mau menjadi seseorang yang ada di hati kamu, Ra. Bukan lagi sebagai teman, tetapi sebagai seseorang yang kamu cinta. Aku sudah lama memendamnya, dan sekarang aku menunggu jawabanmu. Izinkan aku menjadi dokter yang menyembuhkan lukamu, aku berjanji, tidak akan ada lagi luka setelah ini. Ayo menikah denganku," ungkap Arsen dengan sorot mata tak main-main.
Dia tak ingin membuang kesempatan emas ini, sudah terlalu lama dia menyia-nyiakan waktu yang ada. Sehingga Nora tidak pernah bisa melihatnya.
Mendengar itu, tangis Nora semakin luruh tak tertahankan. Seolah luka yang tengah menganga, mendapat siraman yang menyejukkan.
Tak sedikitpun Nora berpikir bahwa Arsen menyukainya. Bukan! Bukan karena Arsen tak pernah perhatian padanya, tetapi semua itu tertutup oleh kesibukannya mendapatkan Ken.
Memikat hati pria yang tidak pernah bisa melihat kesungguhan cintanya.
Dan detik selanjutnya adalah jawaban dari semuanya. Entah siapa yang memulai lebih dulu, tiba-tiba kedua benda kenyal itu sudah menyatu.
Saling menyesap dan mencari kesungguhan dari naluri masing-masing. Untuk pertama kalinya, Nora bisa merasakan sesuatu yang sangat manis, ciuman Arsen seketika membuatnya lupa, pada luka yang tengah menganga.
__ADS_1
Jantung yang sempat melemah seolah kembali mendapatkan detaknya. Dan pagutan itu semakin terasa dalam, sampai Arsen harus memegangi tengkuk Nora.
Memberanikan diri untuk menyusupkan lidahnya ke dalam mulut wanita itu, dan Nora memberikan akses untuknya. Menyadari itu semua, membuat hati Arsen merasa bahagia.
Bukankah itu artinya dia diterima?
*
*
*
Gue melipir dulu dari si python, kasian kan Mbak Nora yang baek hati kagak dikasih panggung.
Daddy : Buruan! Nggak usah lama-lama part si Nora, bikin part gue lagi, gue mau beraksi nih (protes)
Ngothor : Dih, gue bikin melempem baru tahu rasa lu!
Daddy : Ya ampun tega bener. Ntar gue kirim seblak ceker ke rumah lu, Thor. Tenang aja.
Ngothor : (Nyengir)
Daddy : Ngapa lu cengar-cengir?
Ngothor : Kalo seblak python ada nggak yah?
__ADS_1
Daddy : Yeh nih orang, dikasih ati malah minta python.
Ngothor : Dah kenyang gue makan ati 😌