Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Kita Kemusuhan


__ADS_3

Setelah menyusui suaminya, kini Zoya berganti menyusui sang anak. Wanita itu berbaring di ranjang besar yang tersedia di kamar Baby ABCDE dan langsung menyusui Baby A.


Tubuh mungil yang sedari tadi menggeliat, serta mulutnya yang terus bergerak kini berhenti dan fokus pada makanannya. Melihat itu, Zoya mengulum senyum. Seolah Baby A benar-benar tahu kalau makanan favoritnya telah diambil oleh sang ayah.


"Cih, Baby langsung diem. Kenapa? Takut nggak kebagian yah?" tanya Zoya mengajak sang anak bicara, Baby A hanya diam, merespon dengan kedipan mata dan sesapan yang terasa semakin kuat.


Ken ikut melangkah ke arah ranjang, berdiri di sisi tubuh Zoya dan mengelus puncak kepala wanita itu. "Sayang, kalau begitu aku berangkat dulu yah. Sepertinya tugasku sudah selesai." Ucap Ken dengan senyum getir, mengingat bahwa dua buah gundukan sintal itu bukan lagi miliknya.


Zoya terkekeh kecil, lalu menangkap punggung tangan Ken dan memberinya usapan pula. "Tugasmu sudah digantikan oleh mereka sekarang."


Mendengar itu, bibir Ken semakin mencebik. Membayangkan betapa sulitnya dia mendapat asupan dari Zoya. Namun, meskipun begitu dia tetap bersyukur Zoya tetap sehat begitu pun dengan anak-anaknya.


"Iya-iya, Sayang. Aku mengerti, kalau mereka sudah besar. Keduanya akan menjadi milikku lagi." Ken menunduk dan mengecup puncak kepala Zoya untuk pamit, tak lupa dia juga mengelus puncak kepala sang anak, tetapi Baby A malah bergerak, seolah menghindar dari sentuhan sang ayah.


Kita kemusuhan. Andai Baby A sudah bisa bicara, mungkin dia akan memproklamirkan kalimat tersebut pada Ken, karena sudah berani mengambil makanan favoritnya.


"Haish, dia sampai memusuhiku hanya gara-gara aku mencicipi makanannya?" gerutu Ken, membuat semua orang yang ada di sana menahan tawa, kecuali Zoya yang sudah terkekeh keras.


"Sudah sana, nanti kamu terlambat, Sayang," ucap Zoya mengingatkan suaminya.


Ken menghela nafas panjang, sekali lagi dia menunduk, kini bukan lagi puncak kepala yang dia cium, tetapi bibir ranum sang istri, membuat semua baby sitter kompak membuang pandangan masing-masing ke arah lain.

__ADS_1


Bukannya merasa bersalah, makhluk tidak tahu malu itu malah mengusap pelan salah satu dada istrinya. "Ingat, Baby. Jangan habiskan, ada jatah Daddy di sini."


Zoya mencubit lengan Ken, membuat pria itu akhirnya terkekeh. Padahal dulu Ken adalah seseorang yang pantang basa-basi, tetapi sekarang semuanya telah berubah. Setiap kali bersama Zoya, banyak sekali drama yang dimainkan pria satu ini.


Ken keluar dari kamar anaknya, mengambil perlengkapan kerjanya, lalu turun ke bawah. Ternyata di sana Ron sudah menunggu, pria itu sedang mengobrol bersama kakek Abian, selagi menunggu dirinya datang.


"Ken, katanya kamu ada meeting. Kenapa kamu turun terlambat?" tanya kakek Abian, melihat sang cucu yang malah bersikap santai, padahal sudah hampir terlambat datang.


"Aku mengurus anak-anakku dulu tadi."


"Kan sudah ada baby sitter."


"Aduh, Kek. Walaupun sudah ada baby sitter tetap saja aku harus turun tangan. Kan aku ayahnya, memang baby sitter yang membuat Zoya hamil? Memangnya mereka yang menusuk-nusuk Zoya setiap malam? Atau mereka yang muntah-muntah sampai pingsan? Bukan, 'kan?"


Setelah pamit pada sang kakek, akhirnya Ken benar-benar berangkat kantor. Wajahnya sedikit kusut, membuat Ron jadi bertanya-tanya. Namun, rasanya pria itu enggan untuk memulai lebih dulu, yang ada nanti dia salah bicara. Bisa berabe urusannya.


"Ron, hati-hati," ucap Ken tiba-tiba, membuat Ron mengangkat kepala, hati-hati apa maksudnya? Sedari tadi dia menyetir mobil aman-aman saja.


Bahkan walaupun mereka hampir terlambat, Ron tetap memakai kecepatan sedang.


"Hati-hati apa, Tuan?" Akhirnya Ron bertanya juga, merasa penasaran ke mana arah pembicaraan Ken.

__ADS_1


Ken menghela nafas panjang, menyandarkan kepalanya di punggung kursi dengan tangan yang bertaut menjadi sebuah bantalan. "Hati-hati nanti kalau anakmu sudah lahir."


Kening Ron semakin mengernyit. "Kenapa, Tuan? Apa sangat merepotkan?"


Ken menggeleng. "Bukan, tapi kamu akan kurang asupan."


Mendengar itu, Ron mencoba mencerna apa yang Ken ucapkan, sementara Ken mencari cara, bagaimana caranya supaya Baby A tidak tahu kalau ia sudah mencuri makanan favoritnya.


"Ahhh, susah juga ternyata kalau sudah punya anak," gerutu Ken sambil mengacak rambutnya.


*


*


*


Angel wis angel🤣🤣🤣


Btw, rengginangnya udah pada abis belum😂😂😂


Nih Daddy edisi lebaran, abis sholat Ied dia, cuma kagak pake sarung, takut gondal-gandul katanya 🤣🤣🤣

__ADS_1



__ADS_2