Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #11


__ADS_3

"I am so ready, Hubby, (Aku sangat siap, Sayang,)" jawab Zoya dengan satu tangannya yang menangkup sisi wajah Ken. Pria itu mengulum senyum, memegang tangan Zoya dan beberapa kali menciumnya.


Tanpa menunggu lebih lama, Zoya dibuat tersentak, saat ular python Ken kembali membelit liang kenikmatannya. Setelah sekian lama, akhirnya mereka menyatu dengan raga asmara yang sama-sama menggelora.


Ken mencengkram kuat kain sprei dan mendorong tubuhnya, hingga pusakanya terbenam semakin dalam, dan hal itu sukses membuat mulut Zoya tak berhenti untuk menganga, dengan ludah yang terasa tercekak di tenggorokan.


Sebelum bergerak, menghentak dan menghajar Zoya sampai kehabisan tenaga. Ken lebih dulu menciumi wajah gadis itu.


Dia kembali menautkan jari jemari mereka, lalu wajahnya turun hingga bermuara di pucuk yang tengah menegang hebat, akibat sengatan yang Zoya terima.


Gadis itu langsung menjerit, mengekspresikan rasa nikmat yang menjalar ke seluruh urat syarafnya, di saat Ken mulai menghentak miliknya dengan tempo yang sangat mantap.


Aliran darahnya kembali berdesir tak normal. Zoya terus dibuat menggelinjang ke sana ke mari oleh permainan Ken. Pria itu menarik dirinya, bangkit dan merapatkan kaki Zoya. Dia kembali bergerak seraya memeluk kaki jenjang itu.


Suara desaahan keduanya adalah lagu cinta paling merdu, yang nyaris tak ada duanya. Ken bagai singa kelaparan yang melihat daging segar, hingga tanpa segan dia terus melahapnya tanpa ampun.


"Baby, calling my name. Come on!" pinta Ken sambil terus memompa tubuh Zoya. Menghasilkan gesekan nikmat, di antara peluh dan decak basah.


Pria matang itu tak henti-hentinya menggigit bibir bawahnya, sadar betul akan gelora sukma yang mengikat senjatanya.


"Oh my Ken!" jerit Zoya, wajah sensual gadis itu semakin terlihat menggoda, dan Ken tidak menyia-nyiakannya. Dia kembali mencium Zoya dengan buas sebagaimana biasanya.


Dan Zoya selalu membalas itu dengan suka cita. Dia senang dengan permainan Ken yang selalu bisa memanjakannya. Zoya menjambak rambut Ken, sementara bibirnya saling menggigit dan bertukar saliva dengan sang pria.


Raksasa dalam tubuh mereka sama-sama keluar dengan garang. Hingga membuat kegiatan panas ini tercipta semakin syahdu, tak ada satu anggota tubuh pun yang diam, semuanya seolah berkontribusi untuk mensukseskan pertempuran malam hari ini.


"Gerakan tubuhmu, Baby," pinta Ken dengan hentakannya yang mulai memelan, dia pintar-pintar mengatur tempo permainan, agar bisa pythonnya tidak keluar terlalu cepat. Dia ingin melepaskannya bersama dengan Zoya.


Tanpa banyak kata, seluruh anggota tubuh Zoya langsung menurut pada perintah Ken. Dia bergerak seirama dengan pria yang menggagahinya.

__ADS_1


"Do you like, Hubby?(Apakah kamu suka, Sayang?)"


"Yeah, i like it! (Ya, aku suka!)"


Wajah mereka beradu, uluman senyum lagi-lagi terpatri di bibir keduanya. Senyum itu sirna hanya karena satu alasan, yakni ciuman buas yang mereka ciptakan.


Berharap setelah Ken bercocok tanam di lahan yang semestinya, akan ada bibit-bibit yang menyemai, tumbuh subur di rahim Zoya dan menjadi pelengkap di keluarga kecil mereka.


Zoya memegangi kedua bahu kokoh Ken, sementara derit ranjang terus beradu dengan waktu. Pasokan oksigen di sekitar mereka sepertinya semakin menipis, karena tak mampu mengisi rongga udara dalam tubuh masing-masing.


Gelombang itu nyaris datang secara bersamaan, Ken kembali menyerang leher jenjang Zoya sambil menekan tubuhnya. Kedua orang ini hampir mati, dengan sengatan yang melumpuhkan seluruh persendian mereka.


"Oh, Hubby! Aku mau sekarang." Zoya memeluk leher Ken dengan sangat erat, wajahnya memerah karena ledakan dahsyat yang keluar dari pusat tubuhnya.


Sejurus dengan itu, Ken mendapatkan pelepasannya. Mereka menjerit bersama di dalam kamar itu. Suara mereka menggema, tak peduli sekitar yang penting mereka sangat puas dengan percintaan kali ini.


Satu pelepasan berhasil mereka dapatkan. Ken mengatur nafas sejenak dan masih bersembunyi di balik ceruk leher Zoya. Dia menelan ludahnya kasar, dan membiarkan ular pythonnya menyemburkan bisanya dengan sempurna.


Hingga beberapa saat kemudian, Ken menarik diri, menatap Zoya yang masih memasang wajah sensual yang teramat dia suka. Ken mencium kening dan bibir Zoya.


Dia mengulum senyum tanda puas. "Setelah ini aku yakin, akan ada anak python di perutmu, Baby."


"Anak python, atau anakmu?" balas Zoya dengan suaranya yang masih terdengar berat.


"Anak python ya anakku!" cetus Ken, lalu mengusap keringat di wajah Zoya.


Dan pembicaraan itu sukses membuat keduanya terkekeh. Namun, kekehan itu tak berlangsung lama, karena Ken menarik diri dan membalik tubuh Zoya.


Dia tak mau menyia-nyiakan waktu, malam ini adalah waktu baginya untuk mengasah kekuatan ular pythonnya.

__ADS_1


Ken kembali memberi pemanasan, menciumi belakang tubuh Zoya, dari pantat hingga ke punggung gadis itu. Sementara Zoya hanya bisa pasrah atas semua perlakuan Ken di atas tubuhnya, dia bagai seorang hamba yang ingin dipuaskan sang tuan.


Jadi biarlah, karena apapun yang Ken berikan, Zoya akan selalu suka.


"Come on, Baby. Kita lanjutkan percintaan panas ini!"


*


*


*


Dah gue engap🐍🐍🐍🥱🥱🥱


Daddy : Maacih emak gue yang solehotnya tiada tanding dan tiada banding🙃


Ngothor : 🙄🙄🙄 Kagak tahu apa gue jadi pengen es padahal idung masih meler🤧


Daddy : Gapapa beli aja, nanti anak lu yang Sholeh ini Nyang bayarin 😚


Ngothor : Iya ntar nambah belel lu yang tanggung jawab!


Daddy : Iya ntar kalo lu hamil gue yang tanggung jawab!


Ngothor : Dih bocah setann! Nyicip pucuknya aja kagak pernah, ngomongin hamidun🙄


Daddy : Kan lu kebagian engapnya, Ehek!🤪


Ngothor : (Melotot ampe mata mau loncat)

__ADS_1


__ADS_2