Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Bolehkah?


__ADS_3

Ciuman itu terasa semakin dalam, saat Ken menahan tengkuk Zoya dengan kedua tangan, menyembunyikan kesepuluh jemarinya di antara riapan surai kecoklatan milik Zoya.


Suara tangis gadis itu berhenti, dan berganti suara decapan nikmat yang terus mengisi ruang yang mereka tempati.


Ken terus membolak-balikkan wajahnya menikmati pertautan itu. Menyesap dengan kasar, bahkan menggigit kecil pula bibir ranum Zoya yang terasa begitu candu.


Untung saja Ron langsung kembali ke perusahaan. Bila tidak, dia benar-benar akan sial.


Dan keuntungan lainnya adalah mobil Ken berhenti di tempat yang cukup sepi, bukan jalanan yang rawan terkena macet.


Hingga sampai kapan dia akan bersemayam di sana. Tidak akan ada mobil polisi yang akan menilang atau mengangkutnya.


Kedua pasang mata itu terpejam. Terus bertukar saliva dan menikmati sensasi yang tercipta, bagian bawah tubuh Ken mulai bergerak mencari ruang, sementara inti Zoya sudah berkedut tak menentu, ingin segera dihentak dan menerima kepuasan.


Selagi mulut itu terus beraktivitas. Tangan Ken pun tak kalah untuk bergerak, merayap dibalik punggung mulus itu, mencari muara pengait yang menyembunyikan dua buah kesukaannya.


Tanpa kesulitan, Ken sudah berhasil melepas sepenuhnya. Kini dia tinggal mengeluarkan isinya, dan menyesap tak bosan-bosan.


"Baby, i am sorry," ucap Ken dengan nafasnya yang terdengar semakin memburu. Zoya tak menjawab, dia hanya bergeming saat Ken menurunkan blouse yang dia kenakan.


Pakaian karet dengan dada cukup rendah itu memudahkan Ken mengeluarkan semuanya. Kini, dua sembulan itu terpampang nyata, pucuknya yang merah jambu seolah melambai ke arahnya, ingin segera dilahap.


Ken menarik kedua tangan Zoya agar melingkar di lehernya, sementara dia mulai mengikis jarak, begitu sampai di tempat yang menjadi tujuannya.

__ADS_1


Mulut Ken langsung menyambar pucuk gairah itu, hingga membuat Zoya melenguh seketika.


"Daddyhhh, uhhhh," lirih Zoya menggeliat dan semakin memeluk erat kepala Ken.


Wajah Ken semakin terbenam, terjerembab di antara bukitan itu. Dia dibuat gelagapan, karena kedua lubang hidungnya pun tertutup oleh daging kenyal milik Zoya yang memenuhi ruang mulutnya.


Kedua orang itu semakin meringsek, tubuh Zoya mulai turun, membawa tubuh Ken berada di atas tubuhnya.


Satu kaki Ken bertumpu di kursi, sementara kedua tangannya menahan bobot tubuhnya, agar tidak terlalu menindih tubuh Zoya.


Ken menghentikan aksinya sejenak, memandang wajah sensual Zoya dengan netranya yang dipenuhi birahi kelelakian.


"Baby, bolehkah aku melakukannya?" tanya Ken, untuk pertama kalinya pula dia meminta izin untuk melakukan apa yang menjadi kesenangannya selama ini.


"Jangan lakukan di sini," balas Zoya.


Dan Ken langsung melebarkan matanya. "Maksudmu? Boleh jika aku melakukannya di tempat lain?"


Zoya mengulum senyum tipis, lalu mengangguk. Ukiran di bibir Ken melebar, dia mengecupi wajah Zoya dan langsung mendudukkan gadis itu kembali.


"Kita cari tempat di sekitar sini, okey?" Ken membantu Zoya membenahi pakaiannya, dan Zoya hanya bisa patuh pada apa yang Ken lakukan.


Pria matang itu berpindah ke kursi kemudi, dan Zoya duduk di sampingnya. Dia menyalakan mesin mobil, dan mulai membawa kijang besi itu untuk mencari tempat teraman dan ternyaman untuk mereka bercinta.

__ADS_1


Sesekali Ken menatap ke arah Zoya, lalu menggenggam tangan gadis itu untuk dikecupnya. "One more, i am sorry, Baby. I was wrong."


Siapa yang tidak meleleh mendapat perlakuan manis seperti ini? Bahkan rasanya jantung Zoya berdebar tak menentu, dan yang mampu dia lakukan hanyalah mengangguk.


"Jawab dengan benar, Baby. Supaya aku tenang. Aku benar-benar minta maaf, aku sudah terpancing emosi tadi." Ken menatap Zoya lagi, dengan raut wajah sendu.


Zoya menghela nafas, dia pun ikut menggenggam tangan Ken, lalu mengecupnya sekilas. "No problem. Kita lupakan saja kejadian tadi." ujarnya.


Membuat Ken langsung tersenyum lebar, dia melepaskan tangan Zoya, dan berganti mengusak puncak kepala gadis itu.


Hingga akhirnya mereka sampai di tempat eksekusi. Tempat di mana ular python akan segera beraksi.


*


*


*


Skip ga ya, skip ga ya, bantu jawab dong🤣🤣🤣🤣



__ADS_1


__ADS_2