
Setelah kepergian Nora. Zoya baru bisa bernafas dengan lega, sedari tadi dia sudah merasa cemas, karena takut Nora tak percaya padanya.
Benar seperti dugaannya, Nora mengetahui sesuatu, dan dia harus semakin waspada.
Zoya melangkah gontai ke arah kamar mandi, untuk mencuci wajahnya yang terus merasa begitu tegang.
Jujur, dia memang merasa bersalah. Tapi dia juga tahu, Ken pun tak akan melepaskannya begitu saja.
Ken sudah membuktikan dirinya yang takkan pernah menyentuh wanita lain, dan selama ini hubungan mereka pun terlihat baik-baik saja.
"Sepertinya aku harus memberi jarak, supaya aku dan Daddy tidak sering bertemu dan menghabiskan waktu, atau Kak Nora akan semakin curiga," Zoya bergumam di depan cermin.
Dia sedikit memijit tengkuknya, lalu naik ke pelipis yang terus berdenyut tidak menentu.
Setelah itu, Zoya buru-buru naik ke atas ranjang. Dia ingin merilekskan tubuhnya dengan beristirahat.
Namun, lama memejamkan mata. Kantuk tak kunjung menghampirinya. Dia terus dibuat resah dan gelisah.
Hingga sebuah suara, mengalihkan pandangan matanya. Malam itu, Ken kembali datang ke kamarnya, entah kenapa melihat Ken datang, hati Zoya langsung merasa tenang.
Ken menutup pintu dengan sangat pelan, dia tersenyum lebar lalu dengan cepat naik ke atas ranjang.
Tak seperti biasanya. Kini, Zoya langsung memeluk erat tubuh kekar Ken, mencari ketenangan, bahkan tak sedikit dia menghirup aroma tubuh pria itu, aroma maskulin yang memanjakan indera penciumannya.
Menyadari itu, Ken dibuat bingung. Dia mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan sikap Zoya yang tiba-tiba manja padanya.
"Hey, ada apa, Sayang? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanyanya sambil mengecupi puncak kepala Zoya.
__ADS_1
"Hem, aku ingin seperti ini. Sebentar saja," jawab Zoya terus melesakkan wajahnya di dada bidang Ken.
Berada dalam dekapan pria ini, membuat tubuh dan hatinya menghangat. Entah kapan perasaan ini muncul, di samping Ken adalah orang yang merenggut aset berharganya, dia pun mulai nyaman dengan pria ini.
"Sayang, aku tidak yakin hanya seperti ini kalau kamu terus memancingku," ujar Ken yang mulai menegang, karena sentuhan Zoya benar-benar seperti listrik tegangan tinggi.
Sekali sengat langsung berdiri.
"Memancing apa? Zoya sedari tadi hanya memeluk Daddy," balas Zoya sambil mendongak menatap Ken dengan bibir yang mencebik.
"Bagimu hanya memeluk, tapi lain bagiku!" cetus Ken, sudah merasa pusing. Apalagi dia disuguhi aroma tubuh Zoya yang sangat manis.
"Memangnya kenapa?"
"Haish, kamu benar-benar bertanya atau hanya ingin menggodaku, Baby?"
Zoya menggigit bibir bawahnya, dan menatap Ken malu-malu. Sementara pria itu semakin tak percaya dengan tingkah Zoya, dia hanya bisa menganga dengan pusakanya yang terasa sesak, mencari ruang kebebasan.
"Kamu mau apa, Baby?" tanya Ken pura-pura polos, ingin mengetahui apa yang akan dilakukan gadis ini selanjutnya.
"Malam ini biar Zoya yang bergerak di atas tubuh Daddy, Daddy diam saja," ujar Zoya dengan wajah yang bersemu merah.
What?
Sumpah demi apapun, atau demi keteknya kuntilanak yang nggak pernah mandi-mandi. Ken sampai tercengang mendengarnya.
Namun, tak dipungkiri pula, dia juga sangat suka. Mimpi apa dia semalam, sampai Zoya menawarkan diri untuk memuaskannya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Zoya langsung menurunkan wajahnya. Untuk menjangkau bibir pria yang berada di bawah tubuhnya. Mencium ala kadarnya, seperti yang sering dia lakukan untuk membalas Ken.
Mendapat kesempatan emas seperti ini, Ken tidak menyia-nyiakannya sama sekali, dia menyesap tak kalah kuat, dan ciuman itu terasa semakin menuntut.
Hingga membuat pria matang itu merasa tidak sabar. Dia menggerakkan tangannya untuk membuka gaun tidur milik Zoya, tetapi tangan itu segera ditepis oleh sang pemilik gaun.
Pertautan itu terlepas, dan Zoya segera menatap Ken. "Aku bilang Daddy diam saja, kali ini biar Zoya!" cetus gadis itu dengan wajah serius.
Mendengar itu, Ken semakin dibuat gelagapan, mau membalas kata-kata Zoya pun rasanya dia tak sanggup. Hingga akhirnya dia hanya bisa bergeming, menikmati permainan gadis itu di atas tubuhnya.
Sial, bisa-bisanya aku kalah dengan Zoya. Gadis ini benar-benar, membuatku tidak berdaya.
*
*
*
Yah buayaaa tua kalah🤣🤣🤣
Kembangnya jangan lupa sirem oyyy biar nggak layu 🥱🥱🥱
Salam anu👑
Aku kalah gaysss🤪
__ADS_1