Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Pulang


__ADS_3

Ken sudah melewati masa pemulihannya. Sudah sebulan lebih dia berada di negeri seberang, dan terus berjauhan dengan Zoya.


Namun, kabar baiknya adalah Ken sudah diizinkan oleh sang dokter untuk melakukan hubungan badan. Itu artinya, pria matang itu sudah siap untuk kembali menggempur pertahanan milik gadisnya.


Sementara untuk mengetahui prosedur tersebut berhasil atau tidak. Dokter akan meminta sampel air manii setelah 6-8 minggu pasca operasi.


Sampel tersebut akan diuji melalui tes analisis spermaa untuk melihat ada tidaknya cairan spermaa di dalam air manii milik Ken.


Sore ini dia sudah bisa pulang, karena hari ini dia sudah memberikan sampel tersebut pada dokter yang menanganinya.


Senyum Ken selalu mengembang selama perjalanan ke hotel, tempat di mana dia tinggal di negera tersebut. Dia tidak mau memberitahu Zoya, dia akan memberi kejutan pada gadis manis itu.


"Baby, aku pulang," gumam Ken sambil tersenyum lebar.


Dia pun menghubungi Ron untuk menyiapkan semuanya. Malam ini, dia akan langsung bertemu Zoya. Dan menghabiskan waktu bersama. Hanya berdua.


Setelah membereskan barang-barangnya, dan sedikit membeli oleh-oleh untuk Zoya serta penghuni mansion. Ken tidur siang, untuk mengumpulkan tenaga, sebelum menggempur Zoya semalaman suntuk.


*


*


*


Saat hari sudah menjelang malam, tiba-tiba Ron datang ke mansion dan langsung menanyakan keberadaan Zoya pada Bi Lila.


Kebetulan gadis itu baru saja turun dari tangga hendak pergi ke dapur. Melihat itu, Bi Lila langsung memanggil Zoya untuk mendekat. Patuh, Zoya melangkah dengan ceria, hingga dia berdiri sejajar dengan Ron dan wanita paruh baya itu.


"Ada apa, Bi?" tanya Zoya sambil menatap Bi Lila.

__ADS_1


Namun, yang menjawab pertanyaannya justru asisten Ron, hingga dia berpindah haluan, menatap pria di sampingnya. "Nona, bisakah ikut saya malam ini?" Ujarnya dengan mimik wajah serius.


"Ikut, ikut ke mana?" tanya Zoya dengan sedikit mengeryitkan dahi. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba Ron mengajaknya untuk pergi, bahkan tanpa izin dari Ken.


"Nanti anda juga tahu, lebih baik sekarang anda bersiap-siap, saya tunggu di mobil," ujarnya buru-buru.


"Tapi_"


Sebelum Zoya kembali bicara, Ron justru sudah melangkah meninggalkannya. Membuat dia semakin dibuat penasaran. Zoya menghela nafas, dan akhirnya mengikuti apa kata asisten Ron untuk bersiap-siap.


Beruntungnya, malam ini Nora pun memberitahu Bi Lila, bahwa dia akan menginap di restorannya.


Tak butuh waktu lama, gadis manis itu sudah rapih dengan rok pendek selutut dan blouse kotak-kotak miliknya.



Riasan tipis membuatnya terlihat sangat cantik malam ini, gadis itu duduk dengan tenang di belakang sana sambil memainkan ponselnya.


Zoya terus seperti itu, hingga mereka sampai hotel bintang lima, tempat di mana dia merayakan ulang tahun bersama Ken. Pandangan mata Zoya menyipit, dia sedikit tertegun dengan semua ini.


"Asisten Ron, kita mau apa sebenarnya?" tanya Zoya takut-takut. Apalagi tidak ada siapapun selain mereka berdua, dia menatap ke arah Ron, seolah mengambil ancang-ancang.


Menyadari itu, Ron sedikit mengulum senyum merasa lucu. Dia melirik Zoya yang terlihat pias dari balik spion tengah. "Nona turunlah, dan naik ke atas. Tepatnya kamar nomor 69. Tempat di mana anda merayakan ulang tahun."


Deg!


Jantung Zoya seperti mau merosot, ada perasaan takut, penasaran, cemas, bahagia, semuanya menjadi satu. Zoya menelan ludahnya susah payah. Apakah Ken ada di dalam sana?


"Asisten Ron?"

__ADS_1


"Cepatlah, Nona. Waktunya bersamamu sangat berharga, jangan sampai kamu menyia-nyiakannya."


Mata Zoya mulai berkaca-kaca, dia menggigit bibir bawahnya sambil mengangguk. Tanpa ba bi bu, dia langsung keluar dan masuk ke dalam hotel tersebut.


Gadis cantik itu masih begitu hafal di mana letak kamar itu. Waktu sebulan tidak dapat menghapuskan memori indahnya bersama Ken di tempat ini.


Kakinya bergetar saat dia sudah berhasil berdiri di depan ruangan yang dia tuju. Dia kembali menelan ludahnya susah payah. Tanpa banyak kata, Zoya langsung membuka pintu ruangan tersebut, kaki jenjangnya menyelinap masuk.


Dan pada saat tubuhnya sudah masuk dengan sempurna. Dia langsung disambut oleh raga perkasa, pemilik hatinya.


Seseorang yang amat dia rindukan, kini ada di depan mata.


Bibir mungil itu tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman untuk sang pujaan.


"Hubby."


*


*


*


Siapa tahu ada yang mau kenalan sama othornya python 😌😌😌


*FB : Nita Amelia


*IG : nitamelia05


*Wa : 0831xxxxxxx

__ADS_1


Kalian bisa tanya-tanya seputar perpythonan di sanaπŸ₯±πŸ₯±πŸ₯±


__ADS_2