Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Tidak Diragukan


__ADS_3

Akhirnya pagi itu Siska ikut berjemur, dia mengekor pada Zoya yang melangkah ke taman belakang, di mana para bayi mungil sedang memanaskan badan.


Pemandangan yang terlihat sangat menggemaskan, semua bayi itu bertelanjang dada, dan tak lupa juga memakai kacamata untuk menghalau silaunya sinar matahari yang menerpa indera penglihatan mereka.


Zoya mengulum senyum manis, karena pagi ini bayinya sudah lengkap, Baby El sudah pulang dan berkumpul bersama dengan saudaranya yang lain.


Wanita itu menghampiri Olaf, sang pengasuh yang sedang menggendong putrinya. Sementara Siska senantiasa mengekor pada Zoya.


"Olaf, sini biar El aku yang gendong," pinta Zoya sambil mengulurkan tangan, ingin mengambil alih Baby El, Olaf pun menurut dia menyerahkan bayi yang terlihat paling kecil itu pada majikannya.


Senyum Zoya makin mengembang, melihat Baby El yang terlihat begitu menggemaskan dengan kacamata bulat berwarna pink. Apalagi saat bayi cantik itu menguap, Zoya menciumi mulut Baby El, seolah aroma itu adalah candunya.


Siska yang melihat itu pun ikut tersenyum, dia membelai lembut pipi Baby El dengan jarinya. "Cantiknya anakmu, Zoy. Aku jadi ingin punya anak perempuan juga." Puji wanita itu, lalu mengikuti Zoya untuk duduk di kursi panjang yang tersedia.


"Baby El memang yang paling cantik, Aunty," ucap Zoya, menirukan suara anak kecil untuk menimpali ucapan Siska, membuat keduanya terkekeh secara bersamaan.


"Oh ya, Kak. Bagaimana denganmu? Apa persalinannya sudah dekat? Perutmu sudah besar sekali lho," ujar Zoya, melihat kondisi perut Siska yang sudah sangat besar, dari usia kehamilan mereka memang tidak berjarak terlalu jauh, tetapi karena Zoya mengandung bayi kembar, maka dari itu Zoya melahirkan lebih dulu.


Sementara Siska berencana untuk melahirkan secara normal. Dia dan Ron sudah sering melakukan pemeriksaan ke dokter, bahkan mereka juga sudah mengetahui jenis kelamin bayi yang ada di dalam perut Siska. Dan semuanya tampak baik-baik saja.

__ADS_1


"Sekitar seminggu lagi, Zoy, aku dan Kak Ron juga sudah tidak sabar ingin melihat dia," jawab Siska sambil mengelus lembut perutnya, tak disangka si jabang bayi memberikan respon berupa tendangan, membuat Siska sedikit tersentak.


"Kenapa, Kak?"


"Ah, tidak. Anakku aktif sekali, aku pegang dia langsung bereaksi," ucap Siska lalu mengulum senyum tipis, merasa senang karena selama mengandung, dia memang tidak mengalami hal yang aneh-aneh, dan sang anak pun tumbuh seperti kebanyakan bayi lainnya.


Mendengar itu, Zoya malah terkekeh geli. "Aktif kayak Daddy-nya ya, Kak. Sekali senggol langsung berdiri."


Kini tak hanya Siska yang tersenyum, tetapi para baby sitter juga ikut terkekeh sambil geleng-geleng kepala. Suami dan istri memang tidak ada bedanya, sama-sama mesum.


Namun, entah kenapa mereka malah suka. Bagi mereka itu terlihat menggemaskan, sekaligus membuat mereka iri, ingin juga memiliki hubungan yang begitu harmonis seperti kedua orang itu.


"Iya dong, Eyang Kakung. Baby El ini yang paling cantik, kacamatanya beda sendiri. Yah, Nak, yah?" timpal Zoya seraya mengangkat sedikit tubuh Baby El.


Kakek Abian mendekati cicit perempuannya, bayi yang baru saja bergabung pagi ini. Dilihatnya bayi cantik itu sangat mirip dengan wajah Zoya, tetapi tetap perpaduan dengan wajah Ken.


Pria paruh baya itu mengelus kepala Baby El dengan lembut, membuat bayi cantik itu bergerak, memberi respon. "Benar-benar tidak bisa diragukan yah." Ucap kakek Abian dengan senyum mengembang.


Zoya dan Siska mengangkat kepala, lalu saling pandang.

__ADS_1


"Apanya yang tidak bisa diragukan, Kek?" tanya Zoya dengan alis yang terangkat. Sementara tangan kakek Abian masih bertengger di kepala Baby El.


"Bibit premium suamimu, lihat cicit-cicitku, semuanya lucu. Tidak sia-sia setiap malam aku ikut tidak bisa tidur, karena kebisingan, ternyata hasilnya memang menggemaskan."


Mendengar itu, sontak saja membuat pipi Zoya memerah, sementara semua orang tidak bisa lagi menahan tawanya.


*


*


*


Deterjen : Thor, kenapa Siska yang hamil duluan belom lahiran?


Ngothor : Jadi gini konsepnya, Sayang. Neng njoyyy kan hamil anak kembar, jadi dia melahirkan duluan secara sesar, sebelum 9 bulan, sementara neng encis bakal melahirkan normal, artinya dia nunggu kontraksi pembukaan.


Deterjen : Terus itu baby sitter ngambil di mana, Thor?


Ngothor : Gue nggak ngambil dari yayasan, gue ambilnya dari pembaca uler-uleran. Paham🙄🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2