Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #31


__ADS_3

Area pangkal paha Ken terasa sangat gatal, birahi yang sedang memuncak malah berakhir dengan rasa ingin menggaruknya dengan kasar. Gara-gara semut yang masuk dan menggigit pythonnya, dia harus merasakan ini semua.


Kejadian yang Ron alami seolah terulang. Tadi siang cacing Ron yang merasa kepanasan, sekarang python Ken yang terasa gatal.


Hah, nasib para calon ayah ini benar-benar sial!


"Baby!" Ken merengek, tetapi Zoya justru menjejali mulut Ken dengan buah rambutan. Pria tampan itu tidak bisa menolak, sambil garuk-garuk mulutnya terus mengunyah.


"Makanya Hubby itu kalau apa-apa jangan sembarangan, mungkin semutnya berpikir kalau pythonmu itu buah rambutan, makanya mereka menggigitmu," ucap Zoya mengingatkan Ken. "Sini aku lihat."


Karena merasa kasihan, melihat wajah Ken yang memelas, akhirnya Zoya menghentikan kegiatannya mencabuti bulu-bulu rambutan. Berganti melihat dua buah rambutan yang menggantung di tubuh Ken.


Pria tampan itu segera membuka handuk, dia sudah berbaring di atas ranjang. Zoya menunduk, melihat dengan seksama python Ken yang terlihat bentol-bentol.


"Wah, python Hubby jadi ada coraknya." Kekeh ibu hamil itu menggoda sang suami, sambil menduil-duil python hingga benda loyo itu bergerak ke sana ke mari.


"Baby, jangan bercanda. Pythonku gatal," rengek Ken lalu tangannya kembali menggaruk, tetapi secepat kilat Zoya menahannya.


"Jangan digaruk! Pythonmu sudah bentol-bentol, yang ada nanti lecet, Hubby," ucap Zoya yang membuat Ken tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sumpah demi apapun, Ken benar-benar ingin menggaruknya.


"Tunggu di sini!"


"Baby, kamu mau ke mana? Ini kenapa pythonku dibiarkan seperti ini?" protes Ken sambil menahan rasa gatal yang menggerogoti pusakanya.


Zoya tidak menanggapi ucapan Ken, dia malah mengambil kotak p3k dan kembali duduk di samping pria itu. Bukannya membantu dengan benar, Zoya malah seperti ingin main dokter-dokteran.

__ADS_1


Zoya mengeluarkan salep kulit, lalu pelan-pelan mengoleskannya pada inti tubuh sang suami. Ken memejamkan matanya saat rasa dingin itu menyapa pori-pori kulitnya.


Pythonnya menggeliat, merasa geli apalagi saat Zoya mengusap-ngusap sambil meniupnya. "Baby, bisakah_"


"Tidak!" potong Zoya cepat, tahu apa yang akan Ken katakan. "Pythonmu sedang sakit, jadi jangan macam-macam!"


Makin merana saja wajah Ken mendengar ucapan Zoya. Dan pria itu semakin dibuat terperangah saat Zoya mengeluarkan alat perban dan gunting. "Baby, itu untuk apa?" Tanyanya.


Zoya tersenyum lebar. "Supaya pythonmu cepat sembuh, aku harus menutupnya dengan ini." Wanita itu mulai melilitkan kain perban pada python Ken, dan pria itu hanya bisa melebarkan kelopak matanya.


Dia menatap tak percaya pada tubuh bagian bawahnya yang sudah seperti pocong kecil. Benda yang terlihat seperti mainan di mata Zoya.


Oh my God!


"Hehe, pythonmu aman sekarang, semut juga pasti takut, karena sekarang pythonmu mirip pocong bukan mirip rambutan."


***


Jam 12 malam, Zoya terbangun dari tidurnya karena merasa sangat lapar, padahal dia sudah makan banyak. Dia menatap ke samping, melihat Ken yang terlihat sangat nyenyak.


Dia mulai mengganggu Ken, menggoyangkan bahu pria tampan itu. "Hubby, aku lapar. Aku mau makan burger."


Ken tak bereaksi, dia hanya menggaruk pipinya dan mencari posisi ternyaman, membuat Zoya mendengus kesal. "Hubby! Anak-anakmu lapar."


Ibu hamil itu berteriak tepat di telinga Ken, membuat tidur Ken terusik. "Ya, makanlah, Baby." Gumamnya.

__ADS_1


"Aku mau makan burger," rengek Zoya.


"Burgernya besok saja yah, sekarang aku ngantuk, Sayang."


Dan jawaban itu semakin membuat Zoya bertambah geram. Dia menyingkap selimut, dan bersiap untuk turun dari ranjang. "Ya, sudah kalau begitu biar aku beli burger sendiri, sambil cari suami lagi!"


Blash!


Ken langsung membuka matanya. Rasa kantuk itu langsung hilang mendengar ancaman Zoya. Sekuat tenaga dia bangun, mengusir rasa pusing. "Baby, jangan marah-marah terus dong. Ya, sudah ayo kita beli burger."


Zoya mencebikkan bibirnya, Ken selalu saja seperti itu, maunya diancam-ancam terus. Zoya merasakan usapan lembut diperutnya, dan siapa lagi pelakunya kalau bukan sang suami.


"Ayo, Mommy twins katanya mau burger, Daddy temani," bujuk Ken, dia mengecup pipi Zoya yang semakin terasa chubby.


Dan inilah kelemahan Zoya, dia tidak bisa lama-lama marah pada Ken. Hatinya selalu saja luluh kalau pria tampan itu sudah menunjukkan rayuan mautnya.


Akhirnya setelah drama bujuk membujuk, mereka keluar untuk mencari kedai makanan yang buka 24 jam. Tak sampai lama, akhirnya mereka sampai, karena di Jakarta memang cukup mudah menemukannya.


Ken segera memberhentikan mobilnya, sebelum turun dia lebih dulu bicara pada Zoya. "Kita bawa pulang saja yah."


"No, aku mau makan di tempat!" jawab Zoya dengan keras kepala.


Mendengar itu, Ken menghela nafas panjang. Tidak ingin berdebat lagi, akhirnya mereka turun, Ken menggandeng tangan Zoya. Dan saat mereka tiba di pintu masuk, ada seorang yang tiba-tiba memanggil Ken.


"Ken!"

__ADS_1


***


Yang bilang itu ngothor kagak bener 🤣🤣 Gue udah jadi semut soalnya 🤣🤣


__ADS_2