
"Daddy kita mau ke mana?" tanya Zoya saat pertautan itu terlepas. Kini Ken hanya memeluk tubuh Zoya, dan menyandarkan kepalanya di dada gadis itu.
"Kita ke perusahaan, Sayang," balas Ken.
Dahi Zoya mengernyit. "Untuk apa? Aku kan tidak bekerja, dan lagi pula aku harus kuliah, Dad."
"Hari ini saja, Baby. Temani aku bekerja, karena siang nanti, aku berencana untuk memakan sesuatu yang lezat bersamamu," jawab Ken ambigu. Dia menyeringai tipis dari balik dada itu.
Dan Ron yang duduk di depan sana, paham apa yang dimaksud sang tuan. Sementara gadis itu hanya mengiyakan saja, sama sekali tidak curiga.
Untuk pertama kalinya, Zoya ikut datang ke perusahaan, selama dia tinggal bersama Ken, tidak pernah sekalipun dia berpikir untuk menginjakan kaki di Tan group.
Namun, setelah ini. Sepertinya Ken akan banyak meminta gadis itu untuk menyempatkan diri menemani dirinya bekerja, akan dia pastikan semua pekerjaannya tak lagi terasa, saat dia bersama Zoya.
Di sisi lain, setelah kepergian Ken dan juga Zoya. Laura pun urung masuk ke dalam kelasnya, dia terus menatap marah pada Angel, seraya mengingat perkataan Zoya barusan.
Sebuah penghinaan yang mendorongnya langsung ke dasar jurang.
"Mami harus jelaskan semuanya padaku dan Daddy!" cetus gadis itu, lalu melangkah pergi menuju parkiran.
Namun, Angel segera mencekal langkah itu, dan Laura menangkis kasar tangan ibunya. "Don't touch me! Sebelum Mami mengatakan semua itu adalah kebohongan!"
"Ra, tolong percaya pada Mami. Mami tidak melakukan itu semua, Sayang. Anak itu hanya sengaja ingin memanas-manasi kamu."
"Aku bilang, jelaskan semuanya padaku dan Daddy! Buktikan kalau Mami memang tidak bersalah!"
Setelah itu, keduanya masuk ke dalam mobil. Laura mengambil jarak dari Angel. Amarahnya meletup-letup mendengar kenyataan ini, kalau sampai benar, dia pasti tidak punya muka lagi di depan semua orang.
__ADS_1
Laura menyambar ponselnya dari dalam tas, dan segera menghubungi sang ayah, agar pulang ke rumah.
"Hallo, Dad?"
"Ya, Dear. Ada apa?"
"Pulang sekarang juga, ada hal serius yang perlu kita bicarakan."
"Hal serius apa, Nak?"
"Pokoknya Daddy harus pulang, karena Laura sudah di jalan."
"Oke, take care, Dear. Daddy pulang sekarang juga."
Di tempat duduknya, Angel benar-benar kalut, apa yang harus dia katakan pada suaminya nanti, bisa habis kalau pria itu tahu dirinya berselingkuh dengan Ken.
Angel terus menggigit bibir bawahnya, raut cemas itu semakin kentara, dan hal itu membuat Laura yang duduk di depannya, benar-benar merasa geram.
Dia yakin, apa yang dibicarakan Zoya bukanlah sebuah omong kosong. Buktinya Angel terlihat ketakutan, kalau begitu, bukankah semuanya benar?
Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di halaman rumah yang luas. Jantung Angel semakin berdebar kencang, apalagi saat bersamaan dia melihat mobil sang suami baru saja datang.
Ya Tuhan...
Mereka semua keluar dari mobil masing-masing, tanpa sepatah katapun, Laura langsung meninggalkan Angel dan berlari ke arah ayahnya.
Dia menggandeng tangan Joseph masuk ke dalam, pria dengan umur yang sudah setengah abad lebih itu menurut, mengikuti langkah putrinya.
__ADS_1
"Honey, kenapa berdiri di situ? Ayo masuk," titah Joseph, saat melihat Angel bergeming di samping mobil.
Wanita itu mengangguk samar, dia sudah ketar-ketir, takut sekali dengan amukan Joseph. Pria yang menikahinya, dengan umur yang berjarak 20 tahun lebih tua.
Di ruang keluarga.
Mereka bertiga duduk, dan Laura tidak sudi berada didekat Angel. Dia terlalu kecewa dengan kabar hari ini, mendapati sang ibu tak jauh berbeda dengan ibunya Zoya.
"Jelaskan semuanya pada kami!" cetus gadis itu to the point. Dia sudah sangat muak.
Joseph melirik ke arah Laura. "Jelaskan apa, Ra?"
"Daddy diam! Biarkan Mommy jelaskan semuanya, tentang perselingkuhannya, tentang kelakuan bejatnya, sesuatu yang kotor dan menjijikkan! Jelaskan pada kami!" pekik Laura yang sudah tak dapat menahan emosi.
Dan hal itu langsung membuat Angel menangis dan tersungkur di kaki Joseph. Seperti mendapat petir di siang bolong, jantung Joseph seolah berhenti berdetak.
"Maafkan aku, Mas," ujar Angel, memohon pengampunan dari suaminya.
Deg!
*
*
*
Mangap yah sobat nganu tercinta, dari maren ngothor sibuk ngurusin revisi, soalnya karya ini sedang mengajukan kontrak. Yuk bantu semangati acu agar nganu🤧🤧🤧
__ADS_1
Kebonannya jangan lupa ditanemin kembang, nyiramnya pake kopi juga nggak apa-apa 🤭🤭🤭