Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Mandi Bersama Lagi


__ADS_3

Dengan terpaksa Ken pun harus mengubur dalam-dalam keinginannya. Dia tidak mungkin bermain, sementara sang istri tertidur pulas.


Hingga akhirnya dia pun ikut merebahkan tubuhnya di sisi Zoya. Masih ada hari esok, dia pastikan Zoya akan melayani dia sampai puas.


"Baiklah, malam ini aku akan mengalah, tapi tidak untuk besok," ucap Ken, lalu mengecup kening Zoya dengan lembut.


Lantas setelahnya dia masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh ramping itu. Tidak ada suara yang paling mendominasi kecuali nafas halus yang keluar dari mulut Zoya.


Wanita itu sepertinya kelelahan, sebab mengurus lima bayi kembar sekaligus memang membutuhkan tenaga besar. Akan tetapi Ken selalu merasa bersyukur, karena Zoya tidak pernah mengeluh sedikitpun.


"Wanita terbaikku, aku ingin selamanya seperti ini denganmu, Zoy," ucap Ken lagi sebelum dirinya benar-benar terpejam.


Pria tampan itu mengecup bibir Zoya yang sedikit terbuka, lalu melumaaatnya perlahan. Namun, durasinya begitu cepat, karena dia tidak mau gairahnya terbakar.


Dan akhir dari malam itu, mereka hanya tertidur dengan saling memeluk satu sama lain. Bagian rutinitas yang membuat cinta mereka selalu tumbuh dan menyemai dengan indah.


Hingga tak terasa, pagi telah datang. Entah kenapa jika Ken sudah menjanjikan sesuatu maka dia akan terbangun lebih dulu. Sebelum si kembar mencari keberadaan Zoya, dia harus cepat-cepat memulai aksinya.


Pada awalnya, Ken menepuk-nepuk pipi Zoya seperti semalam. "Baby, ini sudah pagi. Ayo bangun!" Kata Ken, padahal di luar sana hari masih cukup gelap.


Mendengar sekaligus merasakan sentuhan di anggota tubuhnya, tentu membuat Zoya menggeliat. "Ada apa, Hubby?" Tanyanya dengan suara serak, khas seperti orang yang baru saja bangun tidur.


"Sudah pagi, Sayang. Kamu bilang ingin mengajak anak-anak pergi jalan-jalan?"

__ADS_1


Otak Zoya langsung diajak untuk berpikir saat itu juga. Hingga kedua matanya menyipit. "Oh iya, Hubby, kalau begitu aku mandi dulu. Sebelum mereka semua mencariku."


Zoya berusaha melawan sisa kantuknya, dia menguap lalu menyingkirkan selimut yang membalut tubuhnya. Akan tetapi saat dia hendak bangkit, Ken langsung mencekal pergelangan tangannya.


"Ada apa, Sayang?"


"Kita mandi bersama yah?"


Zoya tentu tahu ke mana arah otak Ken. Tidak akan mungkin hanya sekedar mandi bersama yang disebutkan pria tampan itu. Pasti ada embel-embel di belakangnya.


"Semalam kan gagal, Baby," sambung Ken dengan nada merengek. Pokoknya hari ini dia harus mendapatkan asupan gizi dari istrinya, atau python dalam celananya akan terus meronta-ronta.


Dengan gerakan malu-malu, Zoya pun mengangguk. Membuat Ken langsung tersenyum sumringah. Dia bangkit dari ranjang, lalu tanpa aba-aba menggendong tubuh Zoya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Iya, Sayang. Lagi pula aku tidak ingin ketahuan oleh Aneeq," balas Ken, lalu menurunkan Zoya.


Tanpa ba bi bu, dia langsung melucuti pakaian tipis sang istri. Hingga kini hanya ada tubuh polos Zoya yang selalu membuatnya candu.


Di bawah guyuran shower, Ken merampas bibir tipis Zoya untuk disesap dan dilumaaat. Menikmati setiap jengkal hasrat yang meledak-ledak.


Apalagi kini Zoya sudah pandai memainkan peran. Tanpa dipinta, wanita itu menarik kaos yang Ken kenakan hingga ke atas. Tangan langsing itu berputar-putar, mengusap lembut punggung kekar Ken yang kerap ia cakar.


Tak butuh waktu lama gairah itu sudah naik ke atas puncak ubun-ubun, mengalir deras di tiap aliran darah keduanya. Bahkan Ken semakin terasa menegang, begitu Zoya menelusupkan jari untuk menggenggam ular kesayangannya.

__ADS_1


Dengan nafas memburu Ken mendorong tubuh Zoya hingga menabrak dinding kamar mandi. Tubuh keduanya sudah basah, bermandikan air dan juga hasrat yang begitu menggelora.


"Baby, sekarang!" kata Ken dengan memohon, Zoya langsung mengangguk paham. Dia menurunkan boxer Ken yang menjadi satu-satunya penghalang. Hingga dia bisa melihat benda pusaka suaminya yang berdiri tegak menantang.


Baru setelah itu, Ken membalik tubuh Zoya hingga wanita itu menghadap ke arah dinding. Zoya tersentak begitu Ken berusaha menyatukan tubuh mereka berdua. Dengan kepalan tangan yang kuat, juga rintihan tertahan. Akhirnya Ken berhasil membawa benda panjang itu menemui sarangnya.


Dengan gerakan brutal Ken menyetak tubuh Zoya dari belakang, hingga terdengar erangan keras dari mulut wanita itu memenuhi ruangan.


"Ught, Hubby!" rintih Zoya dengan mulut yang menganga. Sementara Ken terus bergerak maju-mundur, membawa sang istri ke puncak nirwana.


Mereka sama-sama tidak sadar, bahwa sedari tadi anak-anaknya sudah berkumpul di luar.


"Tetty!" teriak El untuk yang kesekian kali, sambil menggedor-gedor pintu. Mereka terbangun lebih awal karena teringat ingin pergi bersama dengan kedua orang tuanya.


"Mommy, anah ya?" tanya Aneeq sambil merebahkan tubuhnya di lantai dan diikuti ketiga pria kecil lainnya, mereka sama-sama mengintip dari lubang pintu di bawah sana.


Padahal para pengasuh sudah meminta agar mereka semua mandi terlebih dahulu. Namun, tak ada satupun yang beranjak dari kamar Ken dan Zoya.


"Tenapa Mommy tama Tetty ndak banun-banun ya?" gumam Bee sambil menatap saudara kembarnya.



***

__ADS_1


Lagi ritual buat Adek dulu, jadinya mah ntar tetahunan🤣🤣🤣


__ADS_2