Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #6


__ADS_3

Hari itu, Ken dan Zoya benar-benar tidak keluar dari kamar mereka. Entah seharian itu mereka melakukan apa, yang jelas sejengkal pun kaki keduanya tidak menapaki batas wilayah, apalagi menemui orang-orang yang ada di bawah sana.


Mau makan, mau minum, Ken tinggal menekan tanda panggilan di telepon rumah. Untuk memberitahu apa yang dia butuhkan selama tidak keluar dari kamar.


Dan Bi Lila akan langsung mengantarkannya. Kakek Abian yang masih berada di sana, lagi-lagi hanya bisa geleng-geleng kepala atas kelakuan cucunya.


"Pengantin baru, pengantin baru," gumamnya sambil menenggak air putih untuk membasahi kerongkongannya yang terasa gersang.


Dan ucapan itu langsung mendapat tanggapan gelak tawa dari beberapa pelayan.


Sore harinya, kedua sejoli itu mandi bersama. Ken hanya bisa memperhatikan Zoya yang membersihkan bekas menstruasinya, dan tak memberi reaksi apa-apa.


"Baby, kamu mau honeymoon tidak?" tanya Ken sambil menarik Zoya untuk berdiri di bawah guyuran shower. Dia membawa tangan langsing itu untuk mengalung di lehernya.


Zoya sedikit menengadah, menatap wajah tampan Ken, dan memberi hadiah berupa kecupan singkat di sana. "Aku masih datang bulan, Hubby. Lalu kita mau melakukan apa? Lagi pula aku sudah terlalu banyak mengambil cuti kuliah."


Ken membenahi rambut Zoya, memegang kedua rahang gadis cantik itu, dan lebih dulu menyesap bibir ranum istrinya. Menyisakan rasa kebas karena terlalu banyaknya mereka melakukan adegan itu secara berulang.


Namun, anehnya tak ada sedikitpun rasa bosan. Gigit menggigit, dan sesap menyesap itu selalu terasa menyenangkan.


"Are you sure, Baby? (Apa kamu yakin, Sayang?)" tanya Ken dengan kening yang sedikit berlipat.

__ADS_1


Zoya mengangguk sambil mengulum senyum. "Di mana pun, asal bersama kamu akan terasa menyenangkan, Hubby. Kamu tidak perlu repot-repot menyiapkan honeymoon lagi."


"Aku hanya ingin menyenangkan kamu, Baby. Supaya kita terlihat seperti pengantin pada umumnya," timpal Ken, dengan bibir yang mulai merayapi setiap jengkal tubuh Zoya.


Tanda kepemilikan yang Ken buat tidak main-main. Di saat dirinya datang bulan saja Ken bisa membuatnya sebanyak ini, bagaimana saat dia sudah kembali bersih?


Zoya mencengkram erat dada Ken, sementara tubuhnya dibuat bergetar tak menentu. Stamina pria ini memang tidak bisa diragukan, bahkan baru disengat sedikit Ken langsung on fire.


"Baby," panggil Ken dengan netra yang mulai diisi kabut gairah.


Zoya mengulum senyum. "Aku mengerti, Hubby." Gadis cantik itu langsung turun ke bawah sana. Mengulum gemas ular python Ken, hingga membuat si empunya mengerang dan sedikit menjambak manja rambut istrinya.


"Baby, setelah kamu berhenti menstruasi, aku yang akan menghajarmu," ujar Ken sambil mengepalkan tangannya, sementara bibirnya tak berhenti untuk mendesaah.


Dia mengambil pakaian Ken, kaos lengan pendek dengan celana boxer, pakaian santai seperti biasa bila pria itu berada di mansion.


Seperti anak kecil yang belum bisa apa-apa, Zoya membantu Ken untuk memakai celanaa dalaam, tetapi pria itu justru menolaknya.


Ken tersenyum lebar, lalu mengusap bibir Zoya. "Kalau sedang bersamamu, aku tidak membutuhkan benda ini, Sayang. Biarkan saja dia menggantung, kan ada kamu yang akan menjaganya supaya tidak lepas."


Gadis itu menahan nafas, dan melotot ke arah Ken. "Yang benar saja, Hubby."

__ADS_1


"Tentu saja benar, dia sudah terlalu jinak. Hanya kamu yang bisa membangunkan dan menidurkannya," timpal Ken sambil menyelipkan anak rambut Zoya yang setengah basah ke belakang telinga.


Zoya menegakan badannya. Dia memutar bola matanya jengah. Terserah pria ini sajalah. Dan Ken benar-benar tidak memakai dalaman apapun, dia langsung memakai kaos dan celana boxernya.


Setelah itu, Ken membantu Zoya untuk mengeringkan rambutnya. Zoya duduk di depan meja rias, sementara Ken berdiri sambil memutar-mutar hairdryer.


Dari balik cermin di depan sana, Zoya memperhatikan Ken. Tiba-tiba senyumnya mengembang, sementara Ken fokus dengan apa yang sedang dia lakukan.


Mommy, kamu bisa lihat? Pria yang dulu aku anggap badjingan kini justru menjadi suamiku? Mommy percaya tidak? Dia sudah berubah, aku berhasil merubahnya, Mommy. Doakan kita yah, semoga aku dan Daddy selalu bahagia, sampai kita tua. Di sini, aku juga doakan Mommy, supaya Mommy tenang di alam sana, dan bertemu dengan Mama.


*


*


*


Ngothornya lagi kagak enak body. Doain yeh, biar cepet bae lagi, nih nulis si Daddy juga sambil disuapin 🥱🥱🥱 Lagi pengen dimanjah.


Deterjen : Disuapin sama siapa Thor?


Ngothor : Sama bapacknya pythonlah, masa iya sama pythonnya 🙄🙄🙄

__ADS_1



__ADS_2