Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Rebutan Mommy


__ADS_3

Pagi itu, semua anak-anak bermain di playground yang ada di mansion milik keluarga Tan, tepatnya di lantai bawah. Ken dan Zoya sengaja membuat tempat itu, khusus untuk arena bermain kelima anaknya.


Ruangan itu dilapisi dengan karpet tebal, agar para anak ular bermain dengan aman. Karena biasanya anak-anak mudah jatuh, jadi untuk mengantisipasinya Ken memasang karpet itu.


Di saat semua anak-anak sedang bermain, Zoya dan Aneeq baru saja menyusul, pria kecil itu terlihat cukup puas setelah bertemu buah kesukaannya. Zoya datang dengan membawa mangkuk kecil berisi sarapan Aneeq, karena bocah tampan itu belum memakan makannya sama sekali.


"An, buka mulutnya dulu. Baru main mobil-mobilan," ucap Zoya memberi titah. Aneeq mendekat dengan lucunya dia membuka mulut dan melahap suapan Zoya, kemudian bocah tampan itu kembali berlari ke sana ke mari untuk ikut bermain dengan yang lain.


Melihat itu, Zoya mengulum senyum tipis. Rasa lelah di tubuhnya seolah hilang setelah melihat tawa di wajah anak-anaknya. Tidak ada kebahagiaan lain di hati ibu beranak lima itu, selain melihat malaikat kecilnya sehat dan tumbuh dengan baik.


"Zoy," panggil Siska tiba-tiba, membuat ibu muda itu menoleh. Senyum Zoya masih bersinar, mengisyaratkan bahwa dia senang melakukan ini semua. Meski ada beberapa baby sitter, tetapi ia tidak bisa melepas anak-anaknya begitu saja. Apalagi putra sulungnya, apa-apa pasti harus dirinya. Sedang si bungsu dekat sekali dengan sang ayah.


"Kenapa, Kak?"


"Tidak apa-apa, aku hanya salut denganmu, anak-anakmu banyak tapi kamu terlihat sangat menyayangi mereka, kamu juga tidak suka marah-marah," ucap Siska dengan tersenyum bangga, karena walau bagaimanapun, Zoya tetaplah seorang ibu muda yang harus mengurus lima anak sekaligus.


Siska merasa perlu banyak belajar dari wanita itu untuk menghadapi putranya. Terutama tentang rasa sabar.

__ADS_1


"Memangnya alasan apa aku tidak menyayangi mereka, Kak? Mereka semua adalah bagian dari nyawaku. Aku akan selalu menyayangi mereka sampai kapanpun, bahkan kelak di mataku mereka tetaplah bocah kecil yang membutuhkan aku di setiap langkah mereka," papar Zoya, bibirnya melengkung sementara bola mata wanita itu senantiasa menatap kelima anaknya yang sedang bermain bersama.


Tangan Zoya melambai saat melihat mulut Aneeq sudah terasa kosong. "Suap lagi yuk." Ucapnya.


Patuh, Aneeq mendekat dan langsung membuka mulut kecilnya. Sebelum menyuapi bocah tampan itu, Zoya menyodorkan salah satu pipinya. "Give me your kiss."


Pipi Aneeq memerah dengan senyum merekah. Tanpa ragu ia mencium Zoya, membuat semua saudaranya langsung merengek meminta cium juga.


"Mommy! I want to kiss," teriak Bee dan langsung bangkit dari duduknya. Dia berlari karena tak mau ketinggalan dengan yang lain. Semuanya merengek ingin mencium Zoya lebih dulu, berbeda dengan El yang sibuk bermain dengan Caka. Pokoknya selagi itu bukan sang ayah, dia akan tetap terlihat santai di tempatnya.


"Sudah makan?" tanya Zoya pada ketiga bocah yang turun lebih dulu.


"Bee, juda. Bee matan sendili, Mom. Pintelkan?"


Zoya terkekeh mendengar itu, dia mengusap puncak kepala Bee, tetapi tangannya segera diraih oleh Choco. "Choco ndak diucap juga."


"Iih, Mommy-nya De ini." Bocah itu ikut-ikutan menguasai Zoya. "Mommy De matan sendili juga." Ujarnya sambil menengadah, meminta Zoya agar memujinya pula.

__ADS_1


"Iya bagus dong. Semua anak Mommy memang pintar," puji ibu muda itu, membuat semua orang ikut tersenyum.


Namun, tidak dengan ketiga bocah tampan itu. Mereka malah semakin berebut ingin memeluk Zoya.


"Puna Bee!" sentak bocah tampan yang lahirnya lebih dulu, setelah si sulung.


"No! Mommy punana Choco," bantah sang adik dengan matanya yang bulat melotot. Mereka saling memberi tatapan sengit, hingga dipisahkan oleh De. Akan tetapi ketiga bocah tampan itu malah dilibas habis oleh si sulung yang berlari dan langsung naik ke pangkuan Zoya. Hingga mangkuk kecil yang ada di tangan wanita itu jatuh berhamburan.


"Astaga!" pekik Zoya karena terkejut.


Namun, pria kecil itu malah terkekeh. "Mommy cuma puna, An!" Jelas Aneeq lalu mengusak-ngusak wajahnya di dada Zoya.


*


*


*

__ADS_1



__ADS_2