
Di dalam mobil yang dikendarai oleh Ron, Ken selalu saja mengganggu Zoya, tangan nakal itu tak habis-habis menggerayangi apapun yang dia suka.
Sudah diperingatkan beberapa kali oleh Zoya, tetapi pria yang nyaris masuk kepala empat itu seolah tuli, dia hanya mencebikkan bibirnya lalu kembali menguasai tubuh Zoya.
Gadis itu dibuat meremang-remang oleh bayi besar yang menempel di tubuhnya, yang bahkan tidak peduli pada lirikan sang asisten yang duduk di depan.
"Daddy! Kondisikan tanganmu!" cetus Zoya penuh penekanan dengan mata yang sudah melotot nyaris keluar.
"Memangnya kenapa? Perasaan tanganku baik-baik saja?" balas Ken tanpa rasa bersalah, bahkan dia dengan tenang menunjukkan wajah polos tak berdosa.
"Baik-baik saja bagaimana? Ini apa?" Zoya menabok keras tangan Ken yang bersembunyi dibalik blousenya.
Dan Ken hanya terkekeh mendapat perlakuan seperti itu dari Zoya. Baginya membuat Zoya marah-marah itu sesuatu yang menggemaskan.
Ken dengan pikiran jahil mengeluarkan tangannya, dan beralih menarik tangan Zoya.
"Milikku yang tidak baik-baik saja, Baby," ujar Ken sambil membawa jari-jari itu menyentuh senjatanya yang menyembul dari balik celana.
Zoya mendelik, dengan reflek dia kembali memberi pukulan, bahkan terasa lebih kencang, hingga Ken mengaduh kesakitan.
"Auch! Beby kenapa kamu memukulnya?" ringis Ken, merasa ngilu.
Namun, Zoya tidak merasa bersalah sedikitpun, dia justru mendengus. "Itu karena Daddy nakal!"
"Daddy hanya nakal padamu, Sayang." Ken langsung menyerang tubuh Zoya lagi, hingga menghasilkan gaduh di kursi belakang.
Mereka terus seperti itu, sementara Ron tak peduli sama sekali, dia hanya bisa mengemudikan kijang besi itu sambil mendengarkan musik, dan juga geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Tuannya sudah gila, mabuk dengan gadis belia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di kampus, Ken dan Zoya langsung masuk ke dalam gedung prodi (Program Studi). Di sana sudah ada ketua jurusan dan Laura beserta ibunya.
Ketika Ken dan Zoya masuk, semua orang kompak melayangkan tatapan mata mereka. Namun, justru Zoya yang dibuat terkejut, saat dia melihat seorang wanita yang duduk di samping Laura.
Wanita itu? gumam Zoya.
Sementara Angel langsung memalingkan wajahnya dari tatapan mata Zoya yang terus menelisiknya. Dia memejamkan matanya sejenak, merasa cemas kalau sampai gadis itu mengingatnya.
Dan di ujung sana, Zoya tersenyum lebar.
Setelah Ken dan Zoya ikut bergabung, akhirnya ketua jurusan mulai angkat bicara, mengenai kasus yang menimpa Zoya dan juga Laura.
Dia berharap, tidak ada lagi perkelahian semacam itu di kampus, karena itu semua tidak mencerminkan perilaku yang baik, apalagi Zoya dan Laura adalah seorang mahasiswa.
"Tapi di sini putri saya tidak bersalah, Nyonya," tegas Ken memprotes.
Bu Via mengulum senyum. "Iya, Tuan. Saya tahu, karena berdasarkan laporan memang Laura menyerang lebih dulu. Jadi, atas nama Laura saya minta maaf, dan untukmu Laura, ayo kamu juga harus minta maaf pada Zoya."
Mendengar itu, Laura bergeming, sungguh sial sekali karena dia yang harus meminta maaf pada Zoya, rasanya benar-benar tidak sudi.
"Ra, ayo minta maaf," bisik Angel di telinga putrinya.
Dengan bibir yang mencebik Laura mengatakan maaf yang terdengar ketus. Dia tidak ikhlas jika harus dia yang disalahkan, karena Zoya pun menyerang dirinya tak kalah brutal.
__ADS_1
Namun, Zoya tidak mempermasalahkan itu. Setelah saling memaafkan akhirnya pertemuan itu selesai, semua orang keluar dari ruangan tersebut.
Angel buru-buru mengambil langkah, ingin segera pergi dari hadapan Zoya. Tetapi gadis cantik itu tidak bodoh. "Tunggu!" pekik Zoya, menjegal langkah Angel dan Laura.
Deg!
Ken melirik putrinya, dia mengekor pada Zoya yang berjalan mendekati ibu dan anak itu. Zoya tersenyum smirk sementara wajah Angel sudah pias.
"Ada apa lagi?" cetus Laura tidak suka dengan Zoya yang berlagak sok di depannya.
Zoya semakin tersenyum lebar, dan melipat tangannya di depan dada. "Tidak ada. Aku hanya ingin mengatakan, kemarin aku sempat berpikir seperti apa ibumu, sebegitu baik kah? Atau dia adalah sosok yang sangat hebat sampai kamu menjelek-jelekkan Mommy ku? Tapi ternyata aku salah, karena ternyata ibumu seorang pemain juga. She is a good player."
Mendengar itu, wajah Angel semakin memucat dengan keringat dingin yang menderas.
Sementara Laura langsung memicing, merasa tidak terima. "Apa maksudmu bicara seperti itu?" Sentak Laura.
"Maksudku? Tanyakan saja pada ibumu apa maksud perkataanku. Nyonya, sampai bertemu lagi di mansion Daddy."
Setelah mengatakan itu, Zoya melirik Ken. Pria itu nyaris tidak sadar dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi, karena dia lupa siapa Angel. Saking banyaknya wanita yang dia kencani.
Tanpa sepatah kata pun Zoya melangkah pergi. Dan Ken langsung mengejar gadisnya.
Sementara Laura kembali memicing tajam, meminta penjelasan pada Angel, apa maksud ini semua?
*
*
__ADS_1
*
Pagi-pagi, kembangnya masih seger tuhhhh... Ada yang inget sapa si Angel?😌😌😌