
Ken menikmati makan malam dengan ditemani oleh Zoya. Gadis itu sama sekali tak mematikan panggilannya, karena Zoya ingin terus melihat Ken sebelum dia tidur.
Dan Ken tidak bisa membantah ucapan gadis itu. Bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, pria matang itu selalu patuh pada ucapan kekasihnya.
Selagi dia makan, Zoya terus bercerita. Hingga saat Zoya mengatakan bahwa Reymond menemuinya, Ken langsung menjatuhkan sendok yang ada di tangannya.
Dia menelan kasar makanan yang ada di dalam mulut, ingin segera bicara. Bahkan Ken tanpa sabar menyambar air putih dan meneguknya dengan cepat.
"Apa maksudmu, Baby? Ayah Nora datang ke mansion dan menemuimu?" tanya Ken dengan sorot mata penasaran.
Apa sebenarnya tujuan Reymond menemui Zoya?
Sementara Zoya langsung mengangguk. Membenarkan pernyataan Ken. "Iya, tapi dia tidak sendirian, Hubby jangan berpikir macam-macam. Dia masuk bersama Bi Lila, dan kami mengobrol bertiga."
Flashback on.
Begitu pintu kamar itu sukses terbuka.
Reymond menatap Zoya yang terduduk di atas ranjang. Pria paruh baya itu memperhatikan wajah Zoya yang kini tengah menatapnya pula.
__ADS_1
Seketika dia mengulum senyum, lalu melangkah mengekor pada Bi Lila yang berjalan di depannya.
"Nona, ini Tuan Reymond, ayah Nyonya Nora," Bi Lila memperkenalkan pria di sebelahnya. Sekali lagi, Reymond menunjukkan senyumnya yang terlihat begitu ramah.
Namun, Zoya hanya bisa bergeming. Tidak mengerti mengapa pria paruh baya ini sampai menemuinya. Hingga akhirnya dia bangkit, dan mengajak kedua orang itu untuk duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.
Zoya memberanikan diri untuk mengangkat kepala, dan membalas tatapan Reymond yang selalu memandang ke arahnya. "Maaf, Tuan. Ada apa sebenarnya? Apakah saya membuat masalah?" tanyanya hati-hati.
Gadis itu mulai menebak-nebak, karena terakhir kali mereka bertemu. Istri dari pria ini seolah tak sudi menatap dirinya. Apakah mungkin, Reymond pun seperti itu? Apakah pria ini ingin memperingatinya agar menjauhi Raga?
"Atau anda meminta saya untuk menjauhi Raga? Kalau iya, saya akan lakukan. Maaf, saya tidak bermaksud mendekati dia, kami berdua hanya berteman, karena kami sudah saling mengenal saat pengenalan mahasiswa baru," sambung Zoya.
Mendengar itu, Reymond malah terkekeh, merasa lucu dengan pikiran Zoya. Apakah di mata gadis kecil ini dia terlihat menyeramkan? Gadis yang semakin dia perhatikan, semakin terlihat mirip dengan seseorang.
Pria paruh baya itu baralibi, sebenarnya Reymond sengaja datang, karena mendengar Ken sedang berada di negeri seberang.
Reymond memberanikan dirinya, pergi tanpa seizin Imelda, bahkan dia meninggalkan perusahaan, sebelum jam makan siang. Dia hanya ingin memastikan benar atau tidak tebakannya. Bahwa Zoya adalah putri yang dicampakkannya?
Mendengar penjelasan Reymond, Zoya mengulas senyum tipis, ternyata ayah Raga tidak seperti istrinya, Imelda. Pria paruh baya ini bahkan datang hanya untuk meminta maaf. Itu artinya ayah Raga adalah orang baik.
__ADS_1
Bukan orang kaya yang semena-mena.
"Tidak apa-apa, Tuan. Aku juga bisa mengerti kenapa Nyonya berkata seperti itu. Aku sudah memaafkan dia," balas Zoya dengan wajahnya yang terlihat ceria.
Dia melihat Bi Lila yang ikut tersenyum pula. Dan hal itu semakin membuat hati Reymond terenyuh, benarkah Zoya akan memaafkan Imelda setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi?
Ah, tidak. Semuanya belum pasti, dia belum bisa memprediksi sampai sejauh itu. Karena dia pun belum tahu, siapa Zoya, dan ada hubungan apa gadis itu dengan masa lalunya.
"Boleh aku memelukmu? Anggap saja sebagai pelukan seorang ayah pada anaknya," ucap Reymond dengan ludahnya yang terasa tercekak.
Namun, bibirnya terus berusaha untuk tersenyum. Menyembunyikan semua rasa yang mengikat dadanya.
Zoya mengangguk antusias, dengan senang hati dia memeluk Reymond lebih dulu. Pelukan yang terasa begitu hangat dan menenangkan. Pelukan yang belum pernah Zoya rasakan.
Flashback off.
*
*
__ADS_1
*
Yang kemaren nanyain Abah Reymond, ngothor kasih tuh😘😘😘 Kalem cinta, kita pelan-pelan yah no grasak-grusuk, kek uler nyelosor gitu, tahu-tahu matok aja🙈🙈🙈