Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Kakek Abian Lagi


__ADS_3

Malam itu Ken menginap di kontrakan Zoya. Mereka kembali menghabiskan malam panas untuk meluapkan rindu yang sudah meluber kemana-mana.


Tidak ada kata berhenti untuk pria satu ini, hingga dia terus menggempur tubuh mungil itu sampai Zoya merintih-rintih.


"Stop, Hubby! Aku sudah tidak kuat," jerit Zoya di antara nafasnya yang tersengal-sengal. Mulutnya senantiasa dibuat menganga oleh permainan Ken.


Dia merasakan miliknya yang sudah lecet, hingga tak sanggup lagi untuk meladeni sosok yang menggagahinya.


"Ahhhh, Baby. Aku tidak pernah merasa puas untuk ini, aku ingin selalu menegukmu," bisik Ken mesra dengan suara beratnya.


Di belakang sana, Ken memeluk erat tubuh Zoya. Dan meremass buah kesukaannya. Dia tak bisa memaksakan kehendak, dia biarkan sang python menyemburkan bisanya dengan sempurna, untuk menyelesaikan permainan.


Kedua manik mata mereka bertemu, saat mereka sama-sama menatap ke depan sana, di mana cermin meja rias menjadi saksi tubuh polos mereka yang tengah menyatu.


Dan Zoya langsung menundukkan pandangannya. Dia terlalu malu untuk melihat tubuhnya yang ditatap seperti itu oleh sang pria.


"Baby, you are so beautiful," puji Ken, lalu mengecupi seluruh punggung Zoya, naik ke bahu dan berakhir di daun telinga gadis itu.


Zoya menggeliat geli tatkala Ken mulai memainkan lidahnya, mengulum dan menjilat daun telinganya dengan sangat lembut, membuat seluruh bulu di tubuhnya berdiri. "Hubby." Panggilnya, ingin Ken menyudahi permainan ini.


Patuh, Ken segera menarik lidahnya yang sudah membasahi area telinga Zoya. Dia mengangkat tubuh mungil itu dan merebahkannya di ranjang.


Kedua inti itu sudah terpisah, sebelum tidur Ken lebih dulu membersihkan liang kesukaannya, dan meninggalkan kecupan basah di sana.


Sementara Zoya hanya bisa diam, membiarkan Ken melakukan apapun di atas tubuhnya. Dan setelah itu, malam mereka kembali terasa hangat, karena terlelap dengan saling memeluk, mengalirkan ketenangan.


"Good night, Baby. Have a nice dream," ucap Ken lalu mengecup kening Zoya.


Gadis itu memejamkan mata, dan membalas ucapan Ken. "Good night, Hubby. And I love you."


"I love you more."


Dan kalimat itu, menjadi penutup malam yang hampir saja tenggelam. Karena dunia sebentar lagi akan berganti fajar.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya, Ken berhasil membawa Zoya untuk kembali ke mansion. Mereka akan tinggal bersama dan menikah. Mau siapapun yang menghalangi keinginan mereka, itu tidak akan berarti apa-apa.


Karena Ken akan tetap menjadikan Zoya istrinya, secepatnya!


Seperti sebuah kebetulan yang terencana. Saat kedua orang itu baru masuk dan hendak naik ke atas kamar, langkah mereka terhenti oleh teriakan seseorang.


"Berhenti!" pekiknya menggema di seluruh penjuru ruangan. Dan seseorang itu adalah kakek Abian.


Ken sudah hafal betul suara kakek tua itu, dia menghela nafas, lalu berbalik menatap kakek Abian yang tengah menatapnya pula.


Rasanya malas sekali menghadapi sang kakek yang pastinya akan membahas tentang Nora. Namun, karena kebetulan dia juga ingin bicara mengenai pernikahannya dengan Zoya, dia memutuskan untuk menemui kakeknya.


"Baby, ke kamar lah dulu. Aku mau bicara dengan kakek," ucap Ken, dan Zoya patuh. Gadis itu melepaskan genggaman tangan Ken dan melangkah untuk naik ke atas kamarnya.


"Tunggu!" pekik kakek Abian lagi, membuat Zoya mendadak berhenti. "Aku ingin bicara dengan kalian berdua, jadi ikutlah bersamaku!" Tegas pria tua itu.


"Kakek mau bicara apa? Biar Zoya naik, dan kita bicara berdua!" Ken tak kalah memekik, lagi pula untuk apa kakeknya mengajak Zoya untuk bicara. Apa kakek tua ini akan memaki-maki gadis itu lagi?


Dia mengangguk, dan mengajak Zoya untuk bicara bertiga dengan kakek Abian. Ken dan Zoya duduk berdampingan, sementara kakek Abian duduk di sofa single.


"Apa yang ingin kakek bicarakan? Jika tentang wanita itu, aku tidak sudi, aku akan langsung naik ke atas," cetus Ken mewanti-wanti sang kakek bicara yang aneh-aneh, dan menyudutkan Zoya.


Sementara Zoya hanya bergeming dan senantiasa menunduk, pandangan matanya setia menatap genggaman tangan Ken di bawah sana.


"Kakek sudah tahu semuanya dari Nora. Kakek sudah berusaha menemuimu, tetapi tidak sekalipun kamu memberi kesempatan. Sekarang kakek ingin bicara, mengenai Nora_"


"Aku sudah bilang, jangan bahas wanita itu! Dan perlu kakek tahu, aku akan menikahi Zoya!" potong Ken cepat dengan suaranya yang menggebu-gebu.


Dan apa reaksi kakek Abian? Pria tua itu tidak marah atas bentakan Ken, dan malah mengembangkan senyumnya, entah sebab apa.


Membuat Ken seketika mengernyitkan dahinya. Ada apa dengan kakek tua ini? Kenapa malah terlihat menyeramkan kalau tersenyum seperti itu.

__ADS_1


"Kakek merestuimu, Ken. Menikahlah dengannya. Kakek sudah tahu semuanya dari Lila," jelas kakek Abian, membuat Zoya dan Ken terhenyak secara bersamaan.


Bahkan gadis itu langsung menegakkan kepalanya. Menatap kakek Abian yang tersenyum begitu sumringah.


"Apa maksudmu, Kek? Kamu?"


Kakek Abian mengangguk. "Aku merestuimu, kalau tahu dari dulu kamu mau menikah dengan Zoya. Aku tidak mungkin menghadirkan Nora di antara kalian. Aku tahu bagaimana kamu, aku yang mengurusmu dari kecil, dan terus berdiri di belakangmu sampai sekarang..."


"Kakek hanya ingin kamu menikah seperti pria normal pada umumnya. Dengan siapa, kakek tidak peduli. Kakek ingin ada seorang wanita yang menemani masa tuamu, Ken. Dan ternyata pilihanmu jatuh pada gadis ini, kakek tidak bisa menilainya...."


"Yang pasti, dia sudah berhasil membuatmu jatuh cinta dan merubah tujuan hidupmu yang sempat tak terarah. Kakek ingin meminta maaf, dan berterimakasih padamu, Zoya. Maaf atas kelakuanku yang kemarin," terang kakek Abian panjang lebar.


Dia menundukkan kepalanya dalam, begitu menyesal dengan sikap semena-menanya pada gadis itu. Hingga dia sadar, saat Ken memperingatinya untuk terakhir kali, bahwa antara Zoya dan Ken tidak hanya sekedar hubungan biasa.


Dan dia menunggu saat ini tiba, di mana Ken membeberkan semuanya. Sungguh, hatinya sangat bahagia mendengar cucu kesayangannya akan menikah. Dia berharap, Zoya akan berada di sisi Ken untuk selamanya.


Dua orang itu bangkit, Ken dan Zoya sama-sama menatap dengan mata yang berkaca-kaca. Bukan, bukan karena mereka sedih, tetapi karena mereka bahagia, karena ternyata kakek Abian merestui mereka untuk menikah.


"Aku sudah memaafkanmu, Kek," ucap Zoya sambil mengelus punggung tangan yang sudah keriput itu.


Dan disusul oleh Ken yang tiba-tiba hatinya terenyuh, merasa banyak sekali kesalahan yang dia buat pada sang kakek. "Aku juga minta maaf, Kek. Maaf karena selama ini membuat Kakek kecewa."


Ken dan Zoya bersimpuh di kedua kaki Abian, membuat air mata pria tua itu mengalir seketika. Tanpa segan lagi, kakek Abian langsung memeluk Ken, sesuatu yang sudah sangat lama tidak pernah mereka lakukan.


Dan di ujung sana, Bi Lila ikut menangis menyaksikannya. Akhirnya, antara kakek dan sang cucu tidak ada lagi prahara. Setelah ini, pasti akan ada banyak bahagia.


*


*


*


Bae Bae kek, biar kagak gue metongin🤣🤣🤣

__ADS_1


Dan makasih yah, buat kalian yang sudah mampir ke lapak pampirrrku, lope-lope dari ngothor 😚😚😚


__ADS_2