
Pukul 10 pagi, para undangan sudah nampak memadati kediaman keluarga Tan. Mansion tersebut benar-benar disulap dengan begitu indahnya, bak istana di negeri dongeng.
Warna putih menjadi warna yang mendominasi, lambang suci, seperti ikrar janji cinta Ken untuk sang calon istri.
Dari keluarga Tan, ada kakek Abian dan para sanak saudaranya. Dia sengaja mengundang mereka, agar mereka semua bisa menyaksikan cucu kesayangannya menikah. Seseorang yang selalu mereka anggap aib keluarga, kini telah berubah.
Asisten Ron tak kalah sibuknya, karena dia adalah penanggung jawab, sekaligus MC yang akan memandu acara pada hari ini.
Dan seperti janjinya pada Zoya. Reymond tidak akan menghalangi pernikahan putrinya. Dia tetap menjadi wali nikah Zoya. Tetapi setelah itu, Zoya tidak ingin lagi Reymond mengganggu hidupnya. Hatinya belum menerima Reymond, apalagi memanggil pria itu dengan sebutan ayah.
Tidak apa-apa, yang penting Zoya masih menganggapnya ada. Itulah yang diyakini hati Reymond sekarang. Meski dia terus merasakan pilu, sakit karena merasa diacuhkan.
Suara MC mulai menggema, memberitahu semua orang bahwa acara sebentar lagi akan dimulai. Mendengar itu, para tamu undangan pun mulai duduk dengan tenang.
Di kursi masing-masing, kursi yang telah disediakan sesuai nomor urut yang tercantum di kartu undangan.
Di tempatnya, Ken mulai merasa gugup. Pria dengan balutan jas berwarna abu-abu itu terlihat resah dan gelisah, dengan degub jantung yang mulai menggila.
"Oh my God, belum apa-apa jantungku sudah segila ini? Apalagi kalau sampai Zoya sudah duduk di sini?" Ken bergumam sendiri, menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan, mencari ketenangan.
Namun, bukannya tenang. Dia malah bertambah gemetaran saat Ron mengatakan bahwa pengantin wanita akan segera datang.
Makin dag-dig-dug saja organ di dalam dadanya ini. Bahkan keringat dingin mulai bermunculan. Dan sejurus dengan itu, para tamu undangan heboh, pada sosok cantik, yang menjadi ratunya hari ini.
Namun, sedikitpun Ken tidak berani melirik ke belakang sana. Dia takut! Ah, bukan takut pada Zoya. Tapi takut jantung itu lepas dari sarangnya.
"Baby, hari ini kamu benar-benar membuatku tidak karuan," Ken masih bergumam.
Sementara di belakang tubuhnya, Zoya tersenyum sumringah, menanggapi sapaan para tamu undangan, dan reader nganu yang menyempatkan datang.
Tak dipungkiri, hari ini kecantikan Zoya nampak begitu memancar, hanya dengan polesan sederhana, gadis itu nampak mempesona. Senyum manis di bibir Zoya benar-benar membuat kecantikannya terlihat semakin sempurna.
__ADS_1
Langkah Zoya terus dituntun, satu lengannya bahkan diapit oleh Bi Lila, sedangkan di belakang mereka ada beberapa pelayan wanita, mereka semua mengantar Zoya sampai ke tempat dimana janji suci itu akan dilangsungkan.
Ken sudah menunggu gadisnya. Dan begitu Zoya sudah sukses duduk di sampingnya. Ken seperti tersengat listrik tegangan tinggi, hingga mampu membuat alat pacu tubuhnya ingin meledak seketika.
Mata elang itu memberanikan diri untuk menatap ke samping. Dan saat itu juga aliran darahnya berdesir hebat. Melihat Zoya dengan sorot mata teduhnya, pun dengan rona malu-malu membuat Ken tak ingin lepas dan terus mengunci pemilik raga di sampingnya.
Gila, ini gila. Sungguh Ken tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya, membayangkan dirinya dalam situasi menegangkan. Padahal dia hanya ingin menikahi Zoya, tapi rasanya sungguh luar biasa.
"Kamu cantik sekali, Baby," tiba-tiba mulutnya berbicara, memuji kecantikan Zoya.
Rona malu-malu seketika menyembul, dan tidak dapat disembunyikan lagi. Pipi Zoya memerah, bahkan tanpa bisa dicegah.
Dan hal paling menegangkan setelah ini adalah saat Ken harus mengucapkan janji sucinya di hadapan Tuhan. Dan disaksikan langsung oleh semua orang.
Jantung Ken berpacu dengan sangat cepat. Bahkan tangannya terus mengeluarkan keringat.
Ken baru mendapatkan kelegaan seiring riuh tepuk tangan menggema di dalam ruangan tersebut. Tanpa kendala, Ken telah sukses mengucapkan janji sucinya terhadap Zoya. Mengikat gadis itu, untuk melalui hari-hari bersamanya dengan penuh cinta.
Dan pada saat itu, Zoya langsung meneteskan air matanya. Dia ikut hanyut dengan suasana sakral ini, dia begitu bersyukur semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.
Sementara pria yang berada di sampingnya terus melengkungkan bibirnya dengan sempurna. Dia sangat, teramat bahagia, akhirnya Zoya berhasil menjadi istrinya.
Oh my God!
Semua orang mendadak riuh dengan aksi Ken. Bahkan Zoya saja ikut terkejut, karena tidak ada aba-aba apapun. Dan detik selanjutnya, dia menikmati ciuman itu, terasa sangat menenangkan, hingga dia ingin terus seperti ini bersama Ken. Suaminya.
Ken menyudahi ciumannya, dan dia menyatukan kening mereka berdua. Dua pasang netra itu saling tatap dengan penuh cinta. Seolah di antara keduanya tidak ada siapa-siapa, bibir Ken hampir saja turun ke bawah.
"Ehem! Itunya nanti saja ya, Tuan," suara Ron menggema dari balik mikrofon. Menghentikan aksi Ken. Dan hal itu langsung memicu bahak tawa semua orang.
Bahkan kakek Abian tak berhenti terkekeh melihat tingkah sang cucu yang begitu kelewatan. Kelewat nafsuuan.
Ken mendengus kasar, dan menarik dirinya. Sementara Zoya hanya bisa senyum-senyum melihat kelakuan prianya.
"Dasar, Ron! Awas saja kamu yah!" Tiba-tiba pria satu ini menjadi pendendam.
Namun, yang di atas panggung masih terlihat santai. Setelah acara sakral itu selesai, MC mengumumkan agar mereka semua menikmati hidangan. Sementara di panggung sana, beberapa artis ikut memeriahkan acara.
__ADS_1
Para tamu mulai berebut naik ke atas pelaminan. Ingin memberi ucapan selamat pada Ken dan Zoya. Bahkan semua reader penganut python raksasa rela mengantri sepanjang jalan kenangan.
Tak ketinggalan, Reymond sudah lebih dulu mengambil posisi terdepan. Dia benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum bahagia, menyaksikan putrinya bersama Elina, menikah. Bahkan dia yang menjadi walinya.
Berdiri di hadapan Ken dan Zoya. Membuat gadis cantik itu lagi-lagi merasa sesak. Setiap melihat Reymond, bayangan kesakitan ibunya selalu datang. Dan hal itu membuatnya tidak bisa untuk tenang.
"Nak, selamat yah. Papa do'akan pernikahan kalian langgeng, sampai maut memisahkan," ucap Reymond begitu tulus. Sekeras apapun dia menahan agar air matanya tidak turun, nyatanya tetap tidak bisa.
Reymond menundukkan kepalanya. Merasa malu, karena sebagai ayah dia tidak pernah memberikan kebahagiaan apa-apa pada Zoya.
Hening mengambil alih, karena Zoya pun seolah tidak dapat bicara. Ludahnya tercekat, dia seperti orang bisu, karena lidahnya terasa kelu.
Dan Ken selalu menenangkan istrinya. Dia memeluk bahu Zoya, dan senantiasa mengecupi puncak kepala itu. Hingga Zoya menoleh ke arahnya. Mereka seperti bicara dengan bahasa isyarat, karena tanpa bersuara pun mereka dapat mengerti satu sama lain.
"Terima kasih, terima kasih atas doanya. Semoga Tuhan mengabulkan doamu," balas Zoya dengan suara yang terbata-bata.
Mendengar itu, Reymond kembali mengangkat kepalanya. Dia bahagia, teramat bahagia karena Zoya mau membalas ucapannya. Dan sekarang dia ingin menjadi si serakah. "Zoy, boleh Papa memelukmu? Sekali saja, Papa janji, Papa akan pergi dari hidupmu setelah ini." Ujar Reymond dengan deraian air mata yang semakin menderas.
Dan pertanyaan itu sukses membuat tangis Zoya pecah. Bukan Reymond yang memaksakan kehendaknya, tetapi justru Zoya yang tiba-tiba menghambur memeluk pria paruh baya itu.
Erat, sangat erat. Dan dia bisa merasakan ketenangan yang lain. Sama seperti waktu itu, saat Reymond meminta Zoya untuk memeluknya. Pelukan seorang ayah.
"Papa...."
...TAMAT...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alhamdulillah, kita semua sampe di penghujung cerita. Makasih udah temenin ngothor dan uler python sampe sejauh ini. Nggak kerasa kita udah satu bulan sama-sama. Nemenin python dari yang begajulan sampe menemukan sarangnya.
Buat semua doa baik, vote, hadiah, dan apapun itu, ngothor makasih banget. Makasih atas antusiasme, dan keseruan kalian ngikutin cerita mereka.
Jangan dulu dikeluarkan dari favorit yah. Karena akan ada ekstra part buat mereka.
Love you seperternakan python pokoknya. See you, sampai jumpa di cerita ngothor yang lain.
Salam anu👑
__ADS_1
TTD : Emaknya Python 🐍