Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Very Good


__ADS_3

Pagi hari.


Ken dan Zoya bangun subuh, saat matahari masih tenggelam, mereka terpaksa bangun, agar pulang dengan selamat tanpa berpapasan dengan Nora.


Syukur-syukur wanita itu langsung berangkat ke tempat kerja.


Namun, nahas pagi ini Zoya benar-benar tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, seluruh tulang itu terasa remuk akibat ulah Ken yang terus menggagahinya.


"Baby, i am sorry. Aku buat kamu jadi kesusahan seperti ini," ucap Ken sambil membantu Zoya untuk bangun.


Gadis itu meringis, merasa ngilu sana-sini. "Ah, tidak ada yang perlu dimaafkan, semuanya sudah terjadi." Cetusnya, membuat Ken semakin merasa bersalah.


"Zoya, ayolah Daddy minta maaf, Sayang. Lain kali tidak begini."


"Tentu saja tidak!"


Suara gadis itu semakin ketus, membuat raut wajah Ken memberengut.


"Iya kebetulan hari ini juga Daddy harus keluar kota, Ron sudah mengirimi Daddy pesan untuk bersiap-siap," tutur Ken, semakin merasa tidak rela. Wajahnya lesu seketika.


"Jahat sekali, aku sakit malah mau ditinggal," sindir Zoya bercanda.


"Kamu maunya bagaimana? Mau Daddy temani sepanjang hari? Kalau mau Daddy akan lakukan, biar Ron yang ke luar kota," cetus Ken, menanggapi ucapan Zoya dengan serius.


Kini, gadis itu sudah berhasil duduk, dia memegangi kedua pinggulnya sementara kedua pegunungan itu masih terpampang nyata.


Memanjakan mata Ken. Ah, sebelum pergi dia ingin memakan Zoya lagi, tapi sepertinya tidak bisa. Karena dia sudah mengambil seluruh tenaga gadis itu.

__ADS_1


"Ishhh, Zoya hanya bercanda, Dad. Sudah ah jangan liatin terus, ayo gendong aku."


Zoya mengulurkan kedua tangannya meminta digendong oleh Ken. Sikap manja yang membuat Ken suka.


Ken mengulum senyum, kemarahan Zoya yang seperti ini malah membuatnya gemas. Dengan senang hati, Ken segera mengangkat tubuh langsing itu untuk ikut mandi bersamanya.


Pria itu menggendong Zoya dan meletakkannya di dalam bathub, karena sebelumnya Ken sudah mengisi bak itu dengan air hangat untuk mereka.


"Sayang, luruskan kakimu biar aku pijat," ucap Ken, dan tanpa protes Zoya langsung meluruskan kedua kakinya, bertopang pada kedua paha Ken.


Pria itu mulai memijat kaki Zoya dengan pelan, mencoba membuat gadis itu merasa nyaman.


Hingga lama-kelamaan Zoya memejamkan matanya, merasa begitu dimanjakan oleh gerakan tangan Ken di kedua kakinya.


"Terus, Dad," ucap Zoya.


Sementara Ken terus memandangi dua pucuk yang hampir tenggelam dalam air itu, mulutnya mulai bergerak, menciptakan sensasinya sendiri.


"Sayang," panggil Ken, tangannya bergerak semakin ke atas paha Zoya.


Dan Zoya yang merasakan geli, langsung membuka matanya. "Dad?" sentak Zoya karena terkejut, tiba-tiba Ken sudah mau menjadi bayi besar, siap melahap pucuk buah dadanya.


"Sayang, kamu tidak mau memberiku ucapan selamat tinggal dulu? Aku berangkat hari ini lho." Ken mulai merengek, bukan sikapnya sekali yang biasa dikenal menerjang tak kenal lawan.


"Memangnya berapa hari Daddy di sana? Pakai ucapan selamat tinggal segala?"


"Dua hari, Baby. Ah, aku bisa gila jika lama-lama tidak mendapat sentuhanmu."

__ADS_1


"Tapi aku benar-benar lelah, Dad. Tubuhku remuk semua, memangnya Daddy tidak lelah apa?"


Ken menggeleng dengan bibir yang mengerucut. "No, selagi denganmu, sampai ranjang ambrukpun Daddy akan siap terbang ke nirwana."


"Terus bagaimana? Kalo Daddy kasihan pada Zoya, Daddy tidak akan melakukannya."


Kini Zoya yang mulai mengerucutkan bibirnya.


"Pakai ini." Ken menunjuk bibir yang tengah mengerucut lucu itu, dan gadis itu tidak mengerti sama sekali. Dia hanya bisa mengernyitkan dahi.


"Maksudnya?"


Ken bangkit dari sana, dan membuat ular pythonnya berada tepat di depan mata Zoya. Kedua netra gadis itu membola dengan sempurna. "Daddy mau apa?"


"Buka mulutmu, Baby," titah Ken.


Dengan ragu Zoya membuka mulutnya, dan untuk seumur hidupnya dia tidak pernah membayangkan benda panjang nan besar itu melesak dan memenuhi mulutnya seperti saat ini.


Zoya semakin melebarkan kedua matanya, tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa, karena Ken memegang kepalanya.


"Help me, okey?" ujar Ken yang sudah kembali bergairah, tanpa menunggu lama, pria itu mulai menggerakkan anggota tubuhnya.


"Aaaaahhh, Baby. This is very good!"


*


*

__ADS_1


*


peri godd peri godd mata lu peri godd 🤧🤧🤧🤧🤧


__ADS_2