
Pukul 9 malam, akhirnya pesta itu telah selesai. Seluruh keluarga Ron dan Siska menginap di hotel tersebut. Termasuk sepasang pengantin yang tengah berbahagia, bahkan kamar mereka sudah disiapkan dan dihias dengan sedemikian rupa.
Banyak bunga mawar bertebaran di setiap langkah yang mereka pijak. Serta aroma ruangan yang begitu menenangkan. Menambah kesan sensual dan keromantisan.
Siksa menggigit bibir bawahnya, tatkala tubuhnya sempurna masuk ke dalam kamar tersebut, bersama seorang pria yang baru saja sah menjadi suaminya.
Tiba-tiba kegugupan melanda. Di saat sesuatu yang tidak pernah dia lakukan, kini justru ada di depan matanya.
Belum apa-apa, jantungnya sudah ingin meledak. Hingga tanpa terasa keringat dingin mengucur deras dari pelipis menuju tulang selangkanya. Apalagi saat Ron menghentikan langkah, dan menoleh ke arahnya.
Ron menatap wajah cantik Siska yang tertunduk malu-malu. Mata yang kerap berbinar indah itu senantiasa melihat ke bawah sana, karena tak sanggup membalas tatapan mata Ron.
"Sayang," panggil Ron mendayu. Sumpah demi apapun, Siska langsung merinding dibuatnya, bahkan dia menelan ludahnya susah payah.
Bukan apa, dia jelas tahu sebesar apa senjata Ron yang akan menembus pintu surganya. Dia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dia terima saat benda itu mengobrak-abrik inti tubuhnya.
Tubuh Siska semakin gemetar saat Ron maju satu langkah. Dan Siska reflek ikut mundur, hingga menyisakan tanda tanya.
"Sayang, kamu kenapa? Kenapa tidak mau melihat wajahku? Kenapa kamu seolah menghindariku?" tanya Ron, sama sekali tak melepaskan genggaman tangannya.
Hingga dapat dia rasakan tangan Siska yang basah. Menyadari hal itu, Ron ingin tertawa tapi dia menahannya, takut Siska akan merasa tersinggung dan akhirnya mereka gagal malam pertama.
Dia tahu Siska kegugupan yang tengah menyelimuti istrinya. Namun, entah kegugupan yang seperti apa.
Karena tak mendapat respon apapun, Ron melepas genggamannya, dan kedua tangannya beralih pada kedua bahu Siska.
Membuat wanita itu akhirnya mengangkat kepala. Netranya bersitatap dengan kedua mata Ron, dan Siska bisa tahu arti tatapan mata itu.
Sorot mendamba akan hasrat yang tengah membuncah, hingga naik ke atas puncak ubun-ubun.
"Kak, jujur saja, aku masih takut untuk melakukannya," ujar Siska dengan raut wajahnya yang terlihat cemas. Dia terus menggigit bibir bawahnya, menahan rasa gemetar yang mengikat tubuhnya.
__ADS_1
Dan Ron bisa melihat jelas kecemasan itu, Ron mengulum senyum, lalu menangkup kedua sisi wajah Siska. Menatap lamat-lamat dengan rasa cinta yang menggelora.
"Sayang, aku akan melakukannya dengan pelan-pelan. Aku jamin, aku tidak akan menyakitimu. Aku akan mengikuti semua permainanmu," jawab Ron meyakinkan sang wanita.
Malam ini, dia ingin membuat kenangan yang begitu indah, tentang malam pertama mereka.
Siska hanya mampu untuk diam. Dia tidak bisa menjawab apa-apa, hingga Ron mengangkat dagunya dan tanpa persetujuan Siska, Ron menjatuhkan sebuah ciuman di bibir merah merekah itu.
Mereka masih sama-sama memakai baju pengantin, tetapi gelora yang ada di dada mereka tak membuat hal itu tak lagi penting.
Ron semakin menahan tengkuk Siska, dan ciuman mesra mereka terasa semakin dalam serta menuntut.
Dengan nalurinya Siska mengalungkan kedua tangannya di leher Ron. Bahkan saking nikmatnya pagutan itu, dia sampai memejamkan mata.
Merasakan gerakan bibir Ron yang memanjakannya. Gerakan yang mulai merasuk dan menjadi candunya.
Tangan Ron berpindah, menari di atas tubuh Siska, hingga menghasilkan erangan kecil dari bibir wanita cantik itu. Dadanya membusung, selagi tangan Ron merangkap dan memainkannya sesuka hati.
Darah dalam tubuh mereka mulai mendidih, geleyar aneh mulai mengikat di antara persendian mereka masing-masing. Antara tegang dan ingin dilemaskan.
Merasa sudah tak sanggup untuk menahannya lebih lama lagi, Ron melepas pagutan mereka dan menggiring tubuh Siska ke atas peraduan. Hingga tubuh mereka jatuh di ranjang yang sama, dengan Ron yang ada di atas tubuh Siska.
Ron menatap Siska dengan tatapannya yang sudah sangat sayu dan berkabut. Tangannya yang besar dan hangat membelai wajah cantik istrinya, turun hingga ke dada yang menyembul dan tegak menantang dunia.
"Sayang, bisakah kita melakukannya sekarang?" tanya Ron meminta izin pada si empunya pintu surga.
Dan Siska hanya mampu mengangguk kecil sebagai jawaban. Malam ini, dia akan menyerahkan semuanya pada Ron, pria yang telah menjadi sandaran hidupnya.
Ron langsung tersenyum senang, dia hendak kembali menyerang. Namun, sebuah ketukan pintu membuatnya urung, dan menyisakan tanda tanya, siapa gerangan orang yang mengganggu sepasang pengantin yang tengah malam pertama.
"Kak," panggil Siska, dan Ron mengeratkan gigi depannya, tanda kesal dengan seseorang yang ada di luar sana.
__ADS_1
Mau tidak mau Ron akhirnya bangkit, karena ketukan itu terdengar semakin kencang, dan secepat mungkin Ron membuka pintu. Di sana, berdiri seorang pria berseragam hotel yang memiliki logo Tan group, tengah memegang satu kotak besar yang dibungkus rapih.
"Tuan, maaf mengganggu waktu anda, tapi ini ada kiriman dari Tuan Ken, dia berpesan agar anda yang menerima langsung kotak hadiah ini," ucap pria itu sesuai dengan pesan sang tuan.
Kening Ron semakin mengernyit, Ken mengirim hadiah lagi? Apa isinya?
Tak mau membuang waktu lebih banyak, Ron segera meraih kotak tersebut, dan di sana sebuah tulisan kembali tertera.
OPEN NOW! (BUKA SEKARANG!)
Ron menyuruh pria itu pergi, lalu dia melangkah ke arah ranjang di mana istrinya berada.
"Apa itu, Kak?" tanya Siska yang ikut penasaran, dia yang tadi berbaring kini sudah duduk dengan tegak.
Ron mengangkat bahu, patuh pada ultimatum Ken dia segera membuka kotak tersebut. Bersama-sama dengan Siska dia melihat isi dari kotak yang berhasil dia buka.
Kedua pasang mata mereka kompak terbuka dengan sempurna, saat Ron lagi-lagi mengangkat benda yang sama.
"Hah, sabun? Untuk apa Tuan Ken memberi hadiah sabun pada kita sebanyak ini?" tanya Siska dengan tatapan mata polosnya.
Ron tak menjawab, dia malah mengambil sebuah catatan kecil yang tertulis di dalamnya.
"SOMEDAY YOU WILL NEED IT😂"
"(SUATU HARI KAMU AKAN MEMBUTUHKANNYA😂)"
"Cih, dasar bos kurang ajar!"
*
*
__ADS_1
*
Itu otak si python Ron, bukan gue asli, jangan ngamuk sama gue yeh🤣🤣🤣