Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Only Your Girlfriend


__ADS_3

Begitu Ken dan Zoya sampai di basemen dan masuk ke dalam mobil, Zoya segera meraih tangan pria matang itu. Dia tahu, Ken pasti marah mendengar itu semua.


Zoya paham betul bagaimana sifat posesif Ken padanya. Nafas pria itu memburu, menahan emosinya yang terasa sudah di puncak ubun-ubun, tetapi tak sampai meledak karena ada Zoya yang menggenggam tangannya.


Pelan, Zoya memegang pipi Ken, dan membuat wajah mereka saling berhadapan.


"Jangan salah paham, okey. Zoya bisa jelaskan semuanya kenapa Kak Nora bicara seperti itu," ujar Zoya mencoba membujuk pria matang ini, sesuatu yang baru pernah dia lakukan untuk seumur hidupnya.


Dan hal ini, di luar kendali gadis itu, dia benar-benar tidak menyangka akan seperti ini, hidup berdampingan bahkan menjalin hubungan dengan pria yang memiliki usia dua kali lipat darinya. Ada adegan harus membujuk pula.


Ken bergeming membiarkan Zoya kembali bicara dan menjelaskan pernyataan Nora barusan, dia tidak mau gegabah dan berakhir dengan pertengkaran, dia tidak mau lagi Zoya mengucapkan kalimat perpisahan.


"Waktu Kak Nora masuk ke kamar Zoya, dan menceritakan kalau dia melihat tanda merah di tengkukku, Daddy ingat? Pada saat itu aku bohong padanya, aku bercerita kalau aku punya pacar di belakang Daddy, tapi entah kenapa dia malah menyangka Raga adalah pacar Zoya. Tentang itu, sumpah demi apapun, Zoya tidak tahu, dan Zoya berharap Daddy akan percaya pada Zoya. Trust me, okey?"


"Tapi aku tidak suka dia menyebut kamu pacar orang lain! You are my girlfriend, no other," rengek Ken, meletakkan kepalanya di bahu Zoya manja.


"Tapi pada kenyataannya, Zoya memang pacar Daddy, only your girlfriend," balas gadis itu sambil terus mengusap kepala Ken, bahkan dia memberanikan diri untuk mencium pria itu lebih dulu.


Merasakan kecupan Zoya, Ken menarik tubuhnya, memberi jarak untuk melihat wajah gadisnya agar leluasa. "Mau cium lagi." Ucapnya semakin merengek.


Membuat Zoya menghela nafas lega, gadis itu mengulum senyum, beruntung pria ini tidak jadi marah.


Zoya memegangi kedua sisi wajah Ken, dan mencium bibir pria itu, tetapi tidak hanya akan menjadi sebuah ciuman singkat, bila Ken ikut menahan tengkuk Zoya.


Ken menyesap kuat bibir tipis milik gadisnya, menguarkan segala kekesalan, hingga amarah dan rasa resah di dadanya runtuh seketika.

__ADS_1


Tak lupa jari-jari yang sedari tadi bergeming, mulai bergerak aktif untuk menggapai lembah basah tak berpenghalang.


Zoya berusaha untuk menahan tangan Ken, tetapi rasanya sia-sia.


Karena satu jari Ken sudah berhasil masuk, dan pertautan itu sama sekali tak terlepas, dia menggerakkannya maju mundur, membuat Zoya kembali masuk dalam permainannya.


Gadis itu mendesaah tertahan dalam ciumannya bersama Ken, dan gerakan itu semakin terasa cepat, hingga tak berapa lama kemudian Zoya meledakkan hasratnya.


"Ahh, Daddy!" Suara indah itu terbebas, dan memenuhi gendang telinga Ken.


Pelan, Ken menarik jarinya dari dalam liang itu, dan dia bisa melihat wajah sensual Zoya yang memerah saat mendapatkan pelepasan, wajah yang seksi dan juga menantang.


Setelah itu, Ken baru menyalakan mesin mobilnya, tidak akan aman jika mereka terus di tempat ini karena masih ada Nora dan keluarganya di dalam sana.


Hingga saat mobil Ken merayap di jalan raya, pria itu baru teringat dengan hadiah yang dia beli untuk Zoya.


Orang yang dipanggil langsung menoleh. "What's up, Dad?"


"Kemarin Daddy membeli hadiah untukmu."


"Hadiah? Aku kan tidak ulang tahun, kenapa diberi hadiah?"


"Itu oleh-oleh, Sayang. Pacarmu kan habis pergi ke luar kota, jadi pulang harus membawa hadiah."


"Wah, aku jadi penasaran, apa itu?"

__ADS_1


"Kamu lihat saja sendiri, Daddy meletakkan paper bagnya di kursi belakang."


Zoya mengulum senyum, lalu mengangguk antusias. Dia mengambil paper bag yang Ken sebutkan. Lalu membuka isinya, lengkungan di bibir gadis itu makin melebar. "Cantik sekali dressnya." Puji Zoya.


"Kamu yang pakai pasti lebih cantik."


Zoya hanya menjulurkan lidahnya kecil, menanggapi gombalan Ken. Lalu tangannya kembali memegang sesuatu yang ada dalam paper bag itu. "Apalagi ini?"


"Bukalah, semua itu Daddy yang memilihnya."


Zoya membuka kotak dengan pita berwarna pink itu pelan-pelan, dan matanya langsung berbinar mendapati kalung berlian yang sangat indah di dalam sana.


"Dad, are you sure? Ini semua untuk Zoya?"


"Hem, bukti cintaku. I love you, Baby." Ken mengusak, dan mengecup pipi Zoya sekilas saat mereka berhenti di lampu merah.


Dan hal itu semakin membuat pipi Zoya merona, merasakan bahagia. Dia yakin, perlahan Ken akan merasakan pula ketulusannya.


"Me too, Dad," jawabnya yang membuat Ken tak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum pula.


*


*


*

__ADS_1


Gue yang jadi Mak lu kagak dibeliin apa-apa dad? parah bet si 🙄🙄🙄🤧🤧🤧



__ADS_2