Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Kode


__ADS_3

Zoya keluar dari mobil Ken dengan mengulum senyum. Saat itu dia dan Ken hanya bisa saling melempar tatapan, sebab kelima anaknya tidak mengizinkan mereka untuk melakukan yang lain, selain hanya cium tangan.


Namun, ada saja kelakuan Ken yang membuat anak-anaknya jengkel. Sebab saat Zoya mencium punggung tangan suaminya, Ken langsung menarik Zoya dan mengecup wanita itu.


"Tetty!"


"Daddy!" teriak lima bocah itu serempak. Zoya hanya terkekeh kecil, sementara Ken langsung diamuk oleh anak-anaknya.


"Mommy tepet acuk!" titah Bee, lalu melirik Ken dengan tatapan tajam. Keempat putranya yang duduk di kursi penumpang serentak berdiri, mereka semua menyuruh Zoya agar cepat masuk ke kelas.


"Daddy, ndak boyeh tium-tium Mommy!" tegas Aneeq, pria kecil itu memarahi Ken. Sebab sang ibu yang dicium sembarangan.


"Lho kenapa? Mommy kan istrinya Daddy," bela Ken, yang sebenarnya hanya ingin menggoda anak-anak ulernya.


"Api ituh Mommy-na An!"


"Sebelum ada An, Mommy sama Daddy dulu, semangka Mommy juga punya Daddy."


Mendengar itu, Aneeq langsung berteriak tidak terima. Dia turun dari kursi dan menggeplak lengan ayahnya. "Puna An!"


"Punya Daddy juga," ledeknya lagi membuat ketiga bocah tampan yang lain ikut-ikutan menabokinya.


Namun, pada saat itu El langsung membela Ken, dia menjerit membuat semua orang terkejut. "Angan! Tetty-na El angan diputul!"


Bahkan El langsung bangun dan duduk di pangkuan Ken. Dia memeluk sang ayah dengan erat. "Ndak buweh!"


Ken mengulum senyum tipis mendapati tingkah putri bungsunya. Kubunya terbagi dua, antara dia dan Zoya. Namun, sayang yang membelanya hanya satu orang.


"Matana Tetty ndak buweh tium Mommy, tium El acah."

__ADS_1


"Tapi—"


El langsung menutup mulut Ken, agar tidak lagi membantah ucapannya. Di balik tangan mungil itu Ken tersenyum lebar. Lalu pelan-pelan ia menarik kedua tangan El dan menciumi pipi bulat gadis kecilnya, hingga El tertawa kegirangan.


Sementara Zoya yang sudah ingin masuk ke dalam kelas terpaksa terhenti, karena ada seorang dosen yang memanggilnya. Julius—salah satu dosen yang mengajar di kelas Zoya, dan memiliki sifat genit. Hingga kerap menggoda para mahasiswinya.


Mereka berdiri di halaman kampus, Zoya yang belum hafal betul dengan sifat Julius hanya bisa menatap dengan kening yang berkerut, ada apa pria ini memanggilnya?


"Maaf, Pak. Ada apa memanggil saya?" tanya Zoya sopan.


Julius menampakkan senyum terbaiknya, dia mengangkat tangan dan sedikit menepuk bahu Zoya. Hingga membuat Zoya berjengit karena terkejut. Dia langsung menghindari sentuhan Julius.


"Tidak apa-apa, Zoy. Kamu tumben berangkat jam segini?"


"Saya ada kelas pagi, Pak."


Zoya langsung menggeleng. Sebab ia merasa tak nyaman berada di dekat pria itu. Tatapan matanya sungguh aneh, dan hal tersebut membuat Zoya ingin segera pergi menjauh. "Tidak, Pak. Saya juga bawa bekal."


"Wah, kalau begitu kita bisa makan di kantin kampus. Kita makan bekal masing-masing."


"Maaf, Pak, saya tidak bisa. Permisi." Zoya langsung pamit, tetapi Julius malah mencekal tangannya, sehingga membuat mata Zoya memicing. Dia hendak menepis cekalan tangan Julius, tetapi sebelum itu sebuah suara mengagetkan mereka berdua.


"Cangan danggu Mommy tami!"


Mendengar itu, Julius sontak menoleh ke belakang. Sama halnya dengan Zoya. Tiba-tiba satu bocah tampan maju ke depan, untuk melepaskan tangan Julius dari tangan Zoya. "Inyi Mommy tami, tamu cangan natal!" Cetus Aneeq, mewakili seluruh saudara kembarnya.


Pria berkacamata itu meneguk ludah, lalu pandangannya beralih pada bocah-bocah lainnya. Hingga tatapannya jatuh pada sosok tinggi dengan sorot mata tajam, yang tak lain dan tak bukan adalah Ken yang sedang menggendong El.


"Bisakah anda bersikap lebih sopan terhadap istri orang?"

__ADS_1


Mendengar itu, Julius langsung gelagapan, pasalnya ia tidak tahu kalau Zoya sudah menikah. Apalagi dengan seseorang yang usianya tak jauh dengan dirinya. "Maaf, Pak. Saya tidak tahu kalau dia istri anda."


Ken langsung berdecih. "Sekarang anda sudah tahu kalau dia istri saya, bahkan anak kami sudah lima."


Julius langsung menghitung diam-diam. Dan benar saja, bocah-bocah kecil itu berjumlah lima orang. Membuat ia kembali meneguk ludahnya. Sebuah keajaiban yang sangat langka, sekali jadi langsung lima.


"Tunggu apalagi? Pergi sana!" ketus Ken yang sudah sangat kesal, sebab dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Zoya dipegang-pegang. Ya meskipun hanya tangan, tetap saja dia cemburu sampai ke ubun-ubun.


Julius yang sudah tidak memiliki muka langsung pergi begitu saja, dia sedikit melirik Zoya yang juga menatapnya tajam. Setelah itu, pandangan Zoya beralih pada Ken. Pria garang itu langsung berubah cemberut.


"Baby!" rengeknya sambil menghentak tanah, persis seperti Aneeq saat menginginkan semangka.


"Aku juga tidak tahu, Hubby."


"Sepertinya aku harus membuat tanda untukmu, kalau kamu sudah menikah."


"Tanda apa? Jangan aneh-aneh."


"Tapi—"


"Sudah, nanti malam yah," ucap Zoya memberi kode. Sementara anak-anaknya tampak kebingungan.


Mendengar itu, wajah Ken langsung berubah sumringah. Dia langsung mengangguk cepat lalu mengajak anak-anaknya pulang. Hari ini dia akan menjadi Super Daddy, karena harus mengurus kelima anak kembarnya.


***


Nanti malem main uler-uleran 🏃🏃🏃


__ADS_1


__ADS_2