
Ken menarik lengan Zoya untuk ikut dengannya. Begitu pun dengan ketiga orang yang berada di dekat mereka, selalu saja mengekor bagai parasit yang menempel, tapi memang itulah yang Ken perintahkan, membuat mereka menjadi saksi kesungguhan cintanya pada Zoya.
Ken membuka salah satu pintu, akses ke ruangan lain, dan mereka semua langsung disuguhi kolam yang kembali dipenuhi kelopak bunga mawar merah.
Entah butuh berapa banyak tangkai, hingga membuat semua air kolam tertutup dengan kelopak indah itu.
Di sana memang di fasilitasi kolam renang yang berada di dalam ruangan. Dan semua ini adalah ide pria yang senantiasa menggenggam tangan Zoya.
Suasana temaram di sana menjadi romantisme yang paling indah. Lampu yang berbentuk seperti lilin, menjadi pencahayaan minim yang sangat indah.
Berjajar di sisi-sisi kolam, menuju satu meja dengan dua kursi, yang sudah terhidang makan malam. Semuanya tampak begitu sempurna.
"Dad, ini terlalu berlebihan," ucap Zoya sambil menatap ke arah Ken yang tak berhenti untuk tersenyum.
Ikut merasa bahagia saat Zoya bahagia pula. Pria matang itu meraih kedua pundak Zoya, membuat mereka saling berhadapan. "Baby, semua ini tidak ada yang berlebihan, yang berlebihan hanya cintaku padamu. Kamu mau bukti kan malam ini?"
Zoya sedikit mengernyitkan dahinya, tak mengerti dan tak bisa menebak bukti apa yang akan Ken berikan untuknya.
Gadis itu terus bergeming hingga Ken meraih satu buket mawar merah dari tangan Siska, lalu berjongkok di depannya. Zoya semakin tidak mengerti semua ini, apalagi saat Ken mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.
__ADS_1
Ken menghela nafas panjang, mengusir kegugupannya, mencoba untuk menetralisir degub jantungnya yang semakin menggila. Bahkan dia memejamkan mata sejenak, hingga akhirnya Ken berhasil membuka kotak kecil di tangannya dan mengulurkannya ke arah Zoya.
Pria matang itu mengangkat kepala, dan menatap wajah kekasihnya. Tangan Ken sebenarnya gemetar, tetapi sekuat tenaga dia menahannya agar kotak tersebut tidak jatuh.
"Baby... Will you marry me?"
Zoya kembali terperangah, menatap Ken dengan tatapan tak percaya, kalimat yang dia dengar tadi seperti ledakan dahsyat yang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
Gadis cantik itu mematung dengan mata yang berkaca-kaca, nafasnya terasa tercekak, hingga dia tak bisa untuk bicara saat itu juga. Dia terus memandangi lingkaran kecil yang indah itu, berkelip memanjakan indera penglihatannya.
Namun, bukan itu yang membuat hatinya bahagia, kalimat ajakan Ken, adalah satu-satunya yang membuat dia meluruhkan air mata bahagianya, cairan bening itu menderas. "Dad, are you kidding? This is not funny." Ujar Zoya dengan suara yang terbata-bata.
Dengan cepat Ken menggeleng, dia memang sungguh-sungguh ingin menikahi Zoya. Ya, setelah ini dia akan memberitahu sang kakek bahwa dia akan menikah dengan Zoya, bukan dengan Nora.
"Kamu pasti bohong, Dad. Zoya nggak percaya." Gadis itu menggelengkan kepalanya, sementara rasa dalam dadanya meletup-letup, membuncah luar biasa.
"Hei, Baby. Kamu bilang ingin bukti dariku, ini semua adalah bukti cintaku, Sayang. Jadi berhentilah menangis, dan cepat terima Daddy, kaki Daddy sudah pegal," ucap Ken membuat orang-orang yang ada di belakang mereka terkekeh sambil geleng-geleng kepala.
Ken mengangkat kedua alisnya, masih setia menunggu jawaban Zoya. Gadis itu masih ingin menangis, tetapi menyadari Ken sudah berjongkok terlalu lama, membuat dia lekas bersuara. "Yes, i will. I will, Dad."
Ron dan Siska bertepuk tangan, sementara Ken langsung tersenyum lebar. Zoya menerima buket bunga yang Ken ulurkan, lalu Ken menyematkan cincin berlian itu di jari manis Zoya.
__ADS_1
Dia segera bangkit dan memeluk Zoya erat. Pria itu berharap, semua angan yang dia ciptakan bersama Zoya memang benar-benar bisa terwujud, dia mencium puncak kepala gadisnya, tetapi merasa tak puas, Ken segera meraih dagu itu. Dan menyatukan bibir mereka.
Semua orang membulatkan matanya, mereka paham apa yang akan terjadi selanjutnya, kompak mereka mundur secara alon-alon, sementara kedua sejoli itu menceburkan diri ke dalam kolam renang.
Byurrrr!!!
Note : Anggep aja si Daddy Ama neng Zoya.
Pertautan itu sama sekali tak terlepas, Ken semakin memperdalam ciumannya dengan menahan tengkuk Zoya. Tubuh mereka yang basah, bermandikan air bunga tak menjadi masalah.
Ken malah semakin gencar menjamah tubuh yang menjadi candunya ini, semuanya terasa semakin manis, dan dia ingin terus mengarunginya bersama sang kekasih.
*
*
*
Tuh kembang kalian guys, si Daddy pake buat mandi, kagak modal yah dia๐๐๐๐
__ADS_1
Asikkk kawin, neng Zoya bilek๐คช