Hurt

Hurt
100


__ADS_3

Dan akhirnya hari pertemuan pemimpin dua klan besar terjadi juga , saat ini George Kahl dan Gaffar Al Shamma sedang duduk bersama di sebuah roof top sebuah hotel mewah yang disulap menjadi tempat pertemuan yang mewah dan nyaman .


" Putramu belum datang ? kudengar dia berkeras untuk ikut dalam pertemuan ini . Maaf tidak seharusnya aku membuatmu repot dengan datang kesini . Tidak mengajak Nyonya Al Shamma !? "


" Istriku sedang ada di London . Seharusnya aku yang harus meminta maaf atas kelakuan putra keduaku . Apa tidak sebaiknya kita cepat cepat menikahkan mereka ?? Adam Adipraja sudah memberinya pelajaran , kurasa kepala putraku sudah bisa berpikir dengan benar . Kau juga bisa melihat kesungguhan hatinya bukan !? "


George hanya tertawa pelan , diapun sedikit terkejut ketika klan sebesar Adipraja turun tangan untuk menangani putra putra Al Shamma . Dia tahu Adam menangani Zahid untuk menghindarkan kemurkaan yang lebih besar darinya .


Waktu itu emosinya terpancing untuk menghabisi putra kedua Al Shamma itu , tapi seseorang memperingatkannya . Orang itu menasehatinya agar bisa berperilaku lebih bijak sebagai seorang ayah , dan George merasa sangat terhormat ketika orang itu datang secara langsung di kediamannya di lnggris waktu itu . Dan dia adalah Alfian Adipraja beserta istrinya .


Ya ... Tidak ada seorang ayah pun di dunia yang rela anak gadisnya disentuh pria tanpa ikatan apapun , walaupun dia juga ikut merasa bersalah karena belum bisa menjadi ayah yang baik untuk putrinya .


" Aku sungguh sungguh mencintainya Dad , akan kutebus semua kesalahanku apapun caranya ... tapi ijinkan aku menikahinya "

__ADS_1


Suara seorang pemuda membuat dua parubaya itu menoleh bersamaan . Keduanya hanya bisa menghembuskan nafasnya dalam dalam ketika Zahid mulai mendekatkan kursi rodanya ke arah mereka .


" Lukamu sudah membaik Nak ?! " tanya George yang masih melihat gips yang terpasang di lengan dan kaki putra kedua Al Shamma itu .


" Aku baik baik saja Dad , beberapa hari lagi gipsnya sudah bisa di buka . Aku boleh memanggilmu seperti putrimu memanggilmu bukan !? "


" Tentu saja "


Zahid memposisikan dirinya duduk di dekat sofa single Daddynya . Mereka sedang menikmati udara sore dengan hamparan langit jingga yang begitu indah karena beberapa saat lagi matahari akan segera terbenam .


" Andai saja putra Adipraja itu tidak membuatmu terluka seperti itu mungkin dulu aku akan bertindak lebih ekstrim padamu !! Aku bisa saja meminta sniper untuk menembak kepalamu dan aku yakin Daddymu tak keberatan untuk hal itu ! Bukan begitu Tuan Gaffar ?? Tapi cara Adam melindungimu sangat unik , dia meluluhlantakkan tulangmu hanya untuk melindungi nyawamu dari murka seorang ayah sepertiku "


" Apa ... "

__ADS_1


" Sudah berkali kali Daddy bilang pada kalian bukan !? Masih banyak yang harus kalian pelajari dari saudara saudara tiri kalian . Bukan maksud Daddy untuk terlalu memuji , tapi mereka benar benar bisa bersikap dan berpikir layaknya pemimpin . Kau dan kakakmu hanya fokus pada kalkulasi perusahaan saja " gerutu Gaffar .


" Tapi sejak Daddy melepas dunia kelam yang dulu Daddy geluti , Daddy hanya mengajarkan kami untuk hidup memimpin perusahaan !! Bukan sebagai pria yang mencintai wanitanya ataupun keluarganya " kilah Zahid .


Gaffar menghela nafas panjang , yang dikatakan putranya seratus persen adalah benar . Jika seorang Alfian Adipraja dapat mengajarkan kekuatan tapi ada seseorang disisinya yang juga mengajarkan kelembutan .


Ya , ada wanita hebat disetiap pria pria kuat di dunia ini . Dan Rita Adipraja lah yang membuat putra putranya menjadi sosok lembut yang sangat mencintai keluarganya . Dan Gaffar bukan pria sempurna yang bisa mengajarkan keduanya walau sikapnya pada putra putrinya selama ini sangat lembut .


" Jadilah pria yang bijak Nak ! Tidak ada manusia yang sempurna . Kita hanya bisa belajar dari kesalahan yang kita buat untuk menjadi baik ke depannya . Putriku juga mencintaimu , tak ada alasan untukku menghalangi niat baik kalian untuk menikah . Kami juga sudah semakin tua , kami ingin hidup bahagia dengan di kelilingi anak dan cucu cucu kami kelak "


" Jadi aku boleh menikahi putrimu ?? "


" Tentu saja asal kau bisa menjaganya ! "

__ADS_1


" Aku akan menjaganya dengan nyawaku !! "


" Aku pegang janjimu ... "


__ADS_2