
" Sudah lima hari kita ada di sini , apa itu tidak apa apa Schat ? Bagaimana dengan pekerjaanmu ? " tanya Rose yang pagi itu sedang sarapan dengan suaminya
" Mereka memperpanjang cuti kita Lieve , mereka memberikan waktu kita dua minggu untuk berjalan jalan kemanapun kita mau . Selain negeri Sakura , negara mana lagi yang ingin kau kunjungi !? "
" Roma ... kudengar di sana sangat indah Schat !! "
" Baik , besok sore kita berangkat ke sana . Akan aku urus dulu tiket dan hotel kita disana !! "
" Benarkah !!! Terimakasih .... aku mencintaimu Schat !! "
Bryan menarik lembut wajah sang istri dengan satu tangannya , kemudian dikecupnya lembut dua pipi itu bergantian .
" Lieve ... boleh aku bertanya ?? Apa masa liburmu sudah berakhir ? "
" Bukannya tadi kau yang bilang kalau masa libur kita di tambah dua minggu lagi !? "
" Ckk bukan itu ... maksudku apakah aku sudah bisa mengambil hakku ?? "
Rose meletakkan sendoknya dan ia bangkit untuk duduk di pangkuan suaminya . Dia bahkan hampir lupa tentang hal itu .
" Apa kau menginginkannya sekarang !? "
" Bohong jika aku jawab tidak "
" Maka ambillah sekarang , aku.milikmu .... "
__ADS_1
Bryan membawa wanitanya ke kasur mereka yang tergeletak di lantai . Walau rumah tradisional ini terlihat sederhana tapi rumah ini sudah menggunakan sistem peredam suara di setiap kamarnya .
Perlahan mereka tenggelam dalam lautan api asmara mereka , suara cecapan dan d*sahan menghiasi setiap sudut kamar itu . Dua manusia yang telah sama sama polos itu berpacu untuk mencapai puncak bersama sama .
Hingga tubuh kekar itu tumbang di atas tubuh sintal istrinya setelah sempat bersama sama memekik karena merasakan kenikmatan yang hakiki..
" Terima kasih Lieve ... "
" Apapun untukmu Schat ... " jawab Rose lirih karena barusan tenaganya sudah terforsir habis .
Suaminya benar benar seperti kalap menyentuh setiap inchi tubuhnya , walau sedikit kewalahan tapi ia sangat menikmatinya .
" Apa aku membuatmu lelah ?? "
" Ehmm tidak begitu , aku baik baik saja " jawab Rose yang tak ingin suaminya merasa bersalah karena sudah membuatnya lelah .
" Schaaatt .... " rengek Rose manja .
*
Mayleen menundukkan kepalanya ketika sudah berada di dalam kamar ibunya . Mata tajam wanita parubaya itu seperti sedang mengulitinya hidup hidup . Semalam Nanami mengirimi dia pesan yang memintanya datang ke kamarnya pagi ini .
Mereka sedang duduk berhadapan dengan dua cangkir teh yang sudah ada di depan mereka .
" Kau tahu kesalahanmu May ?? lni adalah hari pertamamu menjadi istri dari pemimpin klan . Bangun pagi adalah hal yang wajib untuk seorang wanita bagaimana bisa jam sembilan kau baru beranjak dari ranjangmu ? Kau pikir tempat ini adalah tempat penitipan anak hingga kau bisa berbuat semaunya !! "
__ADS_1
" Tidak lbu ... "
" Panggil aku Nyonya seperti pelayan lain memanggilku !! Kau bukan siapa siapa disini !! Kau hanya wanita yang kebetulan pernah disentuh oleh putraku . Kau hanya akan memanggilku ibu jika berada di depan orang orang itu "
" lya Nyonya saya mengerti "
" Kau juga sudah tahu tentang perjanjian satu tahun itu . Aku tahu itu mungkin akan membuatmu lelah tapi jangan khawatir karena upahmu akan sesuai dengan usaha yang akan kau lakukan . Aku berikan lima milyar setelah waktu perjanjian itu selesai . Dan aku sendiri yang akan memastikan kau bisa kembali ke Cina dengan keadaan utuh dan baik baik saja "
Dahi gadis itu mengernyit mendengar kata ' utuh ' yang baru saja di ucapkan oleh mertuanya . Tubuhnya merinding tiba tiba , ia sedang membayangkan adegan para samurai yang sedang bertarung seperti di film film yang dia tonton . Banyak sekali saus merah bertebaran di mana mana .
Dia sadar jika dia sudah berada di tengah tengah keluarga gangster terbesar di pulau ini . Mau tidak mau ia harus beradaptasi dengan gaya hidup keluarga ini .
Mayleen hanya mengambil sisi positifnya , mungkin hidup satu tahun ke depan di tengah keluarga ini bisa membuatnya berubah menjadi lebih disiplin dan mandiri karena selama ini Deniel dan Vallery terlalu memanjakannya .
Jika tentang uang Mayleen tidak terlalu mempermasalahkannya walau uang lima milyar adalah uang dengan jumlah fantastis menurutnya . Niatnya murni hanya untuk menolong , karena menurutnya teman dari Deniel dan Vallery pasti juga orang yang baik .
Lagipula suaminya tidak akan berbuat yang ' aneh aneh ' padanya karena selera pria itu adalah tubuh berotot seperti kepala pengawal yang tadi bertemu dengannya .
" Jangan pernah sekalipun berani memanfaatkan putraku dengan menggunakan tubuhmu lagi . Aku mengijinkan kalian sekamar hanya untuk menyamarkan pernikahan pura pura kalian . Jika sampai aku tahu kau berani menggodanya , aku pastikan kau pulang tinggal nama !! Keturunan putraku haruslah dari gadis yang berbobot dan mempunyai martabat yang tinggi . Bukan wanita yang haus uang sepertimu "
Mayleen mengatur nafasnya agar bisa mengendalikan diri ketika mendengar penghinaan yang di ucapkan mertuanya . Dia akan menelan mentah mentah semua pahit yang ia rasakan dalam hidupnya tapi tidak jika untuk direndahkan oleh orang lain .
" Aku bersedia menikah hanya untuk menjaga nama baikku Nyonya . Bukankah dari awal sudah aku katakan jika aku tidak akan membebani keluarga ini ? Simpan uang Nyonya , satu tahun ke depan aku pastikan aku akan pergi walau nyonya tidak mengantarku . Satu permintaanku suatu saat biarkan putramu memilih jalannya sendiri ! Aku tahu dia adalah putramu tapi dia punya hidup dan impiannya sendiri . Walau mungkin jalan yang ia pilih akan sedikit ... aneh "
Nanami menatap tajam wanita di depannya , dia tidak menyangka gadis itu ternyata bisa membela dirinya . Awalnya ia kira Hiro akan memilih putri dari salah satu terus klan , tapi dengan tak tetduga ada wanita yang datang untuk meminta pertanggung jawaban atas kelakuan putranya .
__ADS_1
Orang orangnya sudah mencari tahu tentang diri menantunya tapi sampai saat ini tak ada informasi apapun yang di dapat oleh mereka . Seperti ada tembok beton yang menaungi diri gadis itu .