
" Ada yang ingin kau bicarakan dengan ibu ??? Tentang gadis itu !? "
" lstriku Bu .... sebut dia sebagai istriku "
Mereka sekarang sedang ada di ruang baca milik Nanami . Hiro memang sangat ingin bertemu dengan ibunya sejak mengetahui gerak geriknya dan sang istri ternyata di mata matai .
" Hanya satu tahun !! Ibu tak bisa menembus informasi tentang asal usulnya . Ibu curiga jika dia adalah mata mata yang di susupkan oleh pamanmu atau musuh klan kita yang lain . Gadis itu sangat licik , kau tahu kan ada pepatah air tenang menghanyutkan . Dia bahkan lihai mengendarai motor layaknya pembalap profesional "
Hiro menghembuskan nafas dalam dalam , ia pun tak menyangka Mayleen sangat pandai mengendarai.motor .
" Sekarang akulah pemimpin klan ini , apa ibu tidak percaya padaku ?? Aku tidak suka jika seseorang melanggar privasiku ataupun istriku "
" Aku ibumu !!!! " pekik Nanami menggebrak meja .
" Aku tahu Bu .... jika kau sudah menyerahkan semua urusan klan ini padaku , apakah sangat sulit untuk membiarkan aku mengatur rumah tanggaku sendiri ? "
" Dia hanya istri kontrakmu !! Dia sendiri yang mengatakan akan pergi setelah satu tahun tanpa kita harus mengusirnya "
DEGGHHH ...
" Apa ibu sudah bicara padanya tanpa sepengetahuanku ?? "
" Apa bicara dengan menantuku juga harus ada ijin darimu ?? Aku masih wanita pertama di klan ini jika kau lupa !! Aku masih punya kuasa di sini "
" Tapi dia adalah istriku , aku menghormati ibu .. dan aku harap ibu bisa menghargainya sebagai wanita yang sudah menjadi pendampingku "
" Kau lihat bukan ?? Baru beberapa hari menjadi suaminya kau sudah berani melawan ibumu !! "
__ADS_1
" lni soal prinsip Bu !! "
" Persetan dengan prinsipmu !! Dia bukan siapa siapa dan selamanya akan seperti itu "
Hiro menghirup udara sebanyak banyaknya , ia butuh sangat banyak oksigen agar membuat dirinya tetap tenang . Dia tak menyalahkan ibunya yang menjadi sangat keras , bertahun tahun wanita itu menjadi tampu utama dari klan Yoshida .
Watak kerasnya yang membuatnya bisa bertahan menghadapi badai masalah di klan Yoshida .
" Aku harap ibu bisa bersikap baik padanya jika di depan perjamuan nanti . Anggap saja demi nama baik kita . Hanya itu yang ingin aku sampaikan , aku undur diri dulu Bu "
Setelah berkata seperti itu Hiro keluar dari ruang baca menuju kamarnya sendiri . Saat membuka kamar matanya kembali di manjakan oleh kecantikan dan keanggunan sang istri yang mengenakan kimono hitam motif bunga besar warna merah .
" Cantik ... " lirih Hiro hampir tak terdengar
Dengan gaya genit Mayleen menghampiri suaminya , dua matanya berkedip kedip dengan dua telunjuk diletakkan di atas pipinya .
" Bagaimana suamiku sayang , apa aku cantik ?? "
Mayleen langsung mengerucutkan bibirnya , sudah satu jam ini dia berdandan di bantu oleh seorang perias yang perintahkan ibu mertuanya untuk mempersiapkannya untuk acara perjamuan nanti .
Hiro tertawa melihat istrinya merajuk , tapi ia memutuskan untuk keluar kamar karena otaknya mulai tidak sinkron ketika melihat antara ranjang dan kecantikan istrinya . Otak kotornya selalu saja hadir jika ada di dekat gadisnya .
" Ckk .. kau jelek jika bibirmu manyun seperti bebek ! Aku keluar menemui tamu dulu , jangan keluar sebelum ada pelayan yang akan menjemputmu nanti . Mengerti !!? "
" Iya ... apa aku boleh makan dulu ?? Aku pasti sudah terlalu lapar jika harus menunggu jamuan nanti "
" Pesan saja melalui telepon kamar ... jangan keluar "
__ADS_1
Hiro meninggalkan kamarnya menuju aula tempat perjamuan , disana sudah ada beberapa tamu yang khusus di undang untuk malam ini . Dia beramah tamah dengan tamu yang sebagian terjun di dunia bisnis sebagai bagian misinya sebagai seorang pengusaha .
Tapi senyum pria pemimpin klan itu pudar ketika melihat seseorang yang baru saja hadir di tengah tengah mereka . Seorang pria yang sejak kecil ia panggil sebagai paman , yang ternyata menjadi musuh besar bagi ibunya . Pria yang selalu saja ingin merebut kedudukan tertinggi di klan mereka .
" Hai nak , kelihatannya kau tidak begitu senang bertemu dengan pamanmu ini ... "
*
TOKK .. TOOKKK
Mayleen mengerutkan dahinya ketika ada seseorang yang mengetuk kamarnya , tidak mungkin pelayan mengantar makanannya karena tidak mungkin selesai secepat ini .
" Ya ?? "
Mayleen melihat seorang wanita dengan mengenakan seragam pelayan ada di depan pintunya . Dia tak pernah melihat pelayan itu sebelumnya di istana ini . Tapi ia mencoba berpikiran positif , mungkin pelayan itu memang seorang pelayan baru .
" Maaf ... Nyonya di minta untuk ke aula sekarang . Silahkan ikuti saya "
Mayleen mengikuti langkah wanita itu , tapi ketika ia sadari langkah wanita itu malah menuju halaman belakang istana .
" Maaf tapi saya rasa ini bukan jalan menuju aula "
" Kita sedikit memutar Nyonya , sesuai perintah nyonya besar kita akan lewat pintu samping "
" Oooo ... baik "
Tapi ketika ada di sebuah tempat yang sedikit lapang ada tujuh orang berbaju serba hitam lengkap dengan topeng hitamnya menghadang jalan mereka .
__ADS_1
Pelayan yang ada di depannya menyingkir dengan mudah , tapi ketika Mayleen ingin menyingkir orang orang itu menghadang jalannya .
" Ikut kami dan kami tidak akan menyakitimu .. !! "