
" Apa kau belum yakin seratus persen jika aku benar benar mencintaimu sayang ?? "
" Aku tidak meragukan cintamu , tapi seperti kata Kak Diva ! Aku ingin kita belajar dulu tentang bagaimana selayaknya sikap kita terhadap pasangan kita masing masing "
" Sayang ... apa kau trauma dengan sikapku waktu itu !? Katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya ?? Aku menyesal ... aku tidak akan mengulanginya lagi !! Mintalah apapun agar aku bisa menebus semuanya "
" Aku tahu ... kita tetap akan menikah , tapi aku butuh waktu . Maukah kau memberikannya untukku ?? "
" Waktu ?? Berapa lama ?? "
" Hanya setelah aku lulus kuliah , mungkin sekitar satu setengah tahun lagi "
" TIDAKKK .... ehh maaf aku tidak bermaksud membentakmu , tapi tidak selama itu sayang !! ltu akan sangat menyiksaku , kau bisa kuliah setelah kita menikah . Aku berjanji akan mendukung apapun tentang pendidikanmu "
" Tapi hanya itu bukti yang aku minta ... turunin dulu ini ! Sudah mulai ada tamu berdatangan , malu ihh masa duduk pangku pangkuan kayak gini " kata Anna sambil berusaha turun dari pangkuan pria tampan itu . Tapi sepertinya usahanya akan sia sia karena pria itu tetap erat merengkuh pinggangnya .
" Tapi permintaanmu tak akan mungkin bisa aku kabulkan , itu terlalu berat sayang ! Satu setengah tahun adalah waktu yang sangat lama . Aku akan memberikan waktu ... tapi jangan selama itu "
__ADS_1
" Satu tahun tiga bulan .... "
" Deal !! Aku ambil waktu yang kedua .. tiga bulan "
" Lhohh aku bukan memberi pilihan satu tahun atau tiga bulan ! Tadi aku bilang satu tahun tiga bulan .... Kenapa jadi pilih tiga bulan ?! "
" Aku sudah memilih dan untuk waktu itu kau boleh tinggal di sini dan aku akan kembali ke Dubay , aku berjanji tidak akan pernah mengganggumu . Tapi jika saat tiba saatnya aku akan menjemput pengantinku !! Tiga bulan ini akan menjadi waktu instrospeksi diri kita masing masing . Aku berjanji akan menjadi lebih baik setelahnya "
Abbio tidak akan mau berpisah begitu lama , jangankan satu tahun , setiap detik saja hanya wajah gadis itu yang ada di pikirannya . Tiga bulan adalah waktu yang sangat lama baginya tapi mungkin itu sepadan dengan kesalahan yang ia perbuat pada gadisnya .
" Sayang ... "
" Mana ada memaksa ? Kau yang memberiku pilihan !! Ya Tuhan ... jangan digigit gigit begitu bibirnya sayang "
" Apa hakmu melarang ? lni bibir aku ... emmmpphhhtt !!! "
Sepertinya pria itu memang sudah gila , tanpa sungkan ia mencium bibir gadisnya dengan begitu rakus padahal siang itu sudah ada beberapa tamu yang datang ke kafe itu . Untung area samping kafe di jaga oleh para penjaga penjaga Al Shamma hingga tak ada tamu yang datang ke area itu .
__ADS_1
" Kenapa selalu menciumku dengan tiba tiba ?? Kau memang menyebalkan ..... "
" Tadi aku sudah melarang untuk menggigit bibirmu sendiri sayang , itu terlihat sangat seksi di mataku . Oooo jadi kau tidak suka ciuman tiba tiba ya . Baik sekarang aku akan minta ijin padamu , bolehkah sekali lagi aku menciummu ?? Sungguh aku sangat merindukanmu .... "
Dan terjadi lagi , sebelum gadis itu menjawabnya Abbio sudah meraih kembali bibir kemerahan itu . Dia akan sangat menantikan ketika waktu tiga bulan itu berlalu . Gadis di atas pangkuannya itu akan menjadi miliknya sepenuhnya .
*
Pagi itu Zahid kembali datang ke kantor perusahaannya , walau masih menggunakan kursi roda tapi ia merasa keadaan fisiknya sudah jauh lebih baik . Sekitar satu Minggu lagi mungkin gips yang terpasang di lengan dan kakinya akan di buka . Lebam di wajahnya pun sudah jauh lebih berkurang .
" Ada meeting hati ini Bry ??! "
" Ada beberapa , tapi untuk hari ini biar aku saja yang menghandle semuanya . Kau akan tinggal di kantor dengan memeriksa file file yang sudah aku kirim di laptop milikmu . Kau bawa berkas dari perusahaan GM Company yang semalam aku berikan padamu kan ??! "
" Haisshhh .. maaf tadi aku terburu buru hingga aku lupa membawanya . Masih ada di ruang kerjaku . Aku akan meminta supir mengambilnya ... "
" Tidak usah , nanti sepertinya aku melewati mansion . Biar aku saja yang ambil "
__ADS_1
" Cihh alasan , bilang saja kau ingin bertemu dengannya "
" Dari awal sudah aku katakan bahwa aku menghormati pilihannya . Aku tidak akan memaksanya "