
Mayleen memandang kagum bangunan megah yang ada di depannya . Di halamannya ada taman bermain dengan berbagai permainan yang di cat warna warni . Dan ada beberapa bagian tembok yang di cat dengan gambar aneka hewan atau kartun kesukaan anak anak .
" Maaf ... bolehkah saya bertanya , apakah ini benar klinik milik Dokter Kenichi Saito ?? "' tanya May pada seorang pria yang baru saja turun dari mobilnya .
May bertanya pada pria itu karena tak ada petugas keamanan di pos jaga yang ada di depan klinik itu . Dan Pria itu malah terpaku melihatnya hingga Mayleen kemudian juga melihat ke arah dirinya sendiri .
" Apa ada yang salah dengan diri saya ?? "
" Ahh tidak ... hanya saja anda sangat cantik Nona "
Mayleen tertawa mendengarnya , baginya terdengar aneh jika ada orang yang menyebutnya cantik karena setelah menghadiri pesta minum teh bersama ibunya tadi dia langsung mengganti bajunya dengan kaos oversize dan baggy jeans kesayangannya .
" Tapi itu bukan jawaban dari pertanyaanku " sahut May masih dengan senyumnya .
" Apa kau ingin berobat ? "
" Aku sehat ... Aku ingin bertemu dengannya karena ingin bekerja di klinik ini "
" Siapa kau ?? "
" Mayleen Lee , aku dari lndonesia tapi aku sedang kuliah di Beijing "
__ADS_1
" Kita bicara di dalam saja , kau saudara sepupu Dokter Vallery ya ? Pantas saja jika kau cantik sekali " kata pria itu sambil berjalan masuk ke ruang periksa klinik itu .
May mengikuti langkah pria di depannya , ia berpikir mungkin pria itu adalah salah satu dokter yang bertugas di klinik ini . Sampai di dalam pria itu mempersilahkan May untuk duduk .
" Silahkan duduk ... "
" Apa Dokter Kenichi tidak sedang bertugas ?? Kak Val memintaku menemuinya sebelum bekerja di sini "
" Aku Kenichi Saito , maaf jika aku terlambat memperkenalkan diriku padamu "
May membungkukkan sedikit badannya pertanda ia menghormati pria di depannya , ia tak mengira jika pria tampan di depannya adalah seorang dokter . Menurut Vallery pria di depannya adalah seorang dokter anak .
" Maafkan saya juga jika saya sudah berlaku tidak sopan pada Dokter "
" Yakin ingin bekerja denganku ?? Mungkin kau akan menghadapi hal berbeda di klinik ini , karena jika klinik Dokter Vallery ditujukan untuk para lansia maka di klinikku kau akan menghadapi pasien anak "
" Sama saja Dok , intinya hanya kesabaran untuk menghadapi mereka . Kapan saya mulai bekerja ?? "
" Satu jam lagi jam praktekku , kau bisa mulai hari ini jika mau "
" Tapi baju saya ... " May memandang dirinya sendiri yang berpakaian terlalu santai , karena niat awalnya datang hanya ingin tahu letak klinik ini .
__ADS_1
" Apa masalahnya ?? Cukup sopan buatku .. besok aku akan membawakanmu seragamnya "
" Ehhmmm ... saya rasa besok saja , soalnya saya belum ijin tadi " cicit May , dia harus membicarakan ini dengan suaminya karena bagaimanapun sekarang dia adalah seorang istri . Dan apapun yang ia lakukan harus dengan ijin suaminya .
" Baik , untuk besok sebaiknya kau masuk shift pagi saja . Kau belum terlalu mengenal daerah ini , hanya berjaga jaga agar kau tidak tersasar . Ada banyak Dokter dan asistennya di sini aku harap kau bisa beradaptasi dengan mereka . Kedepannya kau akan menjadi asisten pribadiku di ruangan ini "
" Tidak !!!! "
Mayleen terperanjat ketika mendengar suara bariton yang terdengar dari arah pintu . Terlihat Hiro sudah berdiri menjulang disana dengan dua tangan di atas pinggangnya .
Kenichi memicingkan matanya ketika melihat sosok yang sudah tidak asing di matanya . Sosok yang di kenal masyarakat sebagai pemimpin klan gangster , klan yang sangat di segani di pulau ini .
" Selamat datang Tuan Akihiro , ada yang bisa saya bantu ?? " Kenichi mencoba beramah tamah walau sebenarnya ia tidak mengenal Hiro secara pribadi . Dia tak pernah merasa membuat masalah dengan keluarga Yoshida .
" Aku tidak mengijinkan dia bekerja untukmu "
" Apa saya boleh tahu alasannya ?? "
Sebelum menjawab pertanyaan itu Hiro melihat ke arah istrinya . Mayleen sedang melotot ke arahnya dengan satu tangan mengepal di bawah meja dengan bahasa bibir yang tak ia mengerti .
Dahinya mengerut ketika dengan beraninya wanita cantik itu malah tersenyum sangat manis pada dokter itu kemudian perlahan berjalan ke arahnya . Dan ketika menghadap padanya gadis itu berbisik lirih padanya .
__ADS_1
" Awas kau ... tutup mulutmu !!! "