Hurt

Hurt
B Chapt 32


__ADS_3

Mayleen memandang kagum bangunan megah yang ada di depannya . Di halamannya ada taman bermain dengan berbagai permainan yang di cat warna warni . Dan ada beberapa bagian tembok yang di cat dengan gambar aneka hewan atau kartun kesukaan anak anak .


" Maaf ... bolehkah saya bertanya , apakah ini benar klinik milik Dokter Kenichi Saito ?? "' tanya May pada seorang pria yang baru saja turun dari mobilnya .


May bertanya pada pria itu karena tak ada petugas keamanan di pos jaga yang ada di depan klinik itu . Dan Pria itu malah terpaku melihatnya hingga Mayleen kemudian juga melihat ke arah dirinya sendiri .


" Apa ada yang salah dengan diri saya ?? "


" Ahh tidak ... hanya saja anda sangat cantik Nona "


Mayleen tertawa mendengarnya , baginya terdengar aneh jika ada orang yang menyebutnya cantik karena setelah menghadiri pesta minum teh bersama ibunya tadi dia langsung mengganti bajunya dengan kaos oversize dan baggy jeans kesayangannya .


" Tapi itu bukan jawaban dari pertanyaanku " sahut May masih dengan senyumnya .


" Apa kau ingin berobat ? "


" Aku sehat ... Aku ingin bertemu dengannya karena ingin bekerja di klinik ini "


" Siapa kau ?? "


" Mayleen Lee , aku dari lndonesia tapi aku sedang kuliah di Beijing "

__ADS_1


" Kita bicara di dalam saja , kau saudara sepupu Dokter Vallery ya ? Pantas saja jika kau cantik sekali " kata pria itu sambil berjalan masuk ke ruang periksa klinik itu .


May mengikuti langkah pria di depannya , ia berpikir mungkin pria itu adalah salah satu dokter yang bertugas di klinik ini . Sampai di dalam pria itu mempersilahkan May untuk duduk .


" Silahkan duduk ... "


" Apa Dokter Kenichi tidak sedang bertugas ?? Kak Val memintaku menemuinya sebelum bekerja di sini "


" Aku Kenichi Saito , maaf jika aku terlambat memperkenalkan diriku padamu "


May membungkukkan sedikit badannya pertanda ia menghormati pria di depannya , ia tak mengira jika pria tampan di depannya adalah seorang dokter . Menurut Vallery pria di depannya adalah seorang dokter anak .


" Maafkan saya juga jika saya sudah berlaku tidak sopan pada Dokter "


" Yakin ingin bekerja denganku ?? Mungkin kau akan menghadapi hal berbeda di klinik ini , karena jika klinik Dokter Vallery ditujukan untuk para lansia maka di klinikku kau akan menghadapi pasien anak "


" Sama saja Dok , intinya hanya kesabaran untuk menghadapi mereka . Kapan saya mulai bekerja ?? "


" Satu jam lagi jam praktekku , kau bisa mulai hari ini jika mau "


" Tapi baju saya ... " May memandang dirinya sendiri yang berpakaian terlalu santai , karena niat awalnya datang hanya ingin tahu letak klinik ini .

__ADS_1


" Apa masalahnya ?? Cukup sopan buatku .. besok aku akan membawakanmu seragamnya "


" Ehhmmm ... saya rasa besok saja , soalnya saya belum ijin tadi " cicit May , dia harus membicarakan ini dengan suaminya karena bagaimanapun sekarang dia adalah seorang istri . Dan apapun yang ia lakukan harus dengan ijin suaminya .


" Baik , untuk besok sebaiknya kau masuk shift pagi saja . Kau belum terlalu mengenal daerah ini , hanya berjaga jaga agar kau tidak tersasar . Ada banyak Dokter dan asistennya di sini aku harap kau bisa beradaptasi dengan mereka . Kedepannya kau akan menjadi asisten pribadiku di ruangan ini "


" Tidak !!!! "


Mayleen terperanjat ketika mendengar suara bariton yang terdengar dari arah pintu . Terlihat Hiro sudah berdiri menjulang disana dengan dua tangan di atas pinggangnya .


Kenichi memicingkan matanya ketika melihat sosok yang sudah tidak asing di matanya . Sosok yang di kenal masyarakat sebagai pemimpin klan gangster , klan yang sangat di segani di pulau ini .


" Selamat datang Tuan Akihiro , ada yang bisa saya bantu ?? " Kenichi mencoba beramah tamah walau sebenarnya ia tidak mengenal Hiro secara pribadi . Dia tak pernah merasa membuat masalah dengan keluarga Yoshida .


" Aku tidak mengijinkan dia bekerja untukmu "


" Apa saya boleh tahu alasannya ?? "


Sebelum menjawab pertanyaan itu Hiro melihat ke arah istrinya . Mayleen sedang melotot ke arahnya dengan satu tangan mengepal di bawah meja dengan bahasa bibir yang tak ia mengerti .


Dahinya mengerut ketika dengan beraninya wanita cantik itu malah tersenyum sangat manis pada dokter itu kemudian perlahan berjalan ke arahnya . Dan ketika menghadap padanya gadis itu berbisik lirih padanya .

__ADS_1


" Awas kau ... tutup mulutmu !!! "


__ADS_2