Hurt

Hurt
87


__ADS_3

" Sayang ... jangan marah , tadi tidak sengaja !! Ava sayang kenapa kamu bobonya sebentar banget sih , ayah kena marah nih " ucap Adam yang sedang memangku putri kecilnya dan membujuk istrinya yang sedang berbaring memunggunginya .


Bagaimana wanita itu tidak marah jika tadi dia harus kesetanan mencari lembar demi lembar bajunya yang terlempar di lantai , padahal Ava terbangun untuk minum susu botolnya . Salah satu hal yang wajib Ava lakukan sebelum tidurnya .


" Jangan salahin Ava Mas !! Kamu itu kan.papanya , harusnya kamu tahu kebiasaan kebiasaan Ava . Dia enggak bisa bobo kalau belum minum susunya . Pakai acara kuda kudaan nggak jelas !!! " kesal Diva


" Nggak jelas gimana ?? Kan tadi udah masuk beneran sayang "


" Masss !!! " pekik Diva yang langsung membuat sang buah hati terisak , mungkin balita itu mengira sang ibu sedang marah padanya .


" Lhohh ehh jangan nangis Ava sayang , ibu bukan marah sama kamu "


Diva bangkit dan meraih putrinya yang masih ada dalam rengkuhan papanya .


" lbu temenin bobo di kamar ya .... "


" Kok aku malah ditinggal sih sayang !?? " kata Adam yang melihat anak dan istrinya keluar kamar .


" Bodo amat !!! "


Adam terus saja merutuki kesalahannya yang lupa membuat susu untuk putrinya , itu sebabnya semakin hari ia semakin mengagumi istrinya yang bisa hafal setiap detil dari kebiasaan dan kebutuhan dua putra putri mereka .


Untuk urusan pekerjaan dia merasa cukup mampu menangani , tapi jika urusan anak dia tak bisa apa apa tanpa istrinya .

__ADS_1


" Tuan .... "


Seorang maid ternyata sudah ada di depan pintunya yang masih setengah terbuka , mungkin Diva lupa menutupnya dengan rapat .


" Ada apa !? "


" Ada tamu di depan ... "


Adam merasa ada yang tidak beres ketika melihat raut maid yang tampak sedikit ketakutan .


" Aku segera turun "


Dengan hanya mengenakan pakaian rumahan Adam segera turun menuju ruang tamu , sudut bibirnya terangkat ketika melihat seseorang yang menatapnya dengan penuh kemarahan .


" Tidak usah banyak berbasa basi , di mana kau sembunyikan dia ??!!!! " teriak Abbio .


" Siapa ?? Jika yang kau maksud adalah Anna maka kau datang pada orang yang salah " jawab Adam sambil kemudian duduk di sofa .


" Omong kosong ... "


" Aku tidak peduli kau mau percaya atau tidak , tapi aku tidak menyembunyikan mereka "


Walau Abbio terlihat sudah lebih baik tapi Adam tahu luka tembak tidak akan bisa secepat itu untuk sembuh . Abbio kadang terlihat kesakitan ketika lengannya tidak sengaja di gerakkan .

__ADS_1


" Duduklah ... kau pikir kau terlihat menakutkan jika berdiri dengan berkacak pinggang seperti itu ?? Atau perlu aku tambah satu peluru lagi agar kau lebih betah di rumah sakit ? "


" Coba saja ... " geram Abbio yang kemudian duduk di depan Adam .


" Kurang lebih tiga bulan yang lalu tiba tiba Daddy menelponku , dia menitipkan dua gadis padaku . Dan aku harus mengcover mereka dari pencarianmu dan adikmu . Dan aku melakukan apa yang dimintanya karena aku tahu Daddy adalah seseorang yang penuh pertimbangan . Tapi tugasku sudah selesai ketika ada seseorang yang lebih berhak untuk memberikan mereka perlindungan . Jadi mulai saat ini jangan pernah berpikir jika aku terlibat apapun yang menyangkut gadis gadis kalian "


" Semula aku ingin berterima kasih kepada mu , karena dengan terkaparnya aku di rumah sakit dia menjadi lebih perhatian padaku . Tapi nyatanya hanya semalam . Kenapa kau selalu mengganggu kesenanganku !!?? "


" Anna tidak berkewajiban menunggumu karena dia bukan siapa siapa untukmu ! Tidak ada tali apapun yang sudah mengikat kalian . Mencintainya bukan berarti kau bisa seenaknya mengalungkan tali di lehernya dan mengikatnya erat "


Abbio terdiam karena ia merasa perkataan pria di depannya sangat benar . Selama ini dia selalu menuntut gadis itu ada di sampingnya , padahal dulu ia sendiri yang sudah melepas tali yang hampir terikat pada mereka berdua .


Dia meninggalkan gadis itu sendirian.di saat hari pernikahan mereka . Dia membiarkan gadis itu menunggu seharian dengan sebuah kekhawatiran karena dia sengaja mematikan ponselnya .


Waktu itu kemarahan dan kecemburuan tak beralasan sudah menguasai hati dan pikirannya hingga dengan keputusan sepihak ia membatalkan acara pernikahannya sendiri .


" Otakmu terlalu bebal untuk menyadari kesalahanmu . Yang kau tahu hanyalah meminta ataupun menuntut tanpa tahu arti memberi dan melindungi !! Meminta maaf mungkin hal yang mudah untukmu , tapi aku yakin bagi Anna butuh hati yang sangat besar untuk memaafkanmu . Karena penghinaan yang dia terima akan selalu membekas di hatinya untuk seumur hidupnya "


" Ya , aku tahu . Tapi beritahu aku di mana dia aku berjanji akan menjadi pria yang lebih baik untuknya "


" Percuma bicara dengan pria tuli sepertimu , sepertinya bertemu denganmu membuat hatiku terasa sangat buruk " ujar Adam melangkah meninggalkan Adam sendirian di ruang tamu .


" Hei aku masih bicara denganmu Adam Adipraja !! Katakan dimana dia ??!!! "

__ADS_1


__ADS_2